Cegah Gagal Panen, Kementan Ingatkan Pemda Pentingnya Mitigasi Bencana

Fransisca Andeska Gladiaventa
Kompas.com - Jumat, 16 September 2022
Petani tembakau di Lumajang khawatir alami gagal panen akibat cuaca yang tidak menentu, Jumat (17/6/2022). Petani tembakau menolak rencana kenaikan taruf cukai rokok.KOMPAS.com/Miftahul Huda Petani tembakau di Lumajang khawatir alami gagal panen akibat cuaca yang tidak menentu, Jumat (17/6/2022). Petani tembakau menolak rencana kenaikan taruf cukai rokok.

KOMPAS.com – Kementerian Pertanian ( Kementan) terus menjaga hasil panen dengan mengajak pemerintah daerah (pemda) dan petani untuk sama-sama mewaspadai ancaman yang membuat pertanian gagal panen.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, gagal panen yang dialami oleh sebagian pertanian sangat mengganggu. Oleh karena itu, perlu adanya upaya mitigasi mencegah gagal panen.

Gagal panen tidak hanya membuat pertanian terganggu dan produksi menurun, tetapi akibatnya bisa mempengaruhi kebutuhan masyarakat juga ikut terganggu dan petani pun dapat menderita kerugian,” ungkap Mentan SYL dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Jumat (16/9/2022).

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil.

Baca juga: Dukung Modernisasi Pertanian di Aceh Besar, Kementan Hibahkan Alsintan untuk 7 Poktan

Menurutnya, mitigasi bencana begitu penting untuk bisa membantu petani dalam menyelesaikan permasalahan, salah satunya gagal panen.

Mitigasi bencana sangat penting, sebab akan membantu mengatasi masalah petani termasuk juga ketersediaan pangan,” ujar Ali Jamil.

Ali menjelaskan, ada berbagai upaya mitigasi yang dapat dilakukan sesuai masalah yang ada.

“Di antaranya mengendalikan hama atau bisa juga dengan mengasuransikan lahan. Dengan begitu, petani tidak hanya terhindar dari kerugiam, tetapi ketersediaan pangan pun akan aman dan petani tetap memiliki modal untuk tanam kembali,” jelas Ali.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) Syamsir Rahman mengatakan, Dinas TPH Pemprov Kalsel juga memberikan beberapa arahan kepada dinas pertanian yang ada di kabupaten atau kota untuk mencegah terjadinya gagal panen selama musim kedua.

Baca juga: Terancam Gagal Panen, Petani di Pidie Dihimbau Kementan Gunakan Asuransi Pertanian

“Kami telah memberikan instruksi kepada Dinas Pertanian seluruh kabupaten atau kota agar mengantisipasi gagal panen akibat cuaca belakangan ini,” jelas Syamsir.

Instruksi Pemprov Kalsel tersebut, sebut dia, salah satunya membersihkan saluran irigasi agar tidak ada sumbatan yang mengakibatkan banjir pada lahan pertanian. Selain itu, pemerintah juga diminta mendampingi petani dalam melakukan pengendalian hama.

“Kami juga memberikan obat-obatan supaya tanaman lebih cepat panen, sehingga saatnya waktu panen yang sekitar 100 hari bisa menjadi sekitar 90 hari,” katanya.

PenulisFransisca Andeska Gladiaventa
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Lewat RJIT, Kementan Dukung Peningkatan Produktivitas Petani Seram Barat
Lewat RJIT, Kementan Dukung Peningkatan Produktivitas Petani Seram Barat
Kementan
Indef Sayangkan Apabila Bulog Tetap Impor Beras, Januari Sudah Panen Raya
Indef Sayangkan Apabila Bulog Tetap Impor Beras, Januari Sudah Panen Raya
Kementan
Kementan Dukung Pembangunan RJIT Sepanjang 155 Meter di Pariaman Timur
Kementan Dukung Pembangunan RJIT Sepanjang 155 Meter di Pariaman Timur
Kementan
Di NTB, Mentan SYL: Pengelolaan Benih VUB Tingkatkan Produktivitas
Di NTB, Mentan SYL: Pengelolaan Benih VUB Tingkatkan Produktivitas
Kementan
Tingkatkan Produksi Beras Nasional, Mentan SYL Kawal Gerakan Tanam di Kawasan Food Estate Kapuas
Tingkatkan Produksi Beras Nasional, Mentan SYL Kawal Gerakan Tanam di Kawasan Food Estate Kapuas
Kementan
11 Kelompok Tani di Aceh Besar Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan
11 Kelompok Tani di Aceh Besar Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan
Kementan
Hadiri Kuliah Umum di ULM, Mentan SYL Ajak Mahasiswa Perkuat Pertanian Indonesia
Hadiri Kuliah Umum di ULM, Mentan SYL Ajak Mahasiswa Perkuat Pertanian Indonesia
Kementan
Dinilai Berhasil Angkat Program Petani Milenial, Kementan Raih Penghargaan AMH 2022
Dinilai Berhasil Angkat Program Petani Milenial, Kementan Raih Penghargaan AMH 2022
Kementan
Sukseskan Food Estate di Kalteng, Kementan Pastikan Semua Alsintan Dimanfaatkan dengan Baik
Sukseskan Food Estate di Kalteng, Kementan Pastikan Semua Alsintan Dimanfaatkan dengan Baik
Kementan
Jajal Profesi News Anchor, Mentan SYL Bacakan Berita Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Cianjur
Jajal Profesi News Anchor, Mentan SYL Bacakan Berita Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Cianjur
Kementan
Mentan SYL Lepas Bantuan Senilai Rp 2,69 Miliar untuk Korban Gempa Cianjur
Mentan SYL Lepas Bantuan Senilai Rp 2,69 Miliar untuk Korban Gempa Cianjur
Kementan
Wamentan: Kebijakan Kementan Saat Ini Memastikan Pangan Indonesia Aman Tersedia
Wamentan: Kebijakan Kementan Saat Ini Memastikan Pangan Indonesia Aman Tersedia
Kementan
Kementan Beri Bantuan Alsintan untuk 32 Poktan di Sumba Barat
Kementan Beri Bantuan Alsintan untuk 32 Poktan di Sumba Barat
Kementan
Mentan SYL Sampaikan Duka Mendalam terhadap Korban Gempa Cianjur: Doa Masyarakat Indonesia Sangat Penting
Mentan SYL Sampaikan Duka Mendalam terhadap Korban Gempa Cianjur: Doa Masyarakat Indonesia Sangat Penting
Kementan
Melalui Klaim Asuransi, Kementan Berharap Pertanian Aceh Dapat Kembali Bergerak
Melalui Klaim Asuransi, Kementan Berharap Pertanian Aceh Dapat Kembali Bergerak
Kementan