Pengembangan Kawasan Food Estate Kalteng, Jokowi Minta Petani Jangan Hanya Bisa Jual Gabah

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Sabtu, 10 Oktober 2020
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau progres food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (8/10/2020).
DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau progres food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (8/10/2020).

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dalam pengembangan kawasan food estate atau lumbung pangan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan dibangun model bisnis berbasis korporasi pertanian.

"Bapak Presiden bahkan sedikit menekankan bahwa rakyat (petani) nantinya jangan jual gabah lagi, harus jual beras. Artinya semua harus hilirisasi dan industrinya harus dirancang dengan baik," ujar Mentan.

Pernyataan tersebut Mentan sampaikan seusai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau progres food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (8/10/2020).

Sementara itu, untuk pengembangan lumbung pangan akan dilakukan secara terintegrasi mencakup berbagai komoditas, seperti tanaman pangan, perkebunan, hortikultura dan peternakan di suatu kawasan.

Baca juga: Kementan Terus Tambah Jumlah Alokasi Pupuk Bersubsidi

Sebelumnya, food estate merupakan upaya terobosan pemerintah dalam menyediakan tambahan stok pangan nasional dan mengantisipasi dampak pandemi Covid-19.

Adapun, Provinsi Kalteng menjadi salah satu lokasi pengembangan untuk program lumbung pangan tersebut.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, kawasan pengembangan food estate di Provinsi Kalteng akan dijadikan sebagai lahan percontohan,” kata Mentan, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Sabtu (10/10/2020).

Nantinya, lanjut Mentan, program ini turut menerapkan penggunaan teknologi pertanian modern, sehingga budidaya pertaniannya berbeda dari cara tradisional.

Baca juga: Dedi Mulyadi Minta Kementan Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik

Mentan juga menambahkan, bahwa dalam proyek lintas kementerian ini, penerapan mekanisasi serta teknologi pertanian diharapkan dapat mengoptimalkan rawa menjadi lahan pertanian produktif dan meningkatkan produksi pertanian.

Kelompok tani (Kelota) akan menggarap lahan seluas 100 hektar ( ha), sehingga nantinya lahan per 1000 ha akan di garap oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Selain itu, akan ada pula korporasi yang lebih besar lagi untuk lahan seluas 10.000 ha.

"Begitu banyak koreksi selama di lapangan. Kami (lintas kementerian) secara serentak akan turun menanganinya,” ujar Mentan.

Baca juga: Kementan Tingkatkan Indeks Pertanaman di Bantul dengan RJIT

Dalam hal ini, Mentan turut mengharapkan peran utama pemerintah daerah (Pemda), masyarakat Kalteng serta para bupati dalam penanganan pangan yang ada.

Menggunakan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif

Pada kesempatan lain, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengatakan, pengembangan kawasan food estate Kalteng dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif.

Adapun, penggunaan teknologi tersebut guna meningkatkan produk dan indeks pertanaman (IP).

Sarwo mengungkapkan, pihaknya akan memanfaatkan komponen teknologi dengan sebutan "Rawa Intensif, Super dan Aktual" (RAISA).

Baca juga: Bantu Peternak Indramayu Atasi Kemarau, Kementan Bangun Embung

Arti RAISA, yakni menggunakan varietas unggul baru (VUB) potensi hasil tinggi, pengelolaan lahan, tata air mikro (TAM) pembenah tanah dan pemupukan berimbang.

Selain itu, lanjut Sarwo, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) terpadu dan mekanisasi pertanian juga termasuk komponen yang akan digunakan.

"Food Estate merupakan budidaya yang multi komunitas. Jadi, para petani tidak hanya dapat menanam padi, tetapi bisa menanam komoditas lain," ujar Sarwo.

Baca juga: Garap Program Food Estate, Kementan Gandeng TNI AD

Komoditas lain tersebut antara lain, hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan, seperti tanam jeruk, pisang yang bisa di tanam pada pinggiran sawah.

Food Estate Kalteng digarap tahun ini dengan lahan 30.000 ha

Rencananya, untuk pengembangan food estate di Provinsi Kalteng akan digarap tahun 2020 dengan lahan percontohan seluas 30.000 ha.

“Rinciannya, lahan seluas 10.000 ha berada di Kabupaten Pulang Pisau, sedangkan untuk lahan seluas 20.000 ha berada di Kabupaten Kapuas,” terang Sarwo.

Baca juga: Lewat Kartu Tani, Kementan Yakin Distribusi Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

Lahan tersebut, lanjut Sarwo, adalah lahan intensifikasi, artinya memiliki jaringan irigasi yang sudah baik dari segi irigasi primer, sekunder maupun tersier.

“Lahan intensifikasi akan kami optimalkan di tahun ini dengan lahan seluas 30.000 ha," tegas Sarwo.

Sementara itu, untuk sarana alat mesin pertanian pun disediakan dengan total mencapai 1.232 unit.

Sarana tersebut terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat dan transplanter. Selain itu, teknologi drone juga dihadirkan untuk menanam dengan sistem tabur.

Baca juga: Rehabilitasi Jaringan Irigasi, Kementan Tingkatkan Provitas Pertanian di Kutawaringin

Sarwo menjelaskan, ketersediaan sarana produksi untuk 30.000 ha pada tahun ini terdiri dari dolomit 1 ton per ha, herbisida 4 liter (l) per ha, pupuk hayati 4 l per ha, urea 200 kilogram (kg) per ha, dan Nitrogen, Phospor dan Kalium (NPK) 200 kg per ha.

Disamping itu, ketersediaan benih pun sudah tercukupi, meliputi benih padi, benih hortikultura (jeruk, kelengkeng, durian dan cabai), kelapa genjah, serta itik dan kandangnya.

"Dengan percontohan yang sudah kami buat ini, kami mendorong para petani Indonesia untuk merubah mindset. Dari pola bertani tradisional ke pola bertani secara modern, tentunya dengan menggunakan mekanisasi," tandas Sarwo.

 

PenulisDwi Nur Hayati
EditorYohanes Enggar Harususilo
Terkini Lainnya
Lewat RJIT, Dirjen PSP Berupaya Tingkatkan Indeks Pertanaman dan Partisipasi Poktan
Lewat RJIT, Dirjen PSP Berupaya Tingkatkan Indeks Pertanaman dan Partisipasi Poktan
Kementan
Kementan Dukung Urban Farming Kota Solo, Gibran Ucapkan Terima Kasih
Kementan Dukung Urban Farming Kota Solo, Gibran Ucapkan Terima Kasih
Kementan
Wujudkan Indonesia Berdaulat Pangan, Pakar Ekonomi Minta Pemerintah Bangun Strategi Besar
Wujudkan Indonesia Berdaulat Pangan, Pakar Ekonomi Minta Pemerintah Bangun Strategi Besar
Kementan
Salurkan KUR Pertanian Rp 1 Miliar ke Petani Serang, Mentan: Mari Kita Dorong Kebijakan Ini
Salurkan KUR Pertanian Rp 1 Miliar ke Petani Serang, Mentan: Mari Kita Dorong Kebijakan Ini
Kementan
Gelar Doa Bersama, Mentan SYL Minta Rakyat Tak Khawatirkan Stok Pangan
Gelar Doa Bersama, Mentan SYL Minta Rakyat Tak Khawatirkan Stok Pangan
Kementan
Fokus Jaga Ketersediaan Pangan Rakyat, Kementan Rumuskan 5 Program Pembangunan Pertanian
Fokus Jaga Ketersediaan Pangan Rakyat, Kementan Rumuskan 5 Program Pembangunan Pertanian
Kementan
Mentan Minta Jajarannya dan Pemda Kerja Sama Jadikan Pertanian Penopang Pembangunan
Mentan Minta Jajarannya dan Pemda Kerja Sama Jadikan Pertanian Penopang Pembangunan
Kementan
Politisi Nasdem Nilai Mentan SYL Bawa Perubahan Besar pada Pertanian RI
Politisi Nasdem Nilai Mentan SYL Bawa Perubahan Besar pada Pertanian RI
Kementan
BPS Prediksi Panen Beras 33 Juta Ton, Kementan Dinilai Berhasil Jaga Keamanan Pangan
BPS Prediksi Panen Beras 33 Juta Ton, Kementan Dinilai Berhasil Jaga Keamanan Pangan
Kementan
Kementan Siapkan 1,7 Juta Ekor Hewan Kurban, Mentan: Harga Terkendali
Kementan Siapkan 1,7 Juta Ekor Hewan Kurban, Mentan: Harga Terkendali
Kementan
Masuki Musim Kemarau, Kementan Imbau Petani di Sukabumi Mengikuti Asuransi
Masuki Musim Kemarau, Kementan Imbau Petani di Sukabumi Mengikuti Asuransi
Kementan
Kondisi Pandemi, Mentan SYL: 273 Juta Penduduk Butuh Makan
Kondisi Pandemi, Mentan SYL: 273 Juta Penduduk Butuh Makan
Kementan
Realisasikan Pertanian 4.0, Kementan Buka Perbengkelan Alsintan di Parigi
Realisasikan Pertanian 4.0, Kementan Buka Perbengkelan Alsintan di Parigi
Kementan
Kementan Sarankan Petani di Aceh Barat Daya Gunakan AUTP untuk Atasi Gagal Panen
Kementan Sarankan Petani di Aceh Barat Daya Gunakan AUTP untuk Atasi Gagal Panen
Kementan
Kembangkan Pertanian Tanah Air, Kementan Dorong Fasilitasi KUR Rp 70 Triliun
Kembangkan Pertanian Tanah Air, Kementan Dorong Fasilitasi KUR Rp 70 Triliun
Kementan