Fokus Bangun Kepercayaan untuk Sektor Parekraf, Kemenparekraf Siapkan "Handbook"

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Sabtu, 6 Juni 2020
Salah satu destinasi wisata di Bali yang diharapkan segera pulih selepas pandemi Covid-19.DOK. Humas Kemenparekraf Salah satu destinasi wisata di Bali yang diharapkan segera pulih selepas pandemi Covid-19.

KOMPAS.com – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) merangkap Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menekankan bahwa membangun kepercayaan adalah kunci dalam percepatan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

“Jika hanya menjadi promosi tanpa aksi, maka kepercayaan yang dibangun bisa hilang dan akan lebih sulit lagi untuk membangunnya kembali,” tegasnya.

Dia mengatakan itu dalam sambutannya pada Webinar Series 3 bertema “Road Map to Bali Next Normal: What is the state of the biggest tourism market for Bali”, Jumat (5/6/2020).

Wakil Menteri termuda di Indonesia ini juga menerangkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah menyiapkan handbook.

Handbook ini mengacu pada standar global sebagai panduan teknis untuk para pelaku ekonomi kreatif.

Baca juga: Sambut New Normal, Kemenparekraf Siapkan SOP Protokol Kesehatan di Sektor Parekraf

Angela juga menjelaskan, handbook ini merupakan turunan yang lebih detail dari protokol yang sedang disusun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdasarkan masukan dari Kemenparekraf untuk sektor parekraf.

“Implementasi protokol dimaksud mengacu kepada gugus tugas dan akan melalui beberapa tahapan ‘pra-kondisi’, yaitu edukasi, sosialisasi, dan simulasi,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Dia menambahkan, dalam pelaksanaannya, setiap daerah akan menyiapkan manajemen krisis dalam monitoring dan evaluasi.

Adapun, webinar ini diikuti lebih dari 900 peserta dan dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun.

Baca juga: Hadapi “New Normal”, Kemenparekraf Harapkan Industri MICE Antisipasi Perubahan

Hadir pula Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman Arif Havas Oegroseno, Duta Besar RI untuk Australia merangkap Republik Vanuatu Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo, dan Duta Besar RI untuk Republik Demokrasi Rakyat Laos R. P. Pratito Soeharyo.

Selain itu, ada pula Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho.

Webinar Series 3 bertema ?Road Map to Bali Next Normal: What is the state of the biggest tourism market for Bali?, Jumat (5/6/2020).DOK. Humas Kemenparekraf Webinar Series 3 bertema ?Road Map to Bali Next Normal: What is the state of the biggest tourism market for Bali?, Jumat (5/6/2020).

Membangkitkan kembali Bali

Lebih lanjut, Angela menekankan, Bali merupakan salah satu gerbang utama serta ikon dari Pariwisata Indonesia di mata dunia yang turut mengalami dampak dari pandemi Covid-19.

Meski begitu, dia optimis sektor pariwisata di Bali akan cepat bangkit mengingat kesungguhan yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan pemangku kepentingan.

Baca juga: Ini Strategi Kemenparekraf untuk Atasi Penurunan Jumlah Wisatawan

Selain itu, jelasnya, para pelaku industri pariwisata juga turut bahu-membahu membangkitkan pariwisata Bali.

“Dan sejalan dengan arahan Bapak Presiden, setiap pemerintah daerah lain juga harus memperhatikan betul kondisi laju penyebaran Covid-19 di daerahnya dalam pembukaan destinasi wisatanya,” terangnya.

Untuk itu, dia pun yakin Bali akan kembali bangkit, khususnya dalam upaya pemulihan industri pariwisata Bali.

“Selain adanya penerapan protokol yang baik oleh para pelaku industri, dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perwakilan Indonesia di luar negeri, media, dan seluruh stakeholder lainnya,” katanya.

Sementara itu, Cok Ace menjelaskan bahwa pada 2019, Bali telah menyumbang sebanyak 6,3 juta wisatawan mancanegara dengan jumlah asal negara tertinggi secara berurutan, yaitu Australia, Tiongkok, India, Eropa, dan Amerika.

Baca juga: Persiapkan New Normal, Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Dia menyebut, para wisatawan yang datang ke Bali memiliki minat daya tarik wisata yang beragam, seperti minat terhadap daya tarik wisata budaya sebesar 65 persen, alam sebanyak 30 persen, dan wisata buatan mencapai lima persen.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorAlia Deviani
Terkini Lainnya
Industri Lisensi di Asia Tenggara Bernilai Ratusan Triliun, Parekraf DKI: Ini Potensi Besar
Industri Lisensi di Asia Tenggara Bernilai Ratusan Triliun, Parekraf DKI: Ini Potensi Besar
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Sektor Pariwisata Stagnan, Industri MICE Diharapkan Bangkit Kembali
Sektor Pariwisata Stagnan, Industri MICE Diharapkan Bangkit Kembali
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Protokol CHSE Jadi Panduan Krusial Industri MICE di Era New Normal
Protokol CHSE Jadi Panduan Krusial Industri MICE di Era New Normal
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Pemerintah Minta Industri MICE Siap Antisipasi Perubahan Penyelenggaraan Usaha
Pemerintah Minta Industri MICE Siap Antisipasi Perubahan Penyelenggaraan Usaha
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Kampanyekan Protokol Kesehatan, Kemenparekraf Gaungkan Logo “Indonesia Care”
Kampanyekan Protokol Kesehatan, Kemenparekraf Gaungkan Logo “Indonesia Care”
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Kemenparekraf Terbitkan Buku Protokol Kesehatan Hotel dan Restoran, Ini Isinya
Kemenparekraf Terbitkan Buku Protokol Kesehatan Hotel dan Restoran, Ini Isinya
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Kunci Kebangkitan Pariwisata Indonesia Ada di Penerapan Protokol Kesehatan
Kunci Kebangkitan Pariwisata Indonesia Ada di Penerapan Protokol Kesehatan
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Bakal Dikenal di Level Dunia, Danau Toba Bisa Jadi Sumber Pendapatan Masyarakat
Bakal Dikenal di Level Dunia, Danau Toba Bisa Jadi Sumber Pendapatan Masyarakat
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Wishnutama Tinjau Protokol Kesehatan di Bioskop yang Akan Kembali Dibuka
Wishnutama Tinjau Protokol Kesehatan di Bioskop yang Akan Kembali Dibuka
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Tingkatkan Kepercayaan di Sektor Parekraf, Kemenparekraf Kampanyekan
Tingkatkan Kepercayaan di Sektor Parekraf, Kemenparekraf Kampanyekan "Indonesia Care"
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan jadi Kunci Kebangkitan Industri Hotel dan Restoran
Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan jadi Kunci Kebangkitan Industri Hotel dan Restoran
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Bangun Kepercayaan Wisatawan, Kemenparekraf Siapkan Handbook Penerapan Proktokol Kesehatan
Bangun Kepercayaan Wisatawan, Kemenparekraf Siapkan Handbook Penerapan Proktokol Kesehatan
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Menparekraf: Pemerintah Targetkan 2 Juta UMKM Bertransformasi dari Offline ke Online
Menparekraf: Pemerintah Targetkan 2 Juta UMKM Bertransformasi dari Offline ke Online
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
HUT RI ke-75 Akan Dirayakan Pemerintah Secara Sederhana, Begini Prosesinya
HUT RI ke-75 Akan Dirayakan Pemerintah Secara Sederhana, Begini Prosesinya
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Wishnutama Dorong Pelaku Parekraf Optimalkan Stimulus dan Relaksasi dari Pemerintah
Wishnutama Dorong Pelaku Parekraf Optimalkan Stimulus dan Relaksasi dari Pemerintah
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif