Dorong BLK Komunitas Cetak SDM Siap Kerja, Stafsus Menaker Tekankan Beberapa Hal Ini

Amalia Purnama Sari
Kompas.com - Rabu, 7 April 2021
Staf Khusus (Stafsus) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Dita Indah Sari (kanan) dan pakar pekerja migran Indonesia (PMI) Reyna Usman (kiri) dalam acara Sosialisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Bidang Wisata dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) Wilayah Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/4/2021).DOK. Humas Kemnaker Staf Khusus (Stafsus) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Dita Indah Sari (kanan) dan pakar pekerja migran Indonesia (PMI) Reyna Usman (kiri) dalam acara Sosialisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Bidang Wisata dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) Wilayah Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/4/2021).

KOMPAS.com – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Dita Indah Sari mengatakan, Balai Latihan Kerja ( BLK) Komunitas harus bisa mencetak tenaga kerja yang siap kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Untuk bisa melakukan hal itu, kata dia, BLK Komunitas harus melibatkan industri lokal, asosiasi industri, dan perusahaan penempatan tenaga kerja luar negeri sejak proses perencanaan pembangunan BLK, proses pelatihan, hingga pascapelatihan.

Dita pun mencontohkan penerapannya lewat BLK Komunitas yang menggelar pelatihan di sektor pariwisata. Menurut dia, dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di bidang ini, BLK Komunitas harus memperhatikan beberapa hal.

“Harus ada komunikasi dengan asosiasi industri seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Ini agar lulusan BLK Komunitas benar-benar memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri pariwisata setempat,” jelasnya.

Baca juga: Sesuaikan Perkembangan Jaman, Pejabat Fungsional Kemnaker Harus Berkolaboratif

Selain itu, menurutnya, BLK Komunitas juga harus bisa bersinergi dengan para pegiat, praktisi, dan asosiasi pariwisata, atau dalam kasus ini adalah PHRI dan pemerintah daerah (pemda).

Hal tersebut disampaikan Dita dalam acara Sosialisasi BLK Komunitas Bidang Wisata dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) Wilayah Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/4/2021).

Selain asosiasi setempat, tambah Dita, pengembangan BLK Komunitas di bidang pariwisata juga harus memperhatikan kerja sama dengan P3MI.

Dengan demikian, pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal, tetapi juga pasar kerja luar negeri.

Baca juga: Kemnaker Bersama Kemendes dan UNISA Berdayakan Masyarakat Desa, Ini Tiga Poin Kerja Samanya

Ia menambahkan, dalam sektor pariwisata, ada 20 keterampilan yang beririsan dengan keterampilan yang dibutuhkan pekerja migran Indonesia ( PMI).

Artinya, ketika BLK Komunitas mampu bermitra dengan PHRI dan P3MI, maka lulusan pelatihan akan bisa bekerja di dalam dan luar negeri.

“Asalkan ada permintaan dari luar negeri dan ada standar yang bisa disesuaikan,” kata dia seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu (7/4/2021).

Keuntungan bermitra dengan industri lokal

Dita menjelaskan, dengan menggandeng asosiasi industri lokal dan P3MI, BLK Komunitas bisa memiliki banyak keuntungan.

Salah satunya adalah penguatan soft skill dan attitude yang sesuai dengan industri lokal dan luar negeri.

Baca juga: Sukses Luncurkan Mang Covid, Kemnaker Sabet Merdeka Award

“Karena kalau punya attitude yang baik itu akan mudah dibentuk. Namun, jika hanya skill tapi attitude buruk, itu susah dibentuk,” tuturnya.

Keuntungan lain yaitu BLK Komunitas bisa menjalin kerja sama pemagangan. Dengan begini, peserta pelatihan bisa melihat dan merasakan langsung industri yang akan digeluti.

Di samping itu, BLK Komunitas juga bisa lebih mandiri dalam menjalankan program pelatihan, meskipun tidak lagi mendapat anggaran pelatihan dari pemerintah.

“Kalau punya mitra, entah P3MI, Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), hotel, atau asosiasi lain, akan tetap beroperasi meski tidak mendapat suntikan dana dari pemerintah. Intinya minimal bisa mandiri. Itu output yang kita harapkan dari kerja sama ini,” terang Dita.

Baca juga: Sekjen Kemnaker Sebut Perkembangan Industri Harus Diimbangi dengan Sistem Penempatan Kerja yang Tepat

Sementara itu, pakar PMI Reyna Usman mengatakan, program BLK Komunitas tidak hanya sekadar membangun secara fisik, tapi juga meningkatkan akses peningkatan keterampilan bagi masyarakat.

“Kita ingin melakukan percepatan, tidak hanya komunitas, tetapi juga pasar dunia kerja yang ada di daerah masing-masing,” ujarnya.

Reyna menambahkan, Labuan Bajo merupakan daerah wisata super prioritas. Untuk itu, pelatihan jurusan wisata harus diarahkan lebih ke pasar kerja.

“Saya melihat jurusan pariwisata itu perlu lebih ke pasar kerja, jangan lulusan pendidikan kita tidak diterima di pasar kerja,” tuturnya.

Baca juga: Lindungi Buruh dan Keberlangsungan Usaha, Kemnaker Kampanyekan Budaya K3

PenulisAmalia Purnama Sari
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Adakan Pertemuan Virtual, Indonesia-Taiwan Kaji Pembebasan Biaya Penempatan PMI
Adakan Pertemuan Virtual, Indonesia-Taiwan Kaji Pembebasan Biaya Penempatan PMI
Kemnaker
Dorong BLK Komunitas Cetak SDM Siap Kerja, Stafsus Menaker Tekankan Beberapa Hal Ini
Dorong BLK Komunitas Cetak SDM Siap Kerja, Stafsus Menaker Tekankan Beberapa Hal Ini
Kemnaker
Sesuaikan Perkembangan Jaman, Pejabat Fungsional Kemnaker Harus Berkolaboratif
Sesuaikan Perkembangan Jaman, Pejabat Fungsional Kemnaker Harus Berkolaboratif
Kemnaker
Ajak Serikat Buruh Berdialog, Menaker Ida Nyatakan Siap Terima Kritik dan Saran
Ajak Serikat Buruh Berdialog, Menaker Ida Nyatakan Siap Terima Kritik dan Saran
Kemnaker
Menaker Ida: Meski Ekonomi Belum Pulih, Pengusaha Wajib Berikan THR kepada Buruh
Menaker Ida: Meski Ekonomi Belum Pulih, Pengusaha Wajib Berikan THR kepada Buruh
Kemnaker
Menaker Ida Instruksikan BLK Lotim Kirim Bantuan ke Korban Longsor di Adonara
Menaker Ida Instruksikan BLK Lotim Kirim Bantuan ke Korban Longsor di Adonara
Kemnaker
Menaker Ida Tak Ingin BLK Komunitas Mangkrak dan Berubah Fungsi
Menaker Ida Tak Ingin BLK Komunitas Mangkrak dan Berubah Fungsi
Kemnaker
Menaker Ida: BLK Harus Jadi Menara Air untuk Masyarakat
Menaker Ida: BLK Harus Jadi Menara Air untuk Masyarakat
Kemnaker
Kemnaker Bersama Kemendes dan UNISA Berdayakan Masyarakat Desa, Ini Tiga Poin Kerja Samanya
Kemnaker Bersama Kemendes dan UNISA Berdayakan Masyarakat Desa, Ini Tiga Poin Kerja Samanya
Kemnaker
Sukses Luncurkan
Sukses Luncurkan "Mang Covid", Kemnaker Sabet Merdeka Award
Kemnaker
Sekjen Kemnaker Sebut Perkembangan Industri Harus Diimbangi dengan Sistem Penempatan Kerja yang Tepat
Sekjen Kemnaker Sebut Perkembangan Industri Harus Diimbangi dengan Sistem Penempatan Kerja yang Tepat
Kemnaker
Tingkatkan SDM di Papua, Menaker Ida Targetkan Pembangunan 25 BLK Komunitas
Tingkatkan SDM di Papua, Menaker Ida Targetkan Pembangunan 25 BLK Komunitas
Kemnaker
Lindungi Buruh dan Keberlangsungan Usaha, Kemnaker Kampanyekan Budaya K3
Lindungi Buruh dan Keberlangsungan Usaha, Kemnaker Kampanyekan Budaya K3
Kemnaker
Buka Rakor FKLPI Sumut, Stafsus Menaker Paparkan 9 Terobosan Menteri Ida
Buka Rakor FKLPI Sumut, Stafsus Menaker Paparkan 9 Terobosan Menteri Ida
Kemnaker
Menaker Ida Minta Pemda Optimalkan SDM Daerah Agar Bisa Masuk Pasar Kerja
Menaker Ida Minta Pemda Optimalkan SDM Daerah Agar Bisa Masuk Pasar Kerja
Kemnaker