Indonesia dan Prancis Sepakat Perkuat Hubungan Dagang dan Investasi

Kompas.com - 29/05/2025, 11:43 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia dan Prancis sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi bilateral.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto serta Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Kedaulatan Industri dan Digital Prancis Eric Lombard di Gedung AA Maramis, Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Pertemuan tersebut digelar menjelang Forum Bisnis Indonesia–Prancis. Pada pertemuan itu, kedua menteri dijadwalkan memberikan sambutan penutup serta menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara pelaku usaha dari kedua negara.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas berbagai isu strategis, termasuk penguatan kerja sama perdagangan dan investasi.

Baca juga: Menko Airlangga Dorong ASEAN Bersinergi Perkuat Industri Besi dan Baja yang Hijau dan Berkelanjutan

Berdasarkan data 2024, nilai total perdagangan Indonesia dan Prancis mencapai 2,4 miliar dollar AS dengan tren pertumbuhan positif dalam lima tahun terakhir. Namun, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit terhadap Prancis yang tercatat sebesar 532 juta dollar AS.

Untuk itu, Airlangga menekankan urgensi pengembangan kerja sama strategis, termasuk di sektor energi baru dan terbarukan. Ia menyampaikan bahwa proyek pengembangan energi panas bumi (geotermal) menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih dan berkelanjutan.

“Pemerintah telah membentuk Danantara sebagai lembaga dana investasi Indonesia yang juga akan berperan penting dalam pembangunan hilirisasi dan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) secara menyeluruh,” ujar Airlangga.

Baca juga: Perekonomian Nasional Sepanjang 2024 Solid, Menko Airlangga: PDP Per Kapita Indonesia Meningkat

Sebagai informasi, Prancis merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam sektor investasi. Sepanjang 2023, realisasi investasi Prancis di Indonesia mencapai 302,8 juta dollar AS. Investasi ini tersebar di sejumlah sektor prioritas nasional, mulai dari konstruksi, industri mesin dan elektronik, pariwisata, properti, hingga industri makanan.

Sejumlah perusahaan asal Prancis, seperti Eramet, Danone, L’Oréal, serta Michelin, juga telah beroperasi di Indonesia dan dinilai berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Pada pertemuan tersebut, kedua menteri juga membahas perkembangan Perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA) yang ditargetkan selesai tahun ini.

Airlangga berharap agar Prancis dapat memberikan dukungan terhadap percepatan penyelesaian perundingan tersebut sekaligus mendukung proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Baca juga: Terima Delegasi EU-ABC, Menko Airlangga Dorong Iklim Investasi dan Percepatan IEU-CEPA 

Menanggapi hal itu, Menteri Lombard menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mendorong keterlibatan aktif Prancis dalam mendukung Indonesia.

Perundingan diharapkan IEU–CEPA dapat segera mencapai kesimpulan pada tahun ini. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di Uni Eropa setelah Jerman, dukungan Prancis dinilai krusial dalam mendorong penyelesaian perjanjian tersebut.

Keberhasilan IEU–CEPA juga diyakini akan membuka akses pasar yang lebih luas, memperkuat arus perdagangan dan investasi, serta mendorong kerja sama ekonomi yang lebih erat antara Indonesia dan negara-negara anggota Uni Eropa, khususnya Prancis.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Industri Ali Murtopo Simbolon, serta Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Rudi Salahuddin.

Terkini Lainnya
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Kemenko Perekonomian
Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Kemenko Perekonomian
Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat "Indonesia Incorporated" untuk Perkuat Daya Saing dan Perekonomian Nasional

Kemenko Perekonomian
Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Kemenko Perekonomian
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Kemenko Perekonomian
Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com