Bertemu Mendag Inggris, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama JETCO dan Energi Bersih

Kompas.com - 30/04/2024, 13:09 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Perdagangan Inggris The Rt Hon Greg Hands MP di Kantor Departemen Bisnis dan Perdagangan (DBT) dalam rangka kunjungan kerja (kunker) di London, Inggris, Selasa (30/4/2023). 

Pertemuan kedua menteri berlangsung hangat digelar di salah satu ruangan bersejarah era Churchill. 

Mengawali perbincangan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berbagi kemajuan kerja sama penting antara Indonesia-Inggris, seperti pendirian King's College di Indonesia serta perkembangan hasil pemilihan umum (pemilu) yang berlangsung hanya dalam satu hari dengan damai. 

Hubungan dekat kedua negara ditandai dengan kesepakatan komite bersama ekonomi dan perdagangan Joint Economic and Trade Commission (JETCO), yang saat ini fokus pada tiga sektor kelompok kerja. 

Baca juga: Layang-layang, Permainan Tradisional yang Tetap Memiliki Nilai Ekonomi

“Saya berharap JETCO dapat segera menghasilkan hasil-hasil konkret, terutama di bidang energi dan ekonomi digital,” ucap Airlangga dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman ekon.go.id, Selasa.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Inggris The Rt Hon Greg Hands MP didampingi utusan khusus Perdana Menteri (PM) Inggris untuk Indonesia, Richard Graham yang fasih berbahasa Indonesia, menyampaikan kesan mendalam atas pelaksanaan pemilu di Indonesia seraya membandingkannya dengan proses serupa di Inggris. 

Lebih lanjut, Greg menawarkan kerja sama dalam energi bersih yang dianggap sesuai bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, mengklaim bahwa Inggris memiliki keunggulan dan pengalaman dalam hal ini. 

Penerapan energi bersih akan dikaitkan dengan pengelolaan kebijakan subsidi.

Baca juga: Genjot Energi Bersih, Bukit Asam Target Jadi Perusahaan Kelas Dunia yang Peduli Lingkungan

Greg juga mengutarakan harapannya terkait perdagangan produk susu dan turunannya dalam kerangka JETCO, yang mengalami masalah dalam pendaftaran karena memerlukan waktu yang lama, serta penerapan Sanitary and Phytosanitary (SPS). 

Terkait masalah tersebut, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia tengah melakukan deregulasi yang bertujuan untuk mempercepat mekanisme pendaftaran produk susu dan turunannya. 

Upaya tersebut bertujuan untuk mendukung tingginya permintaan akan produk susu dan turunannya melalui program pemerintah yang baru, yaitu pemberian susu gratis untuk siswa.

Dampak penerapan aturan uji tuntas

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga juga menyampaikan dampak penerapan aturan uji tuntas atau due diligence Inggris terhadap produk kelapa sawit Indonesia, serta mengharapkan perlakuan yang adil dalam penerapan aturan tersebut. 

Saat ini, Indonesia mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan Uni Eropa terhadap produk keberlanjutan, dan bersama dengan Malaysia berupaya mengelola masalah terkait aturan produk keberlanjutan.

Kedua menteri juga membahas gagasan kerja sama perdagangan bebas, aksesi Indonesia sebagai anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), dan kerja sama regional. 

Baca juga: Bertemu Presiden Peru, Jokowi Minta Dukungan untuk Perjanjian Perdagangan Bebas

Indonesia menyatakan kesiapannya untuk membuka perdagangan bebas dengan Inggris. 

Menanggapi gagasan tersebut, Greg menganggap pentingnya Indonesia masuk ke dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), di mana Inggris baru saja bergabung.

Perutusan khusus PM Inggris untuk Indonesia Richard Graham membahas kerja sama produksi mineral penting untuk mendukung industri baterai. 

Mengakhiri pertemuan, Greg mengajak Airlangga melihat tempat penyimpanan peta dunia saat Churchill mengatur strategi perang dunia.

Terkini Lainnya
AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

Kemenko Perekonomian
Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Kemenko Perekonomian
ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

Kemenko Perekonomian
Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Kemenko Perekonomian
Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Kemenko Perekonomian
Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Kemenko Perekonomian
Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Kemenko Perekonomian
Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Kemenko Perekonomian
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com