Kementan Gandeng TNI AL untuk Percepat Distribusi Bantuan Kemanusiaan ke Aceh dan Sumatera

Kompas.com - 16/12/2025, 20:25 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) melalui kolaborasi strategis dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL).

Lewat kolaborasi ini, bantuan kemanusiaan Kementan Peduli yang dikirimkan dalam skala besar mampu menjangkau lokasi terdampak secara lebih cepat, sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, dukungan TNI AL menjadi faktor kunci dalam mempercepat penyaluran bantuan secara bertahap ke tiga provinsi terdampak bencana.

“Pengiriman bantuan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan TNI AL untuk menjangkau wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar. Pengapalan yang diberangkatkan saat ini merupakan tahap ketiga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (16/12/2025).

Baca juga: Mentan Amran dan Kasal Lepas Bantuan Tahap III Rp 1,2 Triliun untuk Korban Bencana di Sumatera

Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat meninjau bantuan Kementan Peduli yang dikirimkan dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa.

Seusai melakukan peninjauan, Amran secara resmi melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan tahap III yang dikirim menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Makassar-590.

Total bantuan tahap III yang diberangkatkan mencapai 70 truk, berisi berbagai kebutuhan dasar masyarakat, antara lain kasur, minyak goreng, mi instan, sosis, makanan siap saji, sabun, perlengkapan penunjang lain, serta alat penjernih air dan logistik tambahan.

“Bantuan yang kami kirimkan sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Ke depan, insyaallah kami akan terus berupaya mengirimkan bantuan lanjutan. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar upaya ini berjalan lancar,” kata Amran.

Baca juga: Kemenkop Salurkan Bantuan Rp 1,6 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera

Ia menambahkan, pengiriman bantuan bencana untuk Aceh dan Sumatera dilakukan secara bertahap melalui koordinasi intensif lintas kementerian dan lembaga.

Sementara itu, untuk memastikan distribusi bantuan menjangkau lokasi terdampak secara cepat dan tepat, Kementan terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kepala Staf TNI AL (Kasal), Panglima TNI, Kementerian Pertahanan (Kemhan), serta kementerian koordinator (kemenko) terkait.

“Ini adalah kolaborasi untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena bencana. Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah cobaan bagi kita semua. Karena itu, kita hadir bersama untuk membantu dan meringankan beban mereka,” ucap Amran.

Sebagai informasi, pelepasan bantuan tahap III juga dihadiri oleh Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, Wakil Kasal (Wakasal) Laksamana Madya TNI Erwin S Aldedharma, Wakil Mentan (Wamentan) Sudaryono, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Dirut PT Pupuk Indonesia (Persero) Holding Company (PIHC), serta jajaran eselon I Kementan.

Baca juga: Mentan Lepas Bantuan Ke Sumatera Lagi, Diangkut KRI Surabaya-591

Bantuan dari pemerintah dan donasi sukarela

Amran menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana berasal dari dua sumber, yakni bantuan pemerintah dan sukarela.

Bantuan pemerintah meliputi berbagai kebutuhan pokok senilai Rp 1,2 triliun yang bersumber dari negara, antara lain 44.000 ton beras, 6.000 ton minyak goreng, serta kebutuhan lainnya.

Sementara itu, bantuan sukarela dihimpun melalui program Kementan Peduli yang melibatkan pegawai Kementan serta para mitra strategis, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, seperti Bulog, ID Food, dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN, dengan total bantuan mencapai Rp 75 miliar.

Baca juga: Kementan Kumpulkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera Rp 75 Miliar

“Dari total bantuan yang disalurkan, terdapat dua jenis bantuan, yaitu bantuan dari pemerintah dan bantuan sukarela dari Kementan, pegawai Kementan, serta mitra-mitranya,” kata Amran.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bergandengan tangan dan saling menguatkan dalam menghadapi bencana.

“Saudaraku, sahabatku, seluruh Indonesia, mari kita gandengan tangan. Kalau belum mampu berbuat banyak, minimal kita doakan saudara-saudara kita agar diberi tambahan kesabaran dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” ucap Amran.

Baca juga: Pemkot Surabaya Kumpulkan Donasi Korban Bencana Sumatera Rp 3,5 Miliar dalam Semalam

310 marinir siap dukung rekonstruksi

Selain membawa bantuan Kementan Peduli, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa KRI Makassar-590 juga mengangkut 310 personel marinir.

Personel tersebut ditugaskan untuk melaksanakan prarekonstruksi dan rehabilitasi, sebagai bagian dari persiapan rekonstruksi dan rehabilitasi bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah tujuan.

“Personel marinir ini disiapkan untuk mendukung tahapan prarekonstruksi dan rehabilitasi bagi masyarakat terdampak bencana,” ujar Ali. 

Keterlibatan TNI AL dalam misi kemanusiaan ini mendapat pujian dari Amran. Ia mengapresiasi TNI AL yang telah mengerahkan lebih dari 310 personel marinir untuk mendukung distribusi bantuan, serta personel tambahan di atas kapal yang bertugas memastikan kelancaran pengiriman logistik.

Baca juga: Mentan-KSAL Kirim Bantuan dan 310 Marinir Bantu Korban Banjir Sumatera

“Keikhlasan TNI AL turun tangan langsung sangat luar biasa. Ini wujud pengabdian demi Merah Putih,” kata Amran.

Untuk diketahui, KRI Makassar-590 juga memuat sisa bantuan tahap II sebanyak 41 truk dan sisa bantuan tahap I sebanyak 153 paket yang belum terkirim pada periode pengiriman sebelumnya akibat keterbatasan kapasitas muatan. 

Seluruh bantuan tersebut telah berlayar pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 07.00 WIB, dengan tujuan Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumbar. Selanjutnya, kapal akan menuju Sibolga Sumut dan Aceh untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com