Simak, Pilihan Destinasi Keren untuk Liburan Mudik di Tangerang

Kompas.com - 11/05/2019, 16:00 WIB
Auzi Amazia Domasti,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Banyak destinasi menarik di Banten. Tanjung Lesung merupakan salah satu yang populer.

Namun, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan destinasi menarik tidak hanya itu. Khususnya, di daerah Tangerang, banyak juga yang menarik dan bisa dikunjungi pada libur lebaran mendatang.

"Jangan dikira tempat wisata di Banten yang bagus hanya di Tanjung Lesung. Masih banyak destinasi indah di daerah lainnya. Salah satunya ya di Tangerang ini selain pemandangan alamnya yang luar biasa, juga sangat cocok untuk liburan keluarga," ujar Menpar Arief Yahya melalui keterangan rilis, Sabtu (11/5/2019)

Menpar Arief Yahya juga mengingatkan agar semua pihak menjaga destinasi budaya dan alam di mana pun.

“Semakin meningkatnya pariwisata di satu daerah, maka akan meningkatkan kunjungan wisata. Karena itu, akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Termasuk juga di Tangerang,” ujarnya.

Berikut ini ada 10 pilihan destinasi wisata Tangerang yang bisa dinikmati di masa #PesonaMudik2019.

Scientia Square Park

Terletak di Jl. Scientia Boulevard Gading Serpong, Tangerang, destinasi wisata Scientia Square Park memiliki konsep taman terbuka. 

Tempat wisata ini menawarkan banyak spot maupun aktivitas menarik seperti memberi makan ikan koi, jogging, dan wall climbing (panjat dinding).

Selain itu, pengunjung bisa pula mengajak si kecil untuk berinteraksi langsung dengan kupu-kupu berwarna-warni yang banyak ditemukan di area The Metamorphosis of Butterfly. 

Kemudian ada Universe Amphitheater yang menyediakan tempat duduk berupa lantai kayu yang artistik dan bantal-bantal besar berwarna hijau sebagai tempat bersantai.

Museum Benteng Heritage

Museum Benteng Heritage merupakan sebuah gedung yang dibangun pada abad ke-17 dengan sentuhan arsitektur tradisional Tionghoa. Museum yang berlokasi di Jl. Cilame No. 20, Pasar Lama ini merupakan salah satu bangunan yang paling tua di Kota Tangerang.

Salah satu hal menarik yang bisa ditelusuri di tempat ini yaitu mengetahui sejarah mendaratnya armada Cheng Ho di Indonesia. Selain itu, bagi yang menyukai fotografi, ada juga sebuah galeri yang menyimpan berbagai model kamera kuno. 

Marcopolo Waterpark

Marcopolo Waterpark Serpong adalah salah satu tempat wisata yang tepat jika Anda menyukai rekreasi wisata air. 

Tempat wisata yang berlokasi di Jl. Kampung No. 58, Panunggangan Utara, Pinang, Kota Tangerang ini menawarkan beberapa wahana permainan air, seperti kolam arus dan big slider. Selain itu, ada pula kolam renang untuk anak-anak yang dilengkapi dengan air mancur.

Menariknya, Marcopolo Waterpark Serpong berada di lantai 5 Gedung Great Western. Hal ini membuat para pengunjung dapat melihat langsung pemandangan Kota Tangerang dari ketinggian sambil bermain air. 

Ocean Park Water Adventure

Tempat rekreasi air di Tangerang lain adalah Ocean Park Water Adventure.

Letaknya di Jl. Pahlawan Seribu, CBD Area, Tangerang Selatan. Jam bukanya pukul 11.00 WIB – 19.00 WIB (Senin – Jumat) atau 08.00 WIB – 19.00 WIB (akhir pekan).

Ada beberapa wahana seru yang dapat dicoba, seperti Adrenaline Rush, The Ocean, dan A Paradise for Kiddo. Tersedia pula berbagai fasilitas pendukung, yaitu loker, toilet, shower, WiFi, food court, dan nursing room.

Taman Wisata Pulau Situ Gintung

Pilihan wisata alam di Tangerang yang bisa dicoba adalah mengunjungi Taman Wisata Pulau Situ Gintung. Tempat wisata di Tangerang ini terletak di Jl. Kertamukti Pisangan Raya No. 121, Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan.

Selain menyajikan pemandangan alam dan udara yang segar, objek wisata ini juga merupakan pusat kegiatan edukasi yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Beberapa kegiatan itu antara lain berkemah, outbound, bahkan reuni dan gathering. 

Untuk masuk ke area wisata Situ Gintung, pengunjung hanya perlu membayar tiket seharga Rp 10.000. Namun, untuk bermalam biayanya naik menjadi Rp 20.000.

Taman Buaya Tanjung Pasir 

Taman Buaya Tanjung Pasir merupakan area penangkaran buaya yang cukup besar. Anda bisa melihat secara langsung ratusan buaya berbagai ukuran yang dikoleksi di tempat wisata di Tangerang ini.

Meskipun demikian, tak perlu khawatir karena area penangkaran tergolong aman. Selain itu, lokasi dilengkapi pula dengan pepohonan sehingga suasana terasa teduh dan sejuk. 

Tidak ada atraksi spesifik yang disuguhkan, tetapi Anda bisa melihat momen ketika buaya diberi makan.

Waktu kunjungan ke tempat ini mulai di jam 08.00 WIB – 18.00 WIB setiap hari. Harga tiket masuknya seharga Rp8.000 untuk dewasa, dan Rp4.000 untuk anak-anak.

Situ Cihuni

Situ Cihuni yang terletak di Desa Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang menawarkan keindahan alam danau yang menyegarkan. 

Bagi Anda yang senang bersepeda, Situ Cihuni menjadi salah satu rute sepeda yang cukup menantang. Rute yang cukup populer bagi para pesepeda ini disebut sebagai Jalur Naga. 

Bukan hanya itu, tempat wisata di Tangerang ini juga memiliki kawasan agrowisata seluas 32 hektar. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan, termasuk memanen sayuran dan buah.

Froggy Edutography Floating Castle

Froggy Edutography Floating Castle cocok untuk tempat bermain anak. Letaknya ada di kawasan BSD Grand Boulevard, Tangerang Selatan.

Sebutan lainnya adalah Istana Melayang. Wajar, dari namanya saja jadi membuat penasaran. 

Bangunan megah ini terdiri atas 66 lembar kaca dengan tinggi 10,8 meter, lebar 1,9 meter, dan tebal 19 milimeter. 

Lembaran-lembaran kaca ini sama sekali tidak disambung, hanya digantung atau menggunakan teknik suspended. Nah, model inilah yang menimbulkan efek melayang.

Bangunan yang terdiri atas 10 lantai ini menawarkan beragam hal menarik, khususnya untuk anak-anak. Misalnya, ada sebuah lantai yang khusus menyediakan fasilitas indikator kecerdasan anak berdasarkan ciri-cirinya.

Pulau Cangkir Kronjo

Pesisir utara Kabupaten Tangerang memiliki pesona tersendiri. Pada wilayah ini, terdapat sebuah kawasan yang berbentuk serupa cangkir dengan luas 4,5 hektar dengan panorama mangrove. 

Pulau kecil ini dihubungkan dengan daratan oleh sebuah jembatan yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama beberapa menit.

Meskipun kecil, pengunjung dapat menikmati keindahan pantai di sekitarnya dan bisa juga melakukan ziarah di makam salah seorang ulama besar di Banten, yaitu Syekh Waliyuddin. 

Telaga Biru Cisoka

Banyak orang mengenal Telaga Biru Cisoka dengan nama Danau Biru Cigaru. Dahulu, tempat ini merupakan lokasi galian pasir, tetapi saat ini sudah tidak lagi beroperasi.

Setelah beberapa lama, lubang bekas galian pasir tersebut terisi oleh air hujan. Lama-kelamaan, air yang tertampung semakin banyak sehingga membentuk telaga. 

Lokasi persisnya ada di Kampung Cigaru, Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Ada dua danau yang bisa dikunjungi di destinasi wisata ini. Danau pertama berada di sebelah kanan pintu masuk. Air danau tersebut berwarna biru. 

Sementara itu, danau kedua yang berada di sebelah kiri pintu masuk memiliki air yang berwarna hijau. Perbedaan warna danau ini dipengaruhi oleh kadar keasamannya.

Terkini Lainnya
Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Kementerian Pariwisata
Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Kementerian Pariwisata
Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Kementerian Pariwisata
Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Kementerian Pariwisata
Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kementerian Pariwisata
Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Kementerian Pariwisata
Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Kementerian Pariwisata
Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Kementerian Pariwisata
Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Kementerian Pariwisata
Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Kementerian Pariwisata
Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Kementerian Pariwisata
Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Kementerian Pariwisata
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com