Menko Airlangga Apresiasi Peran Signifikan Ponpes dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Kompas.com - 15/09/2022, 14:00 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengapresiasi perkembangan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid dan Ponpes Zainul Hasan Genggong di Kabupaten Probolinggo.

Pasalnya, kata Airlangga, selama ini ponpes dikenal memiliki peran yang signifikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengelolaan bidang pendidikan.

Selain itu, lanjut dia, lembaga ponpes juga memberikan pengalaman berorganisasi kepada para santri dan santriwati yang diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

Melalui peran tersebut, ponpes turut memiliki andil dalam menciptakan pemimpin unggul yang berguna dalam pembangunan kemajuan bangsa.

Airlangga melanjutkan, peran penting ponpes juga terlihat dalam kemampuan untuk memajukan ekonomi umat. Tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi pondok pesantren semata, ponpes juga memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan sekitar.

Baca juga: Ke 2 Ponpes di Probolinggo, Airlangga Mengaku Silaturahmi

“Untuk santri dan santriwati, untuk terus semangat belajar dan mengikuti perkembangan keilmuan sekarang,” ujarnya melansir ekon.go.id saat mengunjungi Ponpes Nurul Jadid, Kamis (14/9/2022).

Menkot Airlangga juga merekomendasikan para santri untuk melanjutkan studi sebagai mahasiswa dan mahasiswi di jurusan kesehatan.

“Karena itu (kesehatan) menjadi sektor yang penting sejak terjadinya pandemi Covid-19. Masyarakat menantikan karya dan pengabdian dari adik-adik semuanya,” ungkapnya.

Di Ponpes Nurul Jadid, Airlangga bertemu dengan pengasuh ponpes KH Moh Zuhri Zaini dan beberapa pengurus ponpes lainnya.

Adapun Ponpes Nurul Jadid menaungi yayasan pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga universitas. Terdapat sekitar 15.000 santri yang menuntut ilmu di ponpes ini.

Baca juga: Hadapi Krisis Global, Menko Airlangga Perkuat Kebijakan Industri Pangan

Pada 2021, Ponpes Nurul Jadid menerima penghargaan sebagai Pesantren Terbaik dalam Penanganan Covid-19 dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selepas dari Ponpes Nurul Jadid, Airlangga melanjutkan kunjungan ke Ponpes Zainul Hasan Genggong dan bertemu Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, KH Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah di kediamannya.

“Kita harus tetap mempererat silaturahmi dengan ponpes-ponpes di Indonesia agar dapat bersama-sama bangkit dari pandemi dan memulihkan ekonomi dari sisi mikro, khususnya dari ekonomi pesantren dan masyarakat di sekitarnya,” ajaknya.

Adapun kunjungan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Airlangga setelah mengikuti Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Pengendalian Inflasi 2022 di Surabaya, Rabu (13/9/2022).

Baca juga: Perancis Dekati Indonesia, Airlangga Paparkan Potensi Kerja Sama Energi, Sawit, hingga Pertahanan

Terkini Lainnya
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Kemenko Perekonomian
Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Kemenko Perekonomian
Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat "Indonesia Incorporated" untuk Perkuat Daya Saing dan Perekonomian Nasional

Kemenko Perekonomian
Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Kemenko Perekonomian
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Kemenko Perekonomian
Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com