Sektor Pariwisata Stagnan, Industri MICE Diharapkan Bangkit Kembali

Amalia Purnama Sari
Kompas.com - Kamis, 10 Desember 2020
Suasana gelaran Astindo Travel Fair 2020 di Jakarta Convention Center pada hari pertama, Jumat (21/2/2020).KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA Suasana gelaran Astindo Travel Fair 2020 di Jakarta Convention Center pada hari pertama, Jumat (21/2/2020).

KOMPAS.com – Kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir membuat sebagian pelaku usaha di sektor pariwisata terus terpuruk.

Salah satu industri pariwisata yang paling terdampak pandemi ada di sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition ( MICE).

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) selaku regulator terus menggalakkan berbagai macam agenda untuk mendorong bangkitnya MICE di tahun 2021.

“Potensi Indonesia sebagai basis MICE secara internasional cukup membanggakan,” ungkap Direktur MICE Kemenparekraf, Iyung Masruroh, dalam webinar ‘The Comeback Plan of Mice for 2021’ yang disiarkan live streaming di kanal YouTube Harian Kompas, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Wajib Tahu, Ini 4 Pilihan Venue MICE di Surabaya

Iyung memaparkan berdasarkan data International Congress Convention Association (ICCA), Indonesia menempati peringkat ke 41 dunia sebagai negara dengan jumlah pelaksana meeting tertinggi.

Sementara itu, di Asia Pasifik Indonesia ada di peringkat ke10, dan peringkat 4 di ASEAN.

Lebih lanjut, Iyung menyatakan ada tujuh destinasi wisata MICE yang berpotensi kuat untuk maju lagi, diantaranya Bali, Bandung, Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta.

“Bali menjadi yang paling favorit. Jakarta kuat di exhibition (pameran) dan Bali kuat di convention (rapat atau pertemuan),” jelas Iyung.

Baca juga: Pemerintah Minta Industri MICE Siap Antisipasi Perubahan Penyelenggaraan Usaha

Dia pun optimis, jika terus digenjot dengan benar dan berdasarkan protokol Clean, Health, Safety, and Environment (CHSE), industri MICE bisa bangkit kembali di tahun depan.

Perlu diketahui, kondisi pandemi yang terus bergulir telah merusak pertumbuhan industri MICE dan berdampak pada hajat hidup jutaan orang.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi), Ndang Mawardi menyatakan, berdasarkan laporan dari Asperapi, bisnis wisata MICE di Indonesia diperkirakan merugi hingga Rp 44,3 triliun selama 2020 akibat terdampak pandemi Covid-19.

“Dari banyaknya pameran Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C), ada sekitar 90 persen yang dibatalkan selama tahun ini,” kata Ndang Mawardi yang juga menjadi narasumber dalam webinar tersebut.

Baca juga: Kemenparekraf Sosialisasikan Protokol CHSE untuk Pendakian Gunung

Kondisi tersebut dibenarkan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizka Handayani.

Rizka Handayani yang turut memberikan materi di awal webinar mengatakan, pandemi Covid-19 membawa dampak besar bagi para pelaku bisnis MICE selama tahun 2020.

“Ada sekitar 30 juta penduduk terdampak sepanjang tahun ini. Para pekerja di industri venue, perhotelan, transportasi sampai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” papar Rizki.

Harus berinovasi

Untuk menghadapi kondisi pandemi yang tidak tahu kapan akan berakhir, pelaku industri MICE diharapkan mampu berinovasi. Apalagi kini tren berwisata yang terus turun tiap bulannya.

Baca juga: Kemenparekraf dan APMI Hadirkan Acara Akhir Tahun CMEW

Absennya ruang gerak untuk menyelenggarakan event dengan massa yang besar memaksa pelaku industri MICE harus mencari alternatif lain.

Alternatif yang paling banyak dipilih adalah dengan menyelenggarakan virtual expo (pameran atau event secara daring).

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Leonard Theosabrata menyatakan, pameran online tetap bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek-aspek expo tradisional.

“Namun bagaimanapun juga, esensi dari MICE sendiri adalah meeting secara langsung dan adanya interaksi penawaran dan permintaan,” kata Leonard.

Baca juga: Melirik Bali sebagai Surga Lokasi Penyelenggaraan Event MICE

Sebagai informasi, selain Iyung, Ndang Mawardi, Rizki Handayani dan Leonard Theosabrata webinar tersebut juga menghadirikan Peneliti Institute of Development for Economic and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara sebagai narasumber.

Pembahasan webinar ini dimaksudkan untuk melihat rencana penyelenggaraan MICE pada 2021. Hal ini diperlukan guna membangkitkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), industri perhotelan dan restoran, serta mengakomodasi kegiatan MICE pada tahun mendatang.

PenulisAmalia Purnama Sari
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Lewat Warung Rojali, Kemenparekraf Promosikan Produk Ekonomi Kreatif dan UMKM
Lewat Warung Rojali, Kemenparekraf Promosikan Produk Ekonomi Kreatif dan UMKM
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
5 Aktivitas di Desa Wisata Kaki Langit, Yogyakarta Ini Jadi Penawar Rindu Suasana Tempo Dulu
5 Aktivitas di Desa Wisata Kaki Langit, Yogyakarta Ini Jadi Penawar Rindu Suasana Tempo Dulu
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Mengenal Budaya Asli Bali dengan Berkunjung ke Desa Ini
Mengenal Budaya Asli Bali dengan Berkunjung ke Desa Ini
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
5 Produk Kreatif Lokal Bertema Laut yang Bisa Dibeli di Situbondo
5 Produk Kreatif Lokal Bertema Laut yang Bisa Dibeli di Situbondo
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
3 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan Saat Berkunjung ke Sangeh Monkey Forest Bali
3 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan Saat Berkunjung ke Sangeh Monkey Forest Bali
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Tak Melulu Pantai, Bali Juga Punya Wisata Otomotif
Tak Melulu Pantai, Bali Juga Punya Wisata Otomotif
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
4 Makna Simpul Sarung Wanita di Desa Wisata Ranupani, Apa Saja?
4 Makna Simpul Sarung Wanita di Desa Wisata Ranupani, Apa Saja?
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Wisata Alam hingga Budaya, Berikut 4 Kegiatan Seru di Desa Wisata Ranupani
Wisata Alam hingga Budaya, Berikut 4 Kegiatan Seru di Desa Wisata Ranupani
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah
Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Ini 4 Rekomendasi Wisata Budaya di Gegesik Kulon, Cirebon
Ini 4 Rekomendasi Wisata Budaya di Gegesik Kulon, Cirebon
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Industri Lisensi di Asia Tenggara Bernilai Ratusan Triliun, Parekraf DKI: Ini Potensi Besar
Industri Lisensi di Asia Tenggara Bernilai Ratusan Triliun, Parekraf DKI: Ini Potensi Besar
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Sektor Pariwisata Stagnan, Industri MICE Diharapkan Bangkit Kembali
Sektor Pariwisata Stagnan, Industri MICE Diharapkan Bangkit Kembali
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Protokol CHSE Jadi Panduan Krusial Industri MICE di Era New Normal
Protokol CHSE Jadi Panduan Krusial Industri MICE di Era New Normal
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Pemerintah Minta Industri MICE Siap Antisipasi Perubahan Penyelenggaraan Usaha
Pemerintah Minta Industri MICE Siap Antisipasi Perubahan Penyelenggaraan Usaha
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif