Kepulauan Riau Catat Kenaikan Jumlah Kunjungan Wisman

Kompas.com - 03/04/2019, 10:07 WIB
Mikhael Gewati

Editor

KOMPAS.com - Sebagai daerah cross border atau perbatasan, geliat pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri) semakin terlihat dari waktu ke waktu. Jumlah wisatawan mancanegara ( wisman) pun terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, kehadiran wisman di daerah tersebut di bulan Februari mencapai 231,397 kunjungan.

Kepala BPS Kepri, Ir. Zulkipli mengatakan, jumlah tersebut meningkat 23,93 persen dibanding Januari 2019 yang berjumlah 186,722 kunjungan. Adapun Jika dibanding dengan Februari 2018, angkanya meningkat 12,35 persen.

“Dari data kunjungan wisman pada Januari-Februari 2019, jumlah terbanyak berasal dari Singapura yakni sebesar 43,95 persen. Ini menjadi angka yang menggembirakan dan kemungkinan masih akan terus bertambah,” ujarnya, Senin (1/4/2019) di Kepri, seperti keterangan tertulis yang Kompas.con terima. 

Menurutnya, kenaikan jumlah kunjungan wisman tersebut diperoleh dari 4 pintu masuk yang ada di Provinsi Kepulauan Riau. Rincaiannya adalah sebagai berikut

Pertama di Kota Tanjungpinang yang naik 42,75 persen. Kedua, Kabupaten Karimun yang naik 32,12 persen. Ketiga Kota Batam naik 22,86 persen dan Kabupaten Bintan naik 21,36 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Boeralimar mengaku sangat mengapreasiasi kenaikan jumlah kunjungan wisman tersebut. Baginya, prestasi ini merupakan hasil kerja nyata seluruh stakeholder terkait yang telah bekerjasama meningkatkan kunjungan wisman ke Kepri.

“Target Kunjungan Kepri tahun 2019 masih jauh. Kami akan terus bekerjasama dengan stakeholder pariwisata di Kepri untuk terus menggenjot kunjungan wisman dengan mengadakan event-event bersekala Internasional,” jelasnya.

Dua wisman terlihat asyik menikmati salah satu tempat pariwisata yaang ada di kawasan Lagoi Bintan, Kepulauan Riau.KOMPAS.com/HADI MAULANA Dua wisman terlihat asyik menikmati salah satu tempat pariwisata yaang ada di kawasan Lagoi Bintan, Kepulauan Riau.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, secara geografis Kepri sangat diuntungkan karena berdekatan dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

Dengan jarak tempuh yang relatif cepat maka banyak wisatawan dari kedua negara tersebut yang bertandang ke Kepri. Bahkan, banyak pula turis dari negara lain yang berkunjung di Singapura, kemudian memperpanjang masa liburannya ke Batam.

“Daerah cross border memang memiliki keistimewaan tersendiri. Terlebih bagi Kepri yang dianugerahi garis pantai nan indah. Banyaknya event yang digelar pemerintah setempat, juga menjadi daya tarik yang selalu ditunggu para pelancong,” ungkapnya, didampingi Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Di tempat terpisah, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan, Kemenpar mempunyai penilaian positif terhadap Kepulauan Riau.

Ini karena Kepri menjadi daerah yang cukup konsisten mengembangkan sektor pariwisata, disamping Bali, Yogyakarta, dan beberapa daerah prioritas lainnya. Keseriusan ini  bisa dilihat dari pengembangan konsep 3A, yaitu amenitas, aksesibilitas dan atraksi.

“Penerapan konsep 3A di Kepulauan Riau sudah cukup baik. Daerah ini memiliki amenitas yang memadai, aksesibilitas yang sangat menunjang kedatangan wisatawan, dan memiliki banyak atraksi menarik," ucap Menpar.

Meski begitu, Menpar Arief berharap Dinas Pariwisata setempat tidak cepat berpuas diri dan terus memaksimalkan potensi yang ada. Dengan begitu, kunjungan wisman tidak terbatas hanya ada dimasa tertentu saja.

Terkini Lainnya
Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Kementerian Pariwisata
Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Kementerian Pariwisata
Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Kementerian Pariwisata
Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Kementerian Pariwisata
Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kementerian Pariwisata
Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Kementerian Pariwisata
Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Kementerian Pariwisata
Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Kementerian Pariwisata
Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Kementerian Pariwisata
Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Kementerian Pariwisata
Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Kementerian Pariwisata
Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Kementerian Pariwisata
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com