4 Makna Simpul Sarung Wanita di Desa Wisata Ranupani, Apa Saja?

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Rabu, 13 Oktober 2021
 Para wanita di Desa Wisata Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim).DOK. Humas Kemenparekraf Para wanita di Desa Wisata Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim).

KOMPAS.comWisata alam mungkin menjadi tujuan setiap orang untuk melepas stres. Namun jangan salah, wisata budaya tidak kalah menarik untuk dinikmati, baik saat solo traveling maupun bersama orang terdekat.

Dengan wisata budaya, pelancong dapat menambah wawasan serta pandangan hidup seseorang. Ini juga bisa Anda rasakan saat berkunjung ke Desa Wisata Ranupani, Lumajang, Jawa Timur (Jatim).

Di desa tersebut, Anda tidak hanya bisa menikmati pemandangan alam nan elok, tetapi juga dapat mempelajari tradisi dan budaya menarik khas Ranupani.

Baca juga: Wisata Alam hingga Budaya, Berikut 4 Kegiatan Seru di Desa Wisata Ranupani

Salah satu tradisi dan budaya yang menarik perhatian adalah selendang atau jarik yang sering dipakai wanita-wanita Desa Wisata Ranupani.

Tak hanya sebagai tambahan aksesori atau menghindari hembusan angin dingin, selendang tersebut sebenarnya memiliki makna mendalam yang dipercaya secara turun-temurun oleh warga lokal Ranupani.

Ingin tahu apa saja makna dibalik simpul selendang wanita Ranupani? Simak ulasan lengkap yang dirangkum dari rilis resmi Kementerian Pariwisata Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berikut.

Baca juga: Lewat Jalur Ranupani, Jejak Pendaki Semeru Mulai Naik ke Kalimati

1. Gadis

Tali simpul gadis di Desa Wisata Ranupani.DOK. Humas Kemenparekraf Tali simpul gadis di Desa Wisata Ranupani.

Terdapat cara mudah untuk mengenali gadis yang sudah menikah maupun belum di Desa Ranupani. Ini bisa Anda kenali dari letak simpul pada kain sarung atau selendang yang dikenakannya.

Apabila Anda melihat seorang gadis meletakkan simpul pada sarung atau selendang di pundak sebelah kanan dengan sebagian terurai ke depan, maka bisa dipastikan bahwa dia belum menikah.

2. Wanita menikah dan bersuami

Tali simpul wanita menikah di Desa Wisata Ranupani.DOK. Humas Kemenparekraf Tali simpul wanita menikah di Desa Wisata Ranupani.

Berbeda dengan simpul seorang gadis, wanita di Desa Ranupani yang sudah menikah akan mengenakan selendang di tengah bagian depan dan sarung tergerai ke arah belakang.

Baca juga: Saat Sandiaga Uno Jajal Pengalaman Jadi Penjual Es Selendang Mayang di Setu Babakan

3. Wanita yang menikah tapi tidak bersuami atau janda

Tali simpul janda di Desa Wisata Ranupani.DOK. Humas Kemenparekraf Tali simpul janda di Desa Wisata Ranupani.

Sementara itu, wanita di Desa Wisata Ranupani dengan status janda biasa mengenakan sarung atau selendang dengan posisi simpul kain terletak di bahu sebelah kiri dan sisa sarung digerai sebagian ke arah depan.

4. Wanita Hamil

Wanita hamil di Desa Ranupani dapat dengan mudah dikenali dari letak simpul selendang yang berada di belakang leher dan menjuntai ke depan menutupi bagian depan badan.

Baca juga: Rhoma Irama Ungkap Makna di Balik Selendang yang Selalu Dikenakan

Adapun juntaian sarung atau selendang ke depan itu juga berfungsi untuk melindungi kandungan ibu hamil.

Seiring berjalannya waktu, letak simpul tidak hanya menjadi pembeda status para wanita di Desa Wisata Ranupani.

Namun, jenis dan corak sarung atau selendang yang dikenakan dapat pula membedakan status wanita yang telah berkeluarga dan masih single atau sendiri.

Baca juga: Produk Sarung Tangan Unggulan Indonesia Masuk Pasar Australia

Pemandangan alam di Desa Wisata Ranupani.DOK. Humas Kemenparekraf Pemandangan alam di Desa Wisata Ranupani.

Keunikan budaya di Desa Wisata Ranupani sendiri tengah menjadi salah satu daya tarik pariwisata, baik domestik maupun mancanegara.

Tidak hanya budaya, wisatawan juga akan dimanjakan panorama alam yang luar biasa saat berkunjung ke Desa Ranupani.

Terbukti, belum lama ini Desa Ranupani berhasil masuk dalam daftar 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Baca juga: Desa Wisata Tinalah di Kulon Progo yang Indah dan Masuk 50 Besar ADWI 2021

Bahkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno sempat memberikan pujian saat mengunjungi Desa Wisata Ranu Pani beberapa waktu lalu.

“Saya sangat berkesan dan kagum. Bukan hanya alam dan budaya tapi fasilitasnya juga mumpuni. Mulai dari kebersihan toilet hingga keramahan warga,” ujarnya.

Kunjungan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno ke Desa Wisata Ranupani.DOK. Humas Kemenparekraf Kunjungan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno ke Desa Wisata Ranupani.

Meski masyarakat Desa Wisata Ranupani dikenal teguh dalam menjalankan tradisi dan budaya. Akan tetapi, mereka tetap menyimpan keramahan dalam menerima kehadiran tamu atau pengunjung dari luar daerah.

Baca juga: Merawat Ranupani Lereng Gunung Semeru dari Kepunahan

Dijamin, saat Anda berkunjung ke Desa Wisata Ranupani, masyarakat desa justru akan sangat ramah dan bersahaja dalam memberi sambutan.

Namun perlu diingat, saat berkunjung Desa Ranupani pastikan Anda patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Sudah tidak sabar ingin berkunjung ke Desa Wisata Ranu Pani? Yuk, segera rencanakan liburan ke Desa Wisata Ranupani!

Untuk mendapatkan berbagai referensi wisata seputar #DiIndonesiaAja, jangan lupa follow akun Instagram @pesonaid_travel, Facebook @pesonaid_travel, atau mengunjungi website www.indonesia.travel.

PenulisDwi Nur Hayati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
4 Makna Simpul Sarung Wanita di Desa Wisata Ranupani, Apa Saja?
4 Makna Simpul Sarung Wanita di Desa Wisata Ranupani, Apa Saja?
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Wisata Alam hingga Budaya, Berikut 4 Kegiatan Seru di Desa Wisata Ranupani
Wisata Alam hingga Budaya, Berikut 4 Kegiatan Seru di Desa Wisata Ranupani
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah
Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Ini 4 Rekomendasi Wisata Budaya di Gegesik Kulon, Cirebon
Ini 4 Rekomendasi Wisata Budaya di Gegesik Kulon, Cirebon
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Industri Lisensi di Asia Tenggara Bernilai Ratusan Triliun, Parekraf DKI: Ini Potensi Besar
Industri Lisensi di Asia Tenggara Bernilai Ratusan Triliun, Parekraf DKI: Ini Potensi Besar
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Sektor Pariwisata Stagnan, Industri MICE Diharapkan Bangkit Kembali
Sektor Pariwisata Stagnan, Industri MICE Diharapkan Bangkit Kembali
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Protokol CHSE Jadi Panduan Krusial Industri MICE di Era New Normal
Protokol CHSE Jadi Panduan Krusial Industri MICE di Era New Normal
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Pemerintah Minta Industri MICE Siap Antisipasi Perubahan Penyelenggaraan Usaha
Pemerintah Minta Industri MICE Siap Antisipasi Perubahan Penyelenggaraan Usaha
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Kampanyekan Protokol Kesehatan, Kemenparekraf Gaungkan Logo “Indonesia Care”
Kampanyekan Protokol Kesehatan, Kemenparekraf Gaungkan Logo “Indonesia Care”
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Kemenparekraf Terbitkan Buku Protokol Kesehatan Hotel dan Restoran, Ini Isinya
Kemenparekraf Terbitkan Buku Protokol Kesehatan Hotel dan Restoran, Ini Isinya
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Kunci Kebangkitan Pariwisata Indonesia Ada di Penerapan Protokol Kesehatan
Kunci Kebangkitan Pariwisata Indonesia Ada di Penerapan Protokol Kesehatan
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Bakal Dikenal di Level Dunia, Danau Toba Bisa Jadi Sumber Pendapatan Masyarakat
Bakal Dikenal di Level Dunia, Danau Toba Bisa Jadi Sumber Pendapatan Masyarakat
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Wishnutama Tinjau Protokol Kesehatan di Bioskop yang Akan Kembali Dibuka
Wishnutama Tinjau Protokol Kesehatan di Bioskop yang Akan Kembali Dibuka
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Tingkatkan Kepercayaan di Sektor Parekraf, Kemenparekraf Kampanyekan
Tingkatkan Kepercayaan di Sektor Parekraf, Kemenparekraf Kampanyekan "Indonesia Care"
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan jadi Kunci Kebangkitan Industri Hotel dan Restoran
Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan jadi Kunci Kebangkitan Industri Hotel dan Restoran
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif