Garut Genjot Wisata Lewat Tembakau

Hotria Mariana
Kompas.com - Rabu, 14 Agustus 2019
Garut Genjot Wisata Lewat TembakauKOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGFirman (40) salah satu keturunan Albino saat mengangkat tembakau yang telah dijemur di Kampung Ciburuy, Kabupaten Garut Jawa Barat, Rabu (25/7/2018). Terdapat sembilan orang albino di Kampung Ciburuy yang menjadikannya salah satu kampung dengan tingkat albinisme tertinggi di Indonesia.

KOMPAS.com – Guna menggaungkan potensinya tembakau sekaligus mendorong pariwasatanya, Garut menggelar event Ngadu Bako Jeung Kopi Tubruk yang digelar di Fave Hotel, Rabu (14/8/2019).

Adapun acara besutan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Garut dengan Dewan Pengurus Pusat Aliansi Pemuda Toraja Indonesia (DPP APTI) serta Komunitas Paduders ini merupakan ajang promosi produk tembakau yang dimiliki Garut.

Dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima dijelaskan, Ngadu bako merupakan tradisi ngobrol ngalor-ngidul yang ada di kalangan masyarakat Garut.

Ada banyak hal yang dibahas dalam tradisi kasual tersebut. Biasanya membincangkan berbagai hal terkait masalah yang ada.

Baca juga: Pemkab Garut Siapkan Pemekaran Garut Selatan Mulai 2020

"Diset informal jadi makin banyak yang bisa dibicarakan, termasuk pengembangan agrowisata. Saya kira ini langkah yang tepat," kata Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ferdiansyah.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan event ini merupakan ajang pengenalan potensi lain kotanya.

Apalagi Garut selama ini terkenal sebagai penghasil tembakau terbaik di Indonesia. Potensi ini dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata Garut.

Dilanjutkan Rudy, perkebunan tembakau yang terhampar luas di Garut dapat dikembangkan menjadi agrowisata. Apalagi mengingat varietas tembakau yang ditanam pun merupakan varietas unggulan.

Baca juga: Libur Lebaran, Sejumlah Destinasi Wisata di Garut Diserbu Pengunjung

Salah satunya adalah jenis darwati yang telah dipasarkan ke mancanegara, seperti Jerman, Belanda, Prancis hingga Swiss.

Di samping itu, pengembangan agrowisata semakin memberikan pilihan destinasi yang lebih luas bagi wisatawan.

Kecamatan Tarogong Kaler, misalnya. Ini merupakan desa penghasil tembakau terluas di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dengan luasnya mencapai hampir 1.000 hektar, dimulai dari Desa Rancabango hingga Panjiwangi, desa ini menjadi aset besar bagi pengembangan agrowisata.

Baca juga: 6 Pesona Papandayan, Gunung Api Ramah Pendaki di Barat Daya Garut

“Ini potensi yang selama ini belum dilirik. Nah, lewat Ngadu Bako ini kami akan coba dorong para petani untuk mengembangkannya," ucap Rudy.

Terkait acara, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, semakin banyak pihak yang masuk mendukung pariwisata, maka percepatan pembangunannya dapat dilakukan.

Apalagi Garut menjadi representasi keindahan Parahyangan. Panoramanya diselimuti pegunungan hijau nan sejuk membuat kabupaten ini menyimpan banyak potensi alam yang menakjubkan, termasuk perkebunan tembakau.

Untuk mengundang wisatawan, Arief mengimbau agar konsep yang diterapkan selalu sama, yaitu 3A (aksesnya baik, amenitasnya baik, atraksi yang berstandar global).

“Itu semua harus didukung oleh komitmen kuat pemimpin daerah dan seluruh stakeholder yang ada. Jika itu terus dilakuka saya yakin pariwisata Garut yang begitu luar biasa akan makin ngehits lagi," pungkas Menpar.

PenulisHotria Mariana
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Berikan Pidato Kenegaraan, Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Sasak
Berikan Pidato Kenegaraan, Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Sasak
Kementerian Pariwisata
Ini Langkah Kemenpar Agar Wisata Belanja Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ini Langkah Kemenpar Agar Wisata Belanja Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Kementerian Pariwisata
Traditional Dress Experience Tawarkan Sensasi Jadi Raja Melayu Sehari
Traditional Dress Experience Tawarkan Sensasi Jadi Raja Melayu Sehari
Kementerian Pariwisata
Garut Genjot Wisata Lewat Tembakau
Garut Genjot Wisata Lewat Tembakau
Kementerian Pariwisata
Siap-siap, Bintan Akan Kembali Gelar Triathlon
Siap-siap, Bintan Akan Kembali Gelar Triathlon "Ironman 70.3"
Kementerian Pariwisata
5 Musisi Internasional Bakal Guncang Samosir
5 Musisi Internasional Bakal Guncang Samosir
Kementerian Pariwisata
Beri
Beri "Inbound" Tinggi, Menpar Rangkul Milenial
Kementerian Pariwisata
Menpar Sumringah Pariwisata Banyuwangi Bergairah
Menpar Sumringah Pariwisata Banyuwangi Bergairah
Kementerian Pariwisata
Noken Raksasa Sepanjang 30 Meter Jadi Tas Terbesar di Dunia
Noken Raksasa Sepanjang 30 Meter Jadi Tas Terbesar di Dunia
Kementerian Pariwisata
Bambu Tada Sukses Bikin Meriah Festival Morotai 2019
Bambu Tada Sukses Bikin Meriah Festival Morotai 2019
Kementerian Pariwisata
Menpar Sumringah Warganet Malut Bentuk Komunitas Peduli Pariwisata
Menpar Sumringah Warganet Malut Bentuk Komunitas Peduli Pariwisata
Kementerian Pariwisata
Promosikan Labuan Bajo, Kemenpar Ajak 10 TA Timor Leste Ikuti Famtrip
Promosikan Labuan Bajo, Kemenpar Ajak 10 TA Timor Leste Ikuti Famtrip
Kementerian Pariwisata
Keliling Dunia dengan Mobil Karavan, 24 Turis Jerman Ini Tiba di Dumai
Keliling Dunia dengan Mobil Karavan, 24 Turis Jerman Ini Tiba di Dumai
Kementerian Pariwisata
Instruksi Presiden, Pembangunan Infrastruktur Pendukung Pariwisata Danau Toba Dikebut
Instruksi Presiden, Pembangunan Infrastruktur Pendukung Pariwisata Danau Toba Dikebut
Kementerian Pariwisata
Buleleng Festival 2019 Bakal Bertabur Banyak Bintang
Buleleng Festival 2019 Bakal Bertabur Banyak Bintang
Kementerian Pariwisata