Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Kompas.com - 07/11/2025, 12:30 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Nama Likupang semakin bersinar di peta pariwisata Indonesia sejak masuk dalam destinasi super prioritas (DSP) yang dicanangkan pemerintah.

Terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), Likupang menawarkan pesona alam bahari yang menawan hingga kerap disebut sebagai surga bagi pencinta bawah laut.

Lebih dari sekadar menyuguhkan panorama alam, Likupang menjadi bukti bahwa kemajuan peradaban manusia tidak harus dicapai dengan menaklukkan alam, melainkan melalui simbiosis mutualisme yang lestari.

Wisatawan yang berkunjung ke Likupang akan merasakan dan melihat langsung tingginya kesadaran masyarakat setempat dalam menjaga ekosistem pesisir pantai dan laut.

Baca juga: Likupang, Pecahan Surga di Ujung Sulawesi

Di Likupang, pengunjung bisa menikmati perjalanan menyenangkan, mulai dari mempelajari konservasi alam di desa ekowisata, menyantap sajian lokal yang unik dan kaya rasa, hingga meremajakan tubuh dengan spa berbasis rempah lokal.

1. Desa Ekowisata Bahoi

Salah satu tempat terbaik untuk memulai perjalanan menjelajahi pesona Likupang adalah Desa Ekowisata Bahoi, destinasi yang memadukan keindahan alam dengan kearifan lokal masyarakat pesisir.

Desa Bahoi terletak di Kecamatan Likupang Barat, tepatnya di sisi bukit dengan bentuk memanjang mengikuti pola pesisir.

Desa ini menjadi contoh pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Pasalnya, warga setempat berpartisipasi aktif dalam melindungi terumbu karang di daerah perlindungan laut (DPL) seluas 2 hektar (ha). 

Kawasan DPL tersebut juga dijaga ketat oleh masyarakat. Jika ada wisatawan atau warga lokal yang melanggar, mereka akan dikenai sanksi berdasarkan peraturan desa (perdes).

Baca juga: Peruri dan 28 BUMN Lakukan Program Olah Sampah di Likupang

Menyadari potensi keindahan alam Bahoi, warga setempat pun mengembangkan sejumlah kegiatan wisata alam dengan tetap menjaga kelestariannya, seperti kawasan konservasi hutan bakau dan terumbu karang.

Kegiatan pariwisata di Desa Bahoi dikelola oleh masyarakat dengan bimbingan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Warga juga menyediakan perahu berukuran 10x8 meter untuk berkeliling hutan bakau dan mengantarkan wisatawan ke spot snorkeling dan diving terbaik agar dapat menikmati keindahan terumbu karang hasil konservasi warga.

Untuk melengkapi pengalaman berwisata di Desa Bahoi, pengunjung bisa menginap di homestay yang merupakan rumah warga setempat. Di sini, wisatawan dapat berbaur dengan masyarakat, merasakan kehangatan budaya lokal, serta melihat langsung keseharian penduduk yang berkomitmen menjaga kelestarian kawasan ekowisata.

Baca juga: Dorong Kelestarian Laut dan Ekowisata, Peruri Konservasi Terumbu Karang di Banyuwangi

2. Keajaiban alam di Danau Linow

Selain menyelami eksotisme alam bawah laut, wisatawan yang berkunjung ke Likupang bisa pula singgah sejenak ke Danau Linow untuk menyaksikan keajaiban alam yang memukau.

Danau vulkanik ini dikenal akan keunikan warna airnya yang dapat berubah-ubah antara biru, hijau, atau kuning kecoklatan. Perubahan warna ini disebabkan oleh kandungan belerang di dasar danau.

Selain warnanya yang berubah setiap waktu, Danau Linow juga dikelilingi oleh panorama pepohonan hijau nan rimbun yang menyejukkan. Tak heran bila danau ini menjadi salah satu spot foto favorit para wisatawan.

Baca juga: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket ke Danau Linow Tomohon

3. Cakalang, pelengkap kuliner Likupang

Setelah puas bermain air, kini saatnya kembali mengisi energi dengan menyantap kuliner khas Likupang.

Bubur tinutuan merupakan makanan yang wajib dicoba ketika berwisata ke Sulut. Dalam satu porsi bubur tinutuan, terdapat beragam sayuran segar, seperti kangkung, bayam, kemangi, pipilan jagung, ubi, dan labu kuning.

Sebagai pelengkap, bubur tinutuan biasanya disajikan bersama cakalang atau cacahan daging sapi yang ditaburkan di atasnya, sehingga menghasilkan satu mangkok bubur yang kaya rasa.

Tak kalah lezat dari bubur tinutuan, wisatawan dapat pula menikmati sensasi pedas cakalang fufu, ikan cakalang yang dibelah menjadi dua, dilumuri bumbu, lalu diasapi selama empat jam. 

Cakalang fufu terasa nikmat bila disantap dengan nasi hangat dan sambal dabu-dabu. Selain itu, masyarakat setempat juga suka mengolah cakalang fufu menjadi rica-rica.

Baca juga: Mengenal Cakalang Fufu, Ikan Asap Khas Sulawesi Utara

4. Camilan unik kaya rasa

Selain menawarkan masakan berbahan cakalang, Likupang juga memiliki camilan unik, yaitu pisang goroho yang dicocol dengan sambal roa.

Berbeda dari pisang pada umumnya, pisang berbentuk panjang dan ramping ini hanya tumbuh di Sulut.

Pisang goroho umumnya diolah dengan cara diiris tipis lalu digoreng, menciptakan tekstur renyah yang mirip dengan keripik pisang.

Uniknya, masyarakat lokal menyajikan pisang ini dengan sambal roa sehingga menghadirkan perpaduan rasa manis, gurih, sekaligus pedas dalam satu gigitan. Camilan ini paling pas dinikmati sambil menyeruput kopi, teh, atau minuman hangat lainnya.

Baca juga: Mengenal Pisang Goroho, Pengganti Nasi Asal Gorontalo

5. Refleksikan tubuh dengan spa bakera

Sebagai penutup perjalanan di Likupang, wisatawan dapat mencoba spa bakera untuk merelaksasikan tubuh setelah menjelajahi alam selama beberapa hari.

Perawatan tradisional khas suku Minahasa ini awalnya diperuntukkan bagi perempuan setelah melahirkan. Namun, seiring waktu, spa bakera berkembang menjadi terapi relaksasi yang bisa dinikmati siapa saja yang ingin memulihkan kebugaran tubuh dengan cara alami.

Spa bakera menggunakan 20 bahan alami yang 40 persen di antaranya merupakan tanaman rempah herbal, antara lain daun cengkeh, sirih, balacai, suji, balacai, puring, beluntas, pandan, daun kayu manis, bawang putih, dan pala.

Bahan-bahan alami tersebut bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh, mengurangi nyeri dan sakit, merangsang perasaan tenang dan rileks, serta detoksifikasi.

Baca juga: 5 Buah yang Bantu Detoksifikasi Liver secara Alami, Apa Saja?

Selain itu, spa bakera juga menggunakan buah-buahan, khususnya lemong suangi untuk menghangatkan tubuh, daun sirsak, daun jeruk, dan daun jambu biji. Semua bahan ini direbus untuk digunakan steaming.

Dengan kombinasi keajaiban laut, gastronomi kaya rasa, dan rempah herbal sebagai media relaksasi, Likupang menyajikan paket wisata yang utuh.

Pengalaman wisata ke Likupang juga diperkaya dengan pembelajaran terkait konservasi alam secara langsung dari warga setempat. Segera rencanakan perjalanan ke Likupang untuk menjadi bagian dari kisah pelestarian alam Nusantara.

Terkini Lainnya
Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Kementerian Pariwisata
Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Kementerian Pariwisata
Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Kementerian Pariwisata
Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Kementerian Pariwisata
Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kementerian Pariwisata
Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Kementerian Pariwisata
Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Kementerian Pariwisata
Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Kementerian Pariwisata
Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Kementerian Pariwisata
Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Kementerian Pariwisata
Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Kementerian Pariwisata
Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Kementerian Pariwisata
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com