Kemenekraf Gelar Bioskop Alternatif dan Workshop Film, Menkraf: Kami Ingin Dorong Ekosistem Perfilman Daerah

Kompas.com - 27/11/2025, 10:37 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyelenggarakan program Bioskop Alternatif & Workshop Film Aceh di Taman Budaya Banda Aceh, Rabu (25/11/2025). Acara ini digelar sebagai upaya memperluas akses tontonan sekaligus meningkatkan kapasitas sineas daerah.

Tidak hanya menghadirkan ruang pemutaran film di luar bioskop komersial, kegiatan ini juga memberikan pembekalan praktis bagi pelaku perfilman lokal agar karya mereka mampu menembus pasar yang lebih luas .

Bioskop Alternatif bertajuk Sinema Rakyat Aceh ini hadir dengan konsep penyediaan ruang nonton di gedung teater serta sistem pemisahan tempat duduk sesuai dengan jenis kelamin.

Program ini menayangkan film yang pernah dan sedang beredar di bioskop nasional, termasuk karya komunitas lokal, dengan kapasitas hingga 400 penonton per sesi.

Menteri Ekraf (Menkraf) Teuku Riefky Harsya yang hadir dalam acara ini menegaskan pentingnya inisiatif pelaksanaan program Bioskop Alternatif & Workshop Film Aceh dalam mendorong ekosistem perfilman daerah.

“Kami ingin memastikan sineas Aceh memiliki akses setara terhadap ruang apresiasi dan pasar. Melalui Bioskop Alternatif dan Workshop ini, talenta lokal didorong memahami rantai nilai industri, dari produksi hingga distribusi, agar karya mereka berkelanjutan dan berdaya saing,” ujarnya dalam siaran persnya pada Kompas.com, Kamis (27/11/2025).

Baca juga: Menteri Ekraf Apresiasi Produk Lokal Kota Batu Dorong Ekspor Rp 56,1 T

Rangkaian penayangan film berlangsung pada 24–25 November 2025 dengan beberapa sesi, yang menampilkan beberapa film, seperti Keluarga Cemara 2, Tegar, Nussa the Movie, Cocote Tonggo, dan Sore: Istri dari Masa Depan.

Film yang dihadirkan tersebut dirancang untuk memperkaya pilihan tontonan sekaligus mendekatkan publik pada karya sinema Indonesia.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan, acara ini bukan hanya untuk menonton film, tapi juga merayakan kebersamaan dan semangat kreatif masyarakat Banda Aceh yang dikenal sebagai daerah yang berbudaya.

Menurutnya dengan kegiatan seperti inilah denyut kreativitas terus dihidupkan. Mengenai persoalan bioskop, ia menyebutkan bahwa terus menerima aspirasi dan keresahan warga untuk ruang hiburan tersebut.

"Bukan soal hitam putih, bukan soal menolak menerima, tapi juga bagaimana memastikan bahwa ruang hiburan yang hadir tetap sesuai dengan karakter dan nilai masyarakat Aceh," katany.

"Ada beberapa alternatif yang sudah pernah kita bahas bersama. Mulai dari pengawasan yang lebih kuat, pengaturan kategori tontonan, hingga konsep ruang yang lebih terkurasi, tapi pada akhirnya yang paling penting adalah kesiapan kita bersama untuk menjaga ruang hiburan tersebut agar tetap aman, nyaman, dan juga membawa dampak positif," ujarnya.

Pameran Kolaborasi Kreatif (Kolatif) Aceh 

Pada kesempatan itu, Menteri Ekraf juga turut meninjau langsung pameran Kolaborasi Kreatif (Kolatif) Aceh, pameran yang memperlihatkan hasil workshop dari Direktorat Kementerian Ekraf.

Adapun pameran yang ditampilkan di booth merupakan hasil akselerasi fesyen muslim dari NINANO, Ayu Modiste, Lyucloe, PUCÔK, Ija Kroeng, Cut Junischa, SARARIZQA, Minyeuk Pret Florimia, dan La Mojo.

Lalu juga hadir workshop Kreatif Santri Indonesia (Kreasi) yang menampilkan karya foto para santri, serta workshop KRIYASI Aceh yang menghadirkan hasil karya Publo, Pucok dan Fitri Souvenir.

Selain menggelar Bioskop Alternatif dan Pameran Kolatif, Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar Workshop Film bertajuk "Optimalisasi Akses Pasar – Narasi Lokal Menembus Bioskop dan Platform Global" di Hermes Palace Hotel Banda Aceh.

Baca juga: Peruri dan Kementerian Ekraf Kerja Sama Akselerasi Digitalisasi dan Perlindungan HaKI

Kegiatan ini menyasar 100 peserta dari komunitas film, dinas terkait, serta masyarakat umum. Workshop ini membahas materi produksi lokal, video promosi dan penyuntingan, hingga distribusi digital.

Workshop menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu Senior Vice President Legal, Anti Piracy and Goverment Relation PT Vidio Dot Com, Gina Golda Pangaila; Founder Skak Studios, Bayu Skak; dan Sutradara, Penulis, Editor dan Videografer, Bhre Aditya.

Menteri Ekraf mengharapkan melalui rangkaian kegiatan ini, Kementerian Ekraf optimistis Aceh dapat melahirkan karya sinema yang tidak hanya relevan secara kultural, tetapi juga kompetitif secara industri. Hal ini sejalan dengan penguatan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan nasional.

"Saya berharap adik-adik bisa menjadi generasi penerus Aceh ya dan dan juga semakin kreatif dan tetap menjaga kearifan lokal," harapnya.

Baca juga: Kementerian Ekraf Ditantang Bisa Hasilkan Apa jika Anggaran Ditambah Jadi Rp 1 Triliun

Penyelenggaraan workshop film diharapkan dapat memperkuat daya saing pelaku film Aceh melalui peningkatan kualitas karya dan strategi pemasaran yang terukur.

Adapun pelaksanaan Bioskop Alternatif & Workshop Film Aceh merupakan wujud sinergi antara pemerintah dan komunitas untuk memperkuat literasi film, memperluas jangkauan penonton, serta membuka peluang kolaborasi dengan platform distribusi nasional maupun global.

Langkah ini juga mempertegas komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas subsektor film di daerah.

 

Terkini Lainnya
Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Kementerian Pariwisata
Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Kementerian Pariwisata
Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Kementerian Pariwisata
Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Kementerian Pariwisata
Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kementerian Pariwisata
Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Kementerian Pariwisata
Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Kementerian Pariwisata
Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Kementerian Pariwisata
Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Kementerian Pariwisata
Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Kementerian Pariwisata
Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Kementerian Pariwisata
Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Kementerian Pariwisata
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com