Kemenparekraf Siap Optimalkan Industri Gaming yang Terus Tumbuh Selama Pandemi

Kompas.com - 01/07/2020, 11:40 WIB
Inadha Rahma Nidya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Direktur Industri Kreatif, Film, Televisi, dan Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) Syaifullah mengatakan, di tengah masa pandemi Covid-19, industri gaming mengalami perkembangan signifikan.

“Berbeda dengan industri parekraf lainnya, data Asosiasi Game Indonesia (AGI) menunjukkan, selama pandemi Covid-19 pengembang game Indonesia tumbuh 10-20 persen, sejalan dengan pelonjakkan pengguna platform digital,” kata Syaifullah, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut dikatakan Syaifullah, saat mengisi Webinar Seri Ngobrol Parekraf bertema Potensi Besar Industri Gaming di Indonesia, Selasa (30/6/2020).

Pada kesempatan yang sama, Presiden Indonesia Esports Premier League (IESPL) Giring Ganesha mengatakan, eSports bisa menjadi profesi yang menjanjikan bagi generasi muda.

Baca juga: Agate Luncurkan Code Atma, Game Mitologi Horor Warisan Nusantara

Ia kemduian mencontohkan pengembang game seperti Agate dari Bandung yang berhasil merilis game berjudul Valthirian Arc: Hero School Story dan meraih pemasukan sebesar 1 juta dollar AS.

"Pemain eSports bertalenta Rizki Faidan, berhasil menjuarai PES League Asia Finals 2019, dan menjadi salah satu atlet eSports ternama di Asia Tenggara,” kata Giring.

Giring menjelaskan, kepopuleran eSports dipengaruhi tiga hal. Pertama, shifting from PC to mobile, yang menunjukkan pergeseran tren penggunaan game ke perangkat yang lebih praktis yaitu telepon genggam.

Kedua, shifting from single to multiplayer yang berarti mode multipemain. Sedangkan faktor ketiga, shifting from playing to watching, yaitu peminat game menonton pemain lain menyelesaikan game melalui platform digital.

Baca juga: Ajang Pencarian Bakat Esports Pertama Indonesia Akan Hadir di Layar Kaca

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa industri gaming Indonesia semakin diakui eksistensinya. Hal ini terlihat dari data IESPL 2019 yang menunjukkan, Indonesia menempati peringkat 12 pasar gaming dunia.

Data tersebut juga menyebut total pemain game aktif di Indonesia sebanyak 62,1 juta orang dengan pendapatan sebesar 1,04 miliar dollar AS.

“Impian kami adalah melihat semakin banyak atlet eSports Indonesia menjuarai panggung kompetisi internasional dan melihat bendera merah putih berkibar diiringi lagu Indonesia Raya,” kata Giring.

Optimalkan potensi industri gaming

Menanggapi hal tersebut, Syaifullah mengatakan, Kemenparekraf mendorong para pelaku ekonomi kreatif mengoptimalkan potensi industri gaming Indonesia.

Caranya adalah dengan menghadirkan skema insentif, dan menggelar berbagai acara seperti Piala Presiden Esports pada Februari 2020, serta Game Lokal Kreasi Indonesia (Gelora) 2020.

“Kami menyaksikan banyak talenta dan konsep orisinil game developer lokal dari berbagai daerah. Beberapa perusahaan besar juga mulai serius menggarap sektor game dengan menjadi sponsor beberapa tim eSports Indonesia,” kata Syaifullah.

Syaifullah optimis, industri gaming Indonesia berpotensi besar untuk berkembang dan bersaing dalam pasar internasional.

Baca juga: Atlet Esports Daerah Diharapkan Siap Bersaing di Level Internasional

Pasalnya pada 2017, pengembang aplikasi dan game berkontribusi 1,93 persen atau Rp 19.115,1 miliar terhadap produk domestik bruto sektor ekonomi kreatif Indonesia.

“Pada tahun yang sama, sektor ini dapat menyerap 44.733 tenaga kerja pada subsektor aplikasi dan game developer,” kata Syaifullah.

Meski begitu Syaifullah mengakui, industri gaming masih memiliki beberapa masalah, antara lain pembajakan, keamanan siber, serta pemerataan akses telekomunikasi.

Untuk itu, Asosiasi Game Indonesia (AGI) bersama LIPI dan Kominfo, sedang melakukan riset nasional untuk mengetahui kondisi terbaru ekosistem industri game Indonesia.

Pasalnya, ketersediaan data yang akurat menjadi poin penting dalam penyusunan kebijakan pengembangan ekosistem gaming nasional.

Terkini Lainnya
Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Kementerian Pariwisata
Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Kementerian Pariwisata
Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Kementerian Pariwisata
Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Kementerian Pariwisata
Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kementerian Pariwisata
Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Kementerian Pariwisata
Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Kementerian Pariwisata
Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Kementerian Pariwisata
Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Kementerian Pariwisata
Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Kementerian Pariwisata
Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Kementerian Pariwisata
Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Kementerian Pariwisata
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com