5 Tahun Berturut-turut, Menpar Raih Men's Obsession Award

Kompas.com - 08/03/2019, 09:33 WIB
M Latief

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendapat penghargaan di ajang Men's Obsession Award, Rabu (6/3/2019) lalu, sebagai best individual achievers dalam kategori menteri.

Penghargaan ini diterimanya selama 5 tahun berturut-turut. Arief bersama nama-nama pemenang lainnnya muncul lewat proses seleksi yang mengacu pada riset Indonesia Research and Survey (IReS).

Arief Yahya dinilai sebagai pribadi yang punya program dan agresif untuk tujuan yang lebih baik. Dia juga dinilai memiliki sasaran jelas dan terukur, serta menyimpan obsesi-obsesi besar di masa depan.

"Terima kasih atas kepercayaan ini," kata Arief Yahya, Kamis (7/3/2019).

Menurut dia, penghargaan tersebut merupakan apresiasi terhadap seluruh tim di Kementerian Pariwisata ( Kemenpar).

"Karena saat ini seluruh tim sedang bekerja keras untuk mengejar target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, sekaligus menjadikan sektor pariwisata sebagai pencetak devisa negara terbesar," tambah Arief.

Dia mengatakan, penghargaan ini semakin menaikkan confidence level jajarannya dalam mengejar target 20 juta kunjungan wisman di 2019. Menurut dia, formula terbaiknya sudah disiapkan untuk memaksimalkan seluruh program yang ada.

"Kami punya keyakinan tinggi untuk mendapatkan hasil terbaik," katanya.

Dengan tambahan penghargaan ini, Arief mengakui, dirinya dan jajarannya makin percaya diri. Sepanjang 2018, kementerian di bawah komandonya memperoleh 66 penghargaan dari lembaga-lembaga yang kredibel.

Kemenpar sendiri terpilih sebagai The Best Ministry Of Tourism atau Best National Tourism Organization (NTO) se-Asia Pasifik di ajang TTG Travel Awards 2018. Bahkan, World Travel & Tourism Council (WTTC) menempatkan Indonesia di posisi ke-9 negara dengan pertumbuhan wisman tercepat di dunia nomor 3 di Asia dan nomor 1 di Asia Tenggara.

Kunjungan wisman ke Indonesia tercatat tumbuh 22 persen. Angka tersebut berarti 3 kali lipat dibandingkan rata-rata pertumbuhan regional Asia Tenggara (7 persen). Bahkan, pertumbuhan dunia saja hanya 6 persen.

Pertumbuhan pariwisata Indonesia yang meroket juga sejalan dengan pertumbuhan investasi di sektor pariwisata. Pariwisata semakin terlihat seksi di mata investor.

Hingga kuartal I tahun 2018, nilai realisasi investasi pariwisata sudah mencapai 21,67 persen atau 433,5 juta dollar AS. Padahal, target 2018 hanya sebesar 2.000 juta dollar AS. Bahkan, devisa dari sektor pariwisata di 2018 diproyeksikan mencapai 17,6 miliar dollar AS. Angka tersebut didapatkan dari kunjungan 16 juta wisman di 2018.

"Artinya, pariwisata kita tumbuh signifikan. Performanya tetap positif. Meskipun saat ini hasil devisa tahun 2018 masih dalam tahap penghitungan," papar Arief.

Pencapaian pun tak berhenti sampai di situ. Pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang dikembangkan sebagai Bali Baru mengalami kemajuan signifikan, terutama dalam unsur 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas).

Penambahan penerbangan langsung dikebut di seluruh area DPP. Pengembangan amenitas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keunggulan daerah juga dilakukan. Bahkan, yang terbaru, Mandalika bersiap mewujudkan mimpi menjadi tuan rumah penyelenggaraa MotoGP di 2021.

"Keinginan kami kami hanya satu, menjadikan pariwisata sebagai core ekonomi bangsa. Kami yakin pariwisata bisa membawa banyak kesejahteraan untuk Indonesia," ujar Arief Yahya.

Terkini Lainnya
Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Jelajahi Petualangan Raga dan Rasa di Balik Kemegahan Borobudur

Kementerian Pariwisata
Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Dari Ekowisata hingga Spa Rempah Lokal: Perjalanan Menyenangkan di Likupang

Kementerian Pariwisata
Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Destinasi “Healing” di Mandalika, Perpaduan Kearifan Lokal dan Keindahan Alam

Kementerian Pariwisata
Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Menpar Imbau Pengelola Destinasi Wisata Patuhi Aturan Perizinan

Kementerian Pariwisata
Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kinerja Pariwisata Indonesia 2024 Positif, Sumbang Devisa 12,63 Miliar Dollar AS hingga Raih 67 Penghargaan

Kementerian Pariwisata
Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Cocok untuk Libur Akhir Tahun, Pantai Kelingking Jadi Pantai Terbaik di Asia pada 2024 

Kementerian Pariwisata
Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Libur Akhir Tahun di Borobudur, Ini Cara Beli Tiketnya

Kementerian Pariwisata
Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Bali Dipilih sebagai Tempat Favorit Wisatawan, Cocok Jadi Tempat Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Bingung Cari Destinasi Wisata Akhir Tahun? Coba Kunjungi Pantai Pasir Timbul Mansuar di Raja Ampat

Kementerian Pariwisata
Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Bali Destinasi Honeymoon Terbaik 2024, Tempat Tepat Pasutri Habiskan Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Nikmati Liburan Akhir Tahun di Berbagai Destinasi Wisata Gratis Kota Paris Van Java

Kementerian Pariwisata
Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Masuk Daftar Kota Terbaik Dikunjungi 2024, Jakarta Punya Destinasi Menarik untuk Libur Akhir Tahun

Kementerian Pariwisata
Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Sumba Jadi Destinasi Terbaik Dikunjungi 2024, Tempat Tepat untuk Libur Akhir Tahun 

Kementerian Pariwisata
Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Dorong Wisatawan Liburan #DiIndonesiaAja, Kemenparekraf Gandeng Tasya Kamila Luncurkan TVC “Libur Telah Tiba”

Kementerian Pariwisata
Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Libur Sekolah Telah Tiba, Ini Sederet Inspirasi Road Trip Seru ke Jawa Tengah

Kementerian Pariwisata
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com