Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Selasa, 28 September 2021
Desa Wisata Alamendah, di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar).
DOK. Humas Kemenparekraf Desa Wisata Alamendah, di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar).

KOMPAS.com – Merasakan liburan yang mengesankan di alam memang tidaklah mudah. Sebab, dibutuhkan perencanaan matang dalam menentukan tujuan, sehingga bisa memaksimalkan waktu.

Namun pada era serba canggih ini, Anda tidak perlu repot dengan itinerary atau rencana perjalanan. Bahkan, survei tujuan dan estimasi pengeluaran selama liburan bisa didapat dengan mudah melalui internet maupun travel agent.

Apabila masih bingung menentukan destinasi wisata alam, Anda bisa memilih Desa Wisata Alamendah, di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Baca juga: Desa Wisata Alamendah Bandung, Tempat Mengamati Burung dan Wisata Religi

Untuk diketahui, Desa Wisata Alamendah merupakan bagian dari 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Capaian itu semakin membuat wisatawan penasaran tentang hal apa saja yang menarik di Desa Wisata Alamendah.

Kementerian Pariwisata Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam keterangan tertulisnya pada Senin (27/9/2021), mengulas empat hal menarik yang bisa dijajal saat liburan di Desa Wisata Alamendah.

Baca juga: Desa Wisata Ranu Pani, Tawarkan Wisata Alam dan Fasilitas Lengkap

1. Wisata petik stroberi

Memetik stroberi di Desa Wisata Alamendah.

DOK. Humas Kemenparekraf Memetik stroberi di Desa Wisata Alamendah.

Seperti diketahui, kawasan Rancabali sudah sejak lama dikenal sebagai perkebunan stroberi.

Oleh karenanya, berburu buah dengan cita rasa masam dan manis ini menjadi aktivitas wajib saat singgah di Desa Wisata Alamendah.

Soal harga, stroberi segar khas Rancabali bisa Anda bawa pulang dengan merogoh kocek sekitar Rp 80.000 per kilogram (kg).

Setelah puas memetik stroberi, Anda dapat mengisi perut dengan menikmati makan siang berupa ayam sambal stroberi atau berbagai olahan stroberi ala Desa Wisata Alamendah.

Baca juga: Saat Kampung Padat Penduduk di Bantaran Sungai Disulap Jadi Kebun Stroberi

2. Berburu cendera mata dan olahan hasil kebun

Buah tangan di Desa Wisata Alamendah.DOK. Humas Kemenparekraf Buah tangan di Desa Wisata Alamendah.

Liburan kurang sempurna tanpa buah tangan. Begitu pula saat berada di desa wisata ini, Anda bisa berbelanja di kedai binaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Alamendah.

Tak hanya belanja makanan ringan, wisatawan juga dapat menyeduh kopi atau membeli beberapa cendera mata hasil perkebunan masyarakat.

Hasil perkebunan itu diantaranya adalah buah stroberi segar dengan harga Rp 20.000 per box, stik sayuran seharga Rp18.000 per bungkus, boneka, hingga sandal stroberi yang dijual Rp 30.000 per pcs.

Baca juga: Mau Jadi Petani Stroberi Berhadiah Rp 1 Miliar di Australia? Ini Syaratnya...

3. Eksplorasi Curug Awi Langit

Curug Awi Langit.DOK. Humas Kemenparekraf Curug Awi Langit.

Puas berbelanja, Anda bisa melanjutkan perjalanan wisata alam ke Curug Awi Langit. Akan tetapi, untuk mencapai lokasi curug, wisatawan harus berjalan kaki.

Untuk biaya masuk pun cukup terjangkau, wisatawan hanya perlu membayar Rp 20.000 per orang untuk mengeksplorasi di kawasan sekitar Curug Awi Langit.

Apabila Anda punya waktu lebih banyak bersama keluarga atau sahabat, camping di kawasan Curug Awi Langit dapat menjadi pilihan menarik.

Cukup dengan mengeluarkan biaya Rp 30.000 per orang, Anda sudah bisa menikmati sensasi camping di dekat Curug Awi Langit.

Baca juga: 7 Tips Trekking di Curug Kondang dan Balong Endah Bogor

4. Menambah koleksi foto di spot-spot menarik

Spot foto instagenic di Desa Wisata Alamendah.DOK. Humas Kemenparekraf Spot foto instagenic di Desa Wisata Alamendah.

Sadar akan kebutuhan generasi muda sebagai mayoritas wisatawan domestik, Desa Wisata Alamendah memberikan sarana spot foto yang instagenic dengan pemandangan dari perkebunan stroberi.

Pastikan Anda menyiapkan kamera kesayangan maupun kamera ponsel untuk memotret momen cantik bersama orang-orang terdekat saat di Desa Wisata Alamendah.

Terakhir dan tidak penting adalah selalu menjaga protokol kesehatan (prokes) secara disiplin dengan menerapkan 6M.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Imbau Desa Wisata Tingkatkan Protokol Kesehatan

Adapun 6M yang dimaksud yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Tak hanya menonjolkan keindahan, Desa Wisata Alamendah juga mendorong sektor ekonomi kreatif agar bisa menjadi penyokong perekonomian masyarakat sekitar.

Desa Wisata Alamendah turut mendorong sektor ekonomi kreatif.

DOK. Humas Kemenparekraf Desa Wisata Alamendah turut mendorong sektor ekonomi kreatif.

Menyokong sektor perekonomian sejalan dengan pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

“Semakin meningkatnya ekonomi kreatif di Indonesia, akan membuka peluang besar bagi munculnya usaha atau bisnis baru. Hal ini akan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarnya saat berkunjung ke Desa Wisata Alamendah, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Targetkan Ekonomi Tumbuh 4,5 Persen, Pemerintah Gelontorkan Insentif Sektor Pariwisata

Nah, untuk mendukung kebangkitan sektor pariwisata dan perputaran roda perekonomian masyarakat di Desa Wisata Alamendah, Anda bisa menjadikan desa ini sebagai destinasi wisata sekaligus #BeliKreatifLokal yang dapat dijadikan buah tangan.

Sudah membayangkan keseruannya? Tunggu apalagi, ayo agendakan liburan ke Desa Wisata Alamendah dari sekarang.

Untuk mendapatkan berbagai referensi wisata #DiIndonesiaAja, Anda dapat mengikuti akun Instagram @pesonaid_travel atau mengunjungi website www.indonesia.travel.

 

PenulisDwi Nur Hayati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
5 Aktivitas di Desa Wisata Kaki Langit, Yogyakarta Ini Jadi Penawar Rindu Suasana Tempo Dulu
5 Aktivitas di Desa Wisata Kaki Langit, Yogyakarta Ini Jadi Penawar Rindu Suasana Tempo Dulu
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Mengenal Budaya Asli Bali dengan Berkunjung ke Desa Ini
Mengenal Budaya Asli Bali dengan Berkunjung ke Desa Ini
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
5 Produk Kreatif Lokal Bertema Laut yang Bisa Dibeli di Situbondo
5 Produk Kreatif Lokal Bertema Laut yang Bisa Dibeli di Situbondo
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
3 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan Saat Berkunjung ke Sangeh Monkey Forest Bali
3 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan Saat Berkunjung ke Sangeh Monkey Forest Bali
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Tak Melulu Pantai, Bali Juga Punya Wisata Otomotif
Tak Melulu Pantai, Bali Juga Punya Wisata Otomotif
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
4 Makna Simpul Sarung Wanita di Desa Wisata Ranupani, Apa Saja?
4 Makna Simpul Sarung Wanita di Desa Wisata Ranupani, Apa Saja?
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Wisata Alam hingga Budaya, Berikut 4 Kegiatan Seru di Desa Wisata Ranupani
Wisata Alam hingga Budaya, Berikut 4 Kegiatan Seru di Desa Wisata Ranupani
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah
Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Ini 4 Rekomendasi Wisata Budaya di Gegesik Kulon, Cirebon
Ini 4 Rekomendasi Wisata Budaya di Gegesik Kulon, Cirebon
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Industri Lisensi di Asia Tenggara Bernilai Ratusan Triliun, Parekraf DKI: Ini Potensi Besar
Industri Lisensi di Asia Tenggara Bernilai Ratusan Triliun, Parekraf DKI: Ini Potensi Besar
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Sektor Pariwisata Stagnan, Industri MICE Diharapkan Bangkit Kembali
Sektor Pariwisata Stagnan, Industri MICE Diharapkan Bangkit Kembali
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Protokol CHSE Jadi Panduan Krusial Industri MICE di Era New Normal
Protokol CHSE Jadi Panduan Krusial Industri MICE di Era New Normal
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Pemerintah Minta Industri MICE Siap Antisipasi Perubahan Penyelenggaraan Usaha
Pemerintah Minta Industri MICE Siap Antisipasi Perubahan Penyelenggaraan Usaha
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Kampanyekan Protokol Kesehatan, Kemenparekraf Gaungkan Logo “Indonesia Care”
Kampanyekan Protokol Kesehatan, Kemenparekraf Gaungkan Logo “Indonesia Care”
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif