Kemenpar Promosikan 5 Destinasi Super Prioritas di WFC Summit 2019

Kompas.com - 23/09/2019, 13:20 WIB
Hotria Mariana,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lima Destinasi Super Prioritas diperkenalkan dalam acara World Flower Council (WFC) Summit 2019, Nusa Dua, Bali, Minggu (22/9/2019).

Adapun kelima destinasi tersebut terdiri dari wilayah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Zona Ekonomi Khusus Likupang Minahasa Utara.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani lewat rilis yang diterima Kompas.com, Senin (23/9/2019) mengatakan, pengembangan kelima area tersebut dinilai dapat membangkitkan sektor pariwisata Indonesia.

Apalagi, lanjut Rizki, setiap destinasi memiliki pesona berbeda, sehingga bisa menjadi pilihan bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia.

Baca juga: Perkuat Konsep Nomadic Tourism, Kemenpar Bangun Homepod di Labuan Bajo

Rizkin lantas memberi contoh Labuan Bajo. Dikatakannya, kawasan ini memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa.

Mulai dari pantai, air terjun, laut, hingga yang paling fenomenal keberadaan komodo yang menjadi kebanggaan Indonesia.

"Pengembangan ini bakal mengakomodasi kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia," ujar Rizki.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani saat memberikan sambutan di acara gala dinner World Flower Council (WFC) Summit 2019, Nusa Dua, Bali, Minggu (22/9/2019).Dok. Kemenpar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani saat memberikan sambutan di acara gala dinner World Flower Council (WFC) Summit 2019, Nusa Dua, Bali, Minggu (22/9/2019).
Terkait keikutsertaan Indonesia dalam ajang WCF Summit 2019, Rizki berharap WCF bisa berkolaborasi dengan berbagai event serupa Tanah Air, seperti Tomohon Flower Festival atau Malang Flower Carnival

Baca juga: Festival Bunga Tomohon ke-8 Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan

"Alangkah baiknya kalau ke depan berkoordinasi, sehingga mengangkat event tersebut dan juga bisa mendatangkan wisman dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat," ujarnya.

Secara terpisah, Menteri Pariwisata (Menpar) Arif Yahya meyakini jika dukungan pada acara tersebut sangat tepat sasaran.

"Dunia sudah harus terus diperkenalkan dengan lima destinasi super prioritas. Mungkin nantinya tidak langsung datang, tetapi pada kunjungan selanjutnya. Dengan diperkenalkan seperti ini mereka tentunya akan penasaran," ujar Menpar.

Mengenai acara WFC Summit 2019, Arief pun mengapresiasi acara tersebut. Dengan begitu, Indonesia dapat semakin menunjukkan betapa hangatnya pariwisata Tanah Air.

Baca juga: Menpar Yakin Sail Nias 2019 Jadi Momentum Peningkatan Pariwisata Nias

"Sambil menyelam minum air. Saya yakin cerita indah akan menjadi corong marketing yang baik karena didengar langsung dari yang mengalaminya," pungkasnya.

Terkini Lainnya
Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Kementerian Pariwisata
Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Kementerian Pariwisata
Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Kementerian Pariwisata
Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Kementerian Pariwisata
Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kementerian Pariwisata
Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Kementerian Pariwisata
Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Kementerian Pariwisata
Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Kementerian Pariwisata
Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Kementerian Pariwisata
Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Kementerian Pariwisata
Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Kementerian Pariwisata
Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Kementerian Pariwisata
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com