Tari Berburu dan Perang Buka Festival Crossborder Sota 2019 di Papua

Kompas.com - 15/06/2019, 08:00 WIB
Alek Kurniawan,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Tampak sejumlah penari pria asal Merauke datang dengan membawa peralatan berburu seperti panah lenglkap demgan busurnya. Mereka digambarkan layaknya sedang berburu.

Tiba-tiba, datang lagi segerombolan penari dengan membawa peralatan perang seperti tombak. Alhasil, terjadilah perperangan antar kedua kelompok penari tersebut.

Namun, kedua belah pihak sama-sama menjadi korban. Kemudian, masuklah penari wanita.

Mereka mengobati dan berdoa untuk kedua belah pihak. Setelah para penari pria bangun, senjata-senjata yang ada kemudian dilucuti. Penari pria dan wanita pun sama-sama menari Sajojo.

Kejadian di atas bukanlah sebuah perperangan yang terjadi secara nyata, melainkan sebuah tarian khas Papua.

Baca jugaKonser Musik Malaka 2019 Tampilkan Tari Kolosal Tanah Timor

Tarian yang diberi nama Tari Berburu, Tari Perang, Tari Mambri, dan Tari Sajojo itu merupakan suguhan pembuka dalam opening ceremony Festival Crossborder Sota 2019, Jumat (14/6/2019).

Para wanita ini sedang membawakan Tari Mambri di pembukaan Festival Crossborder Sota 2019 di Papua, Jumat (14/6/2019).Dok. Humas Kementerian Pariwisata Para wanita ini sedang membawakan Tari Mambri di pembukaan Festival Crossborder Sota 2019 di Papua, Jumat (14/6/2019).
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata ( Kemenpar), Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, cara penyampaikan atraksi itu sangat luar biasa.

Tak hanya itu, makna yang ada dalam tarian sangat luar biasa, yakni mengajarkan kebersamaan. Hal inilah yang kemudian membuat pembukaan Festival Crossborder Sota 2019 menjadi spesial.

"Atraksi budaya Papua, seperti tari-tarian, selalu mampu menarik minat wisatawan. Terbukti, kali ini tarian Papua juga bisa membuat para pengunjung tertarik. Apalagi, kali ini ada pesan yang disampaikan dalam tarian itu,” papar Ricky.

Sementara itu, Wakil Bupati Merauke Sularso yang hadir dalam pembukaan festival tersebut mengaku sangat senang dengan adanya event ini. Untuk itu, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata.

"Saya sangat berterima kasih buat Kemenpar. Karena sentuhan dan kebijakan Kemenpar menyentuh Merauke. Juga telah mengangkat potensi yang ada di Merauke," ungkapnya.

Baca jugaAksi Enerjik Ras Muhamad Tutup Festival Crossborder Skouw 2019

Di samping seni budaya, lanjut Sularso, semua potensi diangkat, seperti budaya unggulan, budaya Marin Anim dan perpaduan budaya dengan negara tetangga, Papua Nugini.

Para perempuan ini sedang membawakan Tari Mambri di pembukaan Festival Crossborder Sota 2019 di Papua, Jumat (14/6/2019). Dok. Humas Kementerian Pariwisata Para perempuan ini sedang membawakan Tari Mambri di pembukaan Festival Crossborder Sota 2019 di Papua, Jumat (14/6/2019).
Sularso menjelaskan, Merauke telah menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. Ini dapat mendatangkan wisatawan sehinggat bisa meningkat perekonomian masyarakat .

"Pariwisata bisa untuk percepatan pembangunan. Hal itu sesuai visi presiden dan bupati. Kami harus bersama-sama memajukan Merauke melalui pariwisata,” katanya.

Di tempat berbeda, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun memberikan apresiasinya atas pembukaan Festival Crossborder Sota 2019.

"Event ini mempunyai banyak makna. Pertama, mengangkat potensi yang ada di Merauke. Kedua, mendatangkan wisatawan asal Papua Nugini,” papar Mantan Dirut PT Telkom itu.

Arief menjelaskan, festival crossborder seperti ini bisa menjadi senjata pamungkas untuk memenuhi target kunjungan wisatawan tahun ini.

Baca jugaKejar Target 20 Juta Wisman, Indonesia Hadir di ATM Dubai

Terkini Lainnya
Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Kementerian Pariwisata
Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Kementerian Pariwisata
Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Kementerian Pariwisata
Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Kementerian Pariwisata
Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kementerian Pariwisata
Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Kementerian Pariwisata
Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Kementerian Pariwisata
Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Kementerian Pariwisata
Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Kementerian Pariwisata
Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Kementerian Pariwisata
Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Kementerian Pariwisata
Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Kementerian Pariwisata
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com