Program BKSS Bantu Tingkatkan Omzet Pelaku UMKM Sumsel, Menparekraf Beri Apresiasi

Kompas.com - 20/11/2022, 15:59 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) mengadakan acara puncak dari program Beli Kreatif Sumatera Selatan (BKSS) dengan tema “Harvesting BKSS”.

Acara tersebut diadakan di Palembang Trade Center (PTC), Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mulai Jumat (18/11/2022) hingga Minggu (20/11/2022).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, acara puncak BKSS bertujuan untuk mengapresiasi pencapaian yang diraih oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) peserta program BKSS.

“Program BKSS telah mendorong pelaku UMKM di Sumsel untuk terus melakukan inovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi. Selain itu, materi pendampingan dalam program BKSS membantu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas cakupan pemasaran, seperti digital, segmentasi, positioning, dan targeting, dan pengembangan pasar melalui e-commerce,” ujar Sandiaga dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu.

Sebagai informasi, sebanyak 200 peserta UMKM asal Sumsel yang mengikuti BKSS berhasil mengalami peningkatan omzet hingga 89,5 persen. Semua UMKM tersebut merupakan mitra binaan Kemenparekraf.

Sebelum mengikuti program BKSS, para peserta harus mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga perluasan pasar melalui onboarding dengan marketplace.

Lewat semua pelatihan tersebut, Sandiaga berharap jika peningkatan ekonomi yang dialami pelaku UMKM dapat memberikan dampak terhadap kebangkitan ekonomi secara luas dan mendorong terciptanya lapangan kerja.

“Diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan kontribusi ekonomi kreatif Indonesia, tetapi juga dapat mengangkat potensi pariwisata di Sumsel. Peningkatan pariwisata dan ekonomi kreatif akan semakin mendekatkan target penciptaan 4,4 juta lapangan kerja pada 2024,” jelas Sandiaga.

Saat ini, lanjut Sandiaga, ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dengan nilai sebesar 7,35 persen.

Selain itu, berdasarkan data Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021/2022, tiga sub-sektor ekonomi kreatif juga disebutkan menjadi penyumbang terbesar struktur PDB dan ekspor.

Sektor tersebut adalah kuliner sebesar 39 persen, fesyen 17 persen, dan kriya 14,9 persen.

Apresiasi dari pelaku UMKM

Program BKSS yang diadakan oleh Kemenparekraf mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu membantu para pelaku UMKM untuk naik kelas.

Adapun salah satu pihak yang mengapresiasi program tersebut adalah Rini Utari yang merupakan peserta program sekaligus pemilik Arumitha Leather.

Rini mengatakan, program BKSS tidak hanya memberikan pendampingan yang komprehensif terkait produksi dan pengembangan pemasaran, tetapi juga mengajarkan sejumlah hal, seperti literasi keuangan, bantuan layanan, cuti, dan pembayaran pajak.

“Pada BKSS, kami dihubungkan dengan berbagai stakeholders, mulai dari pemerintah, investor, hingga sesama UMKM. Kami optimistis dengan kolaborasi yang terjalin. Semoga UMKM di Sumsel dapat tumbuh dan berkembang,” terang Rini.

Sandiaga bersama UMKM peserta program BKSS.Dok. kemenparekraf Sandiaga bersama UMKM peserta program BKSS.

Untuk diketahui, pada acara puncak BKSS, pengunjung dapat membeli beragam produk, mulai dari kuliner, fesyen, dan kriya dengan kualitas terbaik dan harga yang bersahabat.

Selain berbelanja, pengunjung juga dapat menikmati hiburan lain, seperti fashion show dan pertunjukkan musik dari sederet artis ternama asal Sumsel dan Jakarta.

Program BKSS berhasil mendapatkan sambutan baik dari masyarakat, khususnya pelaku UMKM sejak diluncurkan pada Rabu (14/9/2022).

Antusiasme tersebut terlihat dari banyaknya UMKM yang mendaftar, yakni mencapai 600 peserta yang berasal dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel.

Dari jumlah tersebut, Kemenparekraf pun mengkurasi jumlah tersebut menjadi 200 untuk mendapatkan pelatihan.

Setelah dibekali berbagai pelatihan, peserta kemudian diajak untuk mengaplikasikan ilmunya melalui berbagai kegiatan promosi, baik melalui pameran di sejumlah lokasi maupun secara daring di berbagai platform e-commerce.

Sebagai informasi, acara Harvesting BKSS merupakan hasil kerja sama antara Kemenparekraf dengan sejumlah mitra, seperti Bank Sumsel Babel, Dian Pelangi, Mustika Ratu, Lemonilo, Tokopedia, Grab, Gojek, Pertamina, Bhinneka, Dexa Medica, dan Bank Central Asia.

Untuk informasi lebih lanjut, ikuti akun akun Instagram @belikreatiflokal atau kunjungi situs resmi BKSS di www.belikreatifsumateraselatan.belikreatiflokal.id.

Terkini Lainnya
Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Kementerian Pariwisata
Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Kementerian Pariwisata
Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Kementerian Pariwisata
Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Kementerian Pariwisata
Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kementerian Pariwisata
Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Kementerian Pariwisata
Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Kementerian Pariwisata
Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Kementerian Pariwisata
Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Kementerian Pariwisata
Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Kementerian Pariwisata
Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Kementerian Pariwisata
Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Kementerian Pariwisata
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com