Kemnaker: Pelatihan Vokasi Diperlukan untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0

Alek Kurniawan
Kompas.com - Senin, 23 September 2019
Kemnaker: Pelatihan Vokasi Diperlukan untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0KOMPAS.com/ALEK KURNIAWANStaf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Aris Wahyudi saat membuka Diskusi Panel dengan Tema Menyongsong Revolusi Industri 4.0 melalui Pelatihan Vokasi: Perkuat Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) di Jakarta, Senin (23/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker), Aris Wahyudi mengatakan ada kekacauan dan ketidakteraturan yang terjadi pada bisnis tradisional saat ini.

Pasalnya, gelombang revolusi industri 4.0 semakin terasa. Hadirnya revolusi industri 4.0 ini tak hanya memunculkan sistem bisnis baru, tetapi juga berdampak pada jenis pekerjaan yang dibutuhkan pada industri tersebut.

"Ilmu ekonomi lama hanya membahas tiga hal, yakni produksi barang dan jasa, distribusi, dan pola konsumsi," jelas Aris saat membuka Diskusi Panel dengan Tema Menyongsong Revolusi Industri 4.0 melalui Pelatihan Vokasi: Perkuat Daya Saing Sumber Daya Manusia ( SDM) di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Baca juga: Jurus Jitu Kemnaker Sambut Bonus Demografi 2020

Pola konsumsi, produksi, dan distribusi pada bisnis lama ini, lanjutnya, berubah sangat ekstrem sehingga secara tidak langsung menyeleksi kehadiran industri.

Ambil salah satu contoh industri retail. Tak dapat dimungkiri bahwa banyak industri pada sektor ini berguguran karena hadirnya e-commerce.

Munculnya industri e-commerce ini menawarkan keringkasan serta kemudahan dalam bertransaksi sehingga terjadi adanya hukum rimba dalam pola konsumsi masyarakat.

Adapun bergugurannya industri retail tersebut menyebabkan pekerja yang bernaung di sana juga ikut terkena imbasnya.

Baca juga: Kemnaker: Jadikan Perlindungan K3 sebagai Kebutuhan Pekerja

Untuk bisa bekerja pada industri yang baru pun, para pekerja tersebut harus memiliki keterampilan baru yang dibutuhkan sesuai dengan kualifikasi industri e-commerce.

Oleh sebab itu, pemerintah melalui Kemnaker terus mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu beradaptasi, berdaya saing, dan bertahan di tengah perubahan dunia kerja.

Aris menyebutkan, pelatihan vokasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi SDM agar kompeten dan berdaya saing.

Program 3R

Selain itu, Kemnaker juga telah melaksanakan berbagai kebijakan dan program guna meningkatkan kualitas program vokasi.

"Perlu adanya implementasi program ‘3R’, yakni re-orientasi, revitalisasi dan re-branding Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah," jelas Aris.

Re-orientasi, lanjutnya, merupakan upaya untuk meninjau kejuruan atau pelatihan apa yang saat ini dibutuhkan dan tidak dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan industri masa kini.

Baca juga: Perkuat Daya Saing SDM, Kemnaker Resmikan 4 BLK Baru

"Lalu, revitalisasi juga dibutuhkan untuk meningkatkan instruktur pelatihan dan metode pelatihan yang digunakan," ungkap Aris.

Terakhir, re-branding. Re-branding ini, menurut Aris, diperlukan bukan hanya sebagai olesan, tapi juga mengubah persepsi bahwa pelatihan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan.

PenulisAlek Kurniawan
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Atasi Dampak Covid-19, Menaker Minta Perusahaan Korsel Utamakan Dialog dengan Karyawan
Atasi Dampak Covid-19, Menaker Minta Perusahaan Korsel Utamakan Dialog dengan Karyawan
Kemnaker
Kepada Menaker Negara G20, Menteri Ida Beberkan Upaya Hadapi Covid-19 bagi Ketenagakerjaan
Kepada Menaker Negara G20, Menteri Ida Beberkan Upaya Hadapi Covid-19 bagi Ketenagakerjaan
Kemnaker
BLK Lombok Timur Bagikan Sembako dan Alat Kesehatan kepada Warga Terdampak Covid-19
BLK Lombok Timur Bagikan Sembako dan Alat Kesehatan kepada Warga Terdampak Covid-19
Kemnaker
13 Tahun Hilang Kontak di Yordania, Pekerja Migran Ini Akhirnya Pulang ke Indonesia
13 Tahun Hilang Kontak di Yordania, Pekerja Migran Ini Akhirnya Pulang ke Indonesia
Kemnaker
Lewat Program Padat Karya, Kemnaker Berdayakan Pekerja Korban PHK akibat Pandemi Covid-19
Lewat Program Padat Karya, Kemnaker Berdayakan Pekerja Korban PHK akibat Pandemi Covid-19
Kemnaker
Atasi Dampak Covid-19, BLK Surakarta Kirim Bantuan APD ke Sragen
Atasi Dampak Covid-19, BLK Surakarta Kirim Bantuan APD ke Sragen
Kemnaker
Pandemi Covid-19, Kemnaker Pulangkan 433 Calon Pekerja Migran ke Kampung Halaman
Pandemi Covid-19, Kemnaker Pulangkan 433 Calon Pekerja Migran ke Kampung Halaman
Kemnaker
Gagal Berangkat Imbas Covid-19, Calon Pekerja Migran akan Dipulangkan Pekan Ini
Gagal Berangkat Imbas Covid-19, Calon Pekerja Migran akan Dipulangkan Pekan Ini
Kemnaker
Di Makassar, Kemnaker Gelar Pelatihan Daring K3 Corona
Di Makassar, Kemnaker Gelar Pelatihan Daring K3 Corona
Kemnaker
Bantu Tenaga Medis Hadapi Covid-19, BBPLK Medan Produksi Face Shield
Bantu Tenaga Medis Hadapi Covid-19, BBPLK Medan Produksi Face Shield
Kemnaker
Balai Latihan Kerja Surakarta Targetkan Produksi 1.600 Hazmat
Balai Latihan Kerja Surakarta Targetkan Produksi 1.600 Hazmat
Kemnaker
Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan
Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan
Kemnaker
1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain
1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain
Kemnaker
Hadapi Covid-19, Kemnaker Modifikasi Program Padat Karya
Hadapi Covid-19, Kemnaker Modifikasi Program Padat Karya
Kemnaker
Alat Pencegahan Covid-19 Produksi BLK Mulai Dibagikan ke Seluruh Indonesia
Alat Pencegahan Covid-19 Produksi BLK Mulai Dibagikan ke Seluruh Indonesia
Kemnaker