Ke Tanjungpinang, Kemenpar Rekomendasikan Santap 10 Kuliner Ini

Kompas.com - 06/06/2019, 09:00 WIB
Hotria Mariana,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com
- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan bahwa wilayah Tanjungpinang kaya akan kuliner yang kenikmatannya sudah terkenal hingga mancanegara.

Kementerian Pariwisata ( Kemenpar) pun dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (5/6/2019), merilis 10 rekomendasi kuliner lezat di Tanjungpinang. Menu kuliner apa sajakah itu? 

1. Gonggong

Gonggong merupakan sajian kuliner khas Kepri yang sangat digemari oleh wisatawan di Tanjungpinang.

Sejatinya gonggong ini adalah sejenis siput laut yang diolah dengan dibumbui lalu dimasak bersama dengan cangkangnya.

Selain dimasak kuah, gonggong juga bisa digoreng dan dibentuk menjadi keripik. Rasanya renyah dan gurih.

2. Deram-deram

Sekilas mirip dengan donat, namun ukurannya lebih kecil. Bahan dasar kue ini adalah tepung beras yang dicampur dengan gula merah dan digoreng menggunakan minyak.

Konon katanya kue ini merupakan salah satu camilan yang disediakan untuk Kesultanan Melayu.

3. Bilis Gulung

Sering disebut kue, namun sebenarnya Bilis Gulung lebih berupa camilan.

Selain disebut Bilis Gulung, camilan ini juga terkenal dengan nama lain yaitu Angko Bilis dan Bilis Berselimut.

Pembuatan Bilis Gulung ini sendiri masih dapat dikatakan tradisional, yaitu menggunakan tenaga tangan, tanpa sentuhan mesin sedikit pun.

4. Batang Buruk

Kue ini merupakan warisan turun temurun orang Melayu selama lebih dari 450 tahun yang lalu.

Batang Buruk terbuat dari adonan yang terdiri dari tepung gandum, tepung beras dan kelapa yang diberi isian serbuk kacang hijau yang digoreng.

Rasa manis susu, gula dan kacang hijau membuat Kue Batang Buruk tak lagi dihidangkan hanya saat perayaan besar. Namun juga dijadikan oleh-oleh favorit khas Tanjung Pinang.

5. Mie Lendir


Kuliner ini merupakan hidangan mie kuning rebus yang disiram kuah kacang kental berwarna coklat.

Tekstur kuah tersebutlah yang membuat mie ini disebut mie lendir.

6. Badak Berendam

Kue berbentuk bola-bola berwarna hijau ini begitu populer di Pantai Timur Malaysia, tepatnya di wilayah Kelantan dan Trengganu.

Dalam pembuatannya, Badak Berendam memerlukan bahan-bahan seperti tepung ketan, tepung sagu, santan, air kapur sirih, dan pasta pandan atau pewarna makanan.

Sementara itu, saus santannya terdiri dari santan, sedikit tepung beras, serta gula pasir.

7. Air Dohot

Minuman ini merupakan hasil rebusan buah kering seperti dohot dan kesemak. Resepnya digali dari naskah-naskah kuno Melayu.

Menurut salah satu sumber, Raja Zainab yang sampai hari ini masih memegang resep minuman tersebut.

8. Gelombang Malaysia

Gelombang Malaysia adalah nama camilan yang saat ini sedang populer di Tanjung Pinang.

Bentuknya seperti keripik bertingkat dan bergelombang dengan rasa gurih dan manis. Cemilan ini mudah dijumpai di toko-toko oleh-oleh di sepanjang jalan protokol Tanjung Pinang.

9. Pulut Sambal

Pulut Sambal adalah sajian ketan putih yang disandingkan dengan sambal khas Tanjung Pinang.

Menu ini kian populer di Tanjungpinang dan banyak disajikan di tempat-tempat makan atau kafe.

10. Kopi Sekanak

Kopi sekanak merupakan kopi yang terbuat dari campuran berbagai macam rempah.

Jenis kopi yang harus digunakan untuk membuat kopi ini adalah kopi robusta.

Saat kopi belum diaduk, Anda akan merasakan cita rasa pahit yang sangat kuat.

Namun setelah kopi diaduk, rasa rempah di dalamnya terasa lebih nikmat. Apalagi jika Anda menyesapnya dengan kayu manis yang lebih dulu digunakan untuk mengaduknya.

Sebenarnya, selain kuliner di Tanjung Pinang banyak pula objek wisata menarik yang patut dikunjungi.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kepulauan Riau (Kepri), Boeralimar.

Ia mengatakan Tanjung Pinang memiliki destinasi wisata lengkap yang dapat mengisi #PesonaMudik2019.

“Kami memiliki banyak event. Paket ini lalu disempurnakan dengan keunikan dan kenikmatan kulinernya,” terang Boeralimar.

Terkini Lainnya
Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Kementerian Pariwisata
Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Kementerian Pariwisata
Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Kementerian Pariwisata
Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Kementerian Pariwisata
Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kementerian Pariwisata
Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Kementerian Pariwisata
Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Kementerian Pariwisata
Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Kementerian Pariwisata
Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Kementerian Pariwisata
Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Kementerian Pariwisata
Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Kementerian Pariwisata
Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Kementerian Pariwisata
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com