Ini Langkah Strategis Negara G20 Hadapi Pekerjaan Masa Depan

Alek Kurniawan
Kompas.com - Rabu, 4 September 2019
Ini Langkah Strategis Negara G20 Hadapi Pekerjaan Masa DepanDok. Humas Kemnaker-

KOMPAS.com - Setiap negara anggota G20 terus berupaya mendukung tenaga kerja di usia tua untuk bekerja agar mendapat hidup yang layak atau lebih dikenal dengan istilah longer working lives.

ntuk meraih pencapaian tersebut, para Menteri Ketenagakerjaan anggota G20 pun mendeklarasikan "Shaping a Human-Centered Future of Work" pada Forum G20 Labour and Employment Ministers Meeting (LEMM).

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan semua negara anggota G20 beserta organisasi pekerja dan pengusaha diminta untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan kerja masa depan.

Baca juga: Kemnaker: Penyediaan SDM Bidang Ekonomi Kreatif Harus Digalakkan

"Saya menyetujui dan mengapresiasi deklarasi ini. Saya berharap keputusan yang dihasilkan pada seluruh rangkaian pertemuan G20 bidang ketenagakerjaan dapat memberikan manfaat yang konkrit terhadap negara anggota G20," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/9/2019).

Selain itu juga, lanjutnya, dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dunia yang inklusif melalui sektor ketenagakerjaan.

Kesetaraan gender

Hal lain yang termuat dalam deklarasi tersebut yaitu perlunya dorongan kesetaraan gender di negara-negara anggota G20 untuk mencapai Brisbane Goal.

"Perlu kami tekankan kembali bahwa Pemerintah Indonesia sangat concern dan commit terhadap pencapaian agenda kerja layak untuk semua," kata Hanif.

Indonesia, tambahnya, juga mengajak dan mendorong kepada seluruh negara anggota untuk terus mengedepankan kerja layak.

Baca juga: Kemnaker: Buka Akses Lapangan Kerja untuk Difabel

Semua negara anggota perlu untuk merumuskan kebijakan yang tepat dalam menghadapi jenis pekerjaan baru yang muncul seiring dengan proses transformasi digital.

“Deklarasi tersebut dapat menjadi rujukan bagi Indonesia untuk menyusun strategi dan kebijakan terkait kerja masa depan," kata Hanif.

Sebagai negara anggota G20, Menaker Hanif menekankan bahwa Indonesia akan berupaya menindaklanjuti rekomendasi yang relevan dalam deklarasi tersebut.

"Hal ini mengingat semangat deklarasi sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kerja layak bagi semua," kata Hanif.

Keberlanjutan

Menaker Hanif juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang yang telah sukses menggelar G20 LEMM Tahun 2019 ini.

Untuk 2020, Arab Saudi yang akan menjadi tuan rumah pertemuan ini.

"Saya berharap tahun depan di bawah Presidensi Arab Saudi juga dapat melanjutkan diskusi-diskusi yang telah dibahas agar dapat menghasilkan diskusi yang berkelanjutan," kata Hanif.

Baca juga: Menaker: Pemerintah Berhasil Ciptakan 11 Juta Lapangan Kerja Baru

Untuk diketahui, pada Forum LEMM 2019 ini, Menaker Hanif menjadi pembicara pada Sesi II terkait “Youth Employment”.

Menaker menyampaikan tantangan dan kebijakan yang dihadapi Indonesia dalam menikmati bonus demografi dan meningkatnya jumlah kaum muda di era digital ekonomi. 

Kondisi itu, lanjut Hanif, menuntut perubahan kebijakan dan program pembangunan manusia yang komprehensif sehingga bonus demografi dapat menjadi suatu keberuntungan bagi pembangunan di Indonesia.

“Selain itu, juga harus ada reformasi sistem ketenagakerjaan di dalam negeri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri dunia yang sangat cepat,” tutup Hanif.

PenulisAlek Kurniawan
EditorAlek Kurniawan
Terkini Lainnya
Atasi Dampak Covid-19, Menaker Minta Perusahaan Korsel Utamakan Dialog dengan Karyawan
Atasi Dampak Covid-19, Menaker Minta Perusahaan Korsel Utamakan Dialog dengan Karyawan
Kemnaker
Kepada Menaker Negara G20, Menteri Ida Beberkan Upaya Hadapi Covid-19 bagi Ketenagakerjaan
Kepada Menaker Negara G20, Menteri Ida Beberkan Upaya Hadapi Covid-19 bagi Ketenagakerjaan
Kemnaker
BLK Lombok Timur Bagikan Sembako dan Alat Kesehatan kepada Warga Terdampak Covid-19
BLK Lombok Timur Bagikan Sembako dan Alat Kesehatan kepada Warga Terdampak Covid-19
Kemnaker
13 Tahun Hilang Kontak di Yordania, Pekerja Migran Ini Akhirnya Pulang ke Indonesia
13 Tahun Hilang Kontak di Yordania, Pekerja Migran Ini Akhirnya Pulang ke Indonesia
Kemnaker
Lewat Program Padat Karya, Kemnaker Berdayakan Pekerja Korban PHK akibat Pandemi Covid-19
Lewat Program Padat Karya, Kemnaker Berdayakan Pekerja Korban PHK akibat Pandemi Covid-19
Kemnaker
Atasi Dampak Covid-19, BLK Surakarta Kirim Bantuan APD ke Sragen
Atasi Dampak Covid-19, BLK Surakarta Kirim Bantuan APD ke Sragen
Kemnaker
Pandemi Covid-19, Kemnaker Pulangkan 433 Calon Pekerja Migran ke Kampung Halaman
Pandemi Covid-19, Kemnaker Pulangkan 433 Calon Pekerja Migran ke Kampung Halaman
Kemnaker
Gagal Berangkat Imbas Covid-19, Calon Pekerja Migran akan Dipulangkan Pekan Ini
Gagal Berangkat Imbas Covid-19, Calon Pekerja Migran akan Dipulangkan Pekan Ini
Kemnaker
Di Makassar, Kemnaker Gelar Pelatihan Daring K3 Corona
Di Makassar, Kemnaker Gelar Pelatihan Daring K3 Corona
Kemnaker
Bantu Tenaga Medis Hadapi Covid-19, BBPLK Medan Produksi Face Shield
Bantu Tenaga Medis Hadapi Covid-19, BBPLK Medan Produksi Face Shield
Kemnaker
Balai Latihan Kerja Surakarta Targetkan Produksi 1.600 Hazmat
Balai Latihan Kerja Surakarta Targetkan Produksi 1.600 Hazmat
Kemnaker
Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan
Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan
Kemnaker
1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain
1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain
Kemnaker
Hadapi Covid-19, Kemnaker Modifikasi Program Padat Karya
Hadapi Covid-19, Kemnaker Modifikasi Program Padat Karya
Kemnaker
Alat Pencegahan Covid-19 Produksi BLK Mulai Dibagikan ke Seluruh Indonesia
Alat Pencegahan Covid-19 Produksi BLK Mulai Dibagikan ke Seluruh Indonesia
Kemnaker