Diplomasi Becak Sultan HB X untuk Rusia yang Bikin Haru dan Tawa

Amir Sodikin
Kompas.com - Sabtu, 3 Agustus 2019
Diplomasi Becak Sultan HB X untuk Rusia yang Bikin Haru dan TawaAMRGubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan becak kepada Penasihat Museum Ketimuran Rusia di Moskow, saat berlangsungnya Festival Indonesia di Moskow, Jumat (2/8 /2019)

MOSKOW, KOMPAS.com - Dua penari Sintren meliuk-liuk lincah di depan booth Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang ada di Festival Indonesia di Moskow, Rusia, Jumat (2/8/2019).

Tarian yang dibawakan dengan gesit, diiringi perpaduan gamelan dan musik modern itu mampu menyedot antusiasme warga Rusia yang berada di lokasi festival, yaitu di Taman Krasnaya Presnya di jantung kota Moskow.

Waktu menunjukkan pukul 19.00 waktu setempat atau pukul 23.00 WIB, namun cahaya matahari masih cukup terang seperti layaknya pukul 16.00 di Jakarta.

Saat ini musim panas di Rusia, namun udara dingin tetap menusuk, sekitar 13 derajat Celsius. Walau terasa dingin namun tak menghalangi warga Rusia dan Indonesia berkerumun menyaksikan upacara gunting pita Sri Sultan HB X.

Baca juga: Sultan HB X Jamin Pebisnis Rusia Bisa Investasi Berkesinambungan di Yogyakarta

Saat itu Sultan baru mengikuti acara pembukaan festival di panggung utama. Kali ini Sultan akan membuka resmi booth Yogyakarta untuk umum. Booth Yogyakarta merupakan booth paling besar di Festival Indonesia di Moskow.

Selain Sultan, hadir pula di acara itu Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Di antara kerumunan warga, ternyata sudah menunggu penasihat museum ketimuran Rusia di Moskow. Tari Sintren berakhir, Sultan pun telah menggunting pita tanda dibukanya booth DIY.

Perlahan, kerumunan warga bergeser ke dalam ruangan booth. Usai meninjau booth, Sultan kembali ke luar menuju becak yang dipajang di depan booth.

Becak yang khusus dibawa delegasi DIY dari Yogyakarta ini akan diserahkan ke museum di Moskow. Seorang ibu kemudian dituntun untuk menaiki becak itu. Dia adalah penasihat museum ketimuran Rusia di Moskow, Tatyana.

Sultan tampak berdiri di samping becak. Warga dan wartawan kembali berkerumun. Kemudian dialog natural pun meluncur yang bikin haru sekaligus ger-geran membuat pengunjung tertawa.

"Madam, saya serahkan becak ini dan sepeda. Ini simbol orang Jawa. Semoga bisa mempererat hubungan Indonesia dengan Rusia," kata Sultan.

Baca juga: Kunjungan ke Tatarstan, Sultan Berharap Yogyakarta Mampu Menjaga Garis Imajiner

"Terima kasih Sultan. Saya sangat senang dan bahagia. Saya terharu. Saya ingin menangis," kata Tatyana.

Tatyana terus berbicara dalam bahasa Rusia yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh penerjemah.

"Saya sering menerima pemberian barang, tapi kali ini becak ini sangat istimewa buat kami. Saya ingin menangis," kata Tatyana.

"Becak ini sengaja kami serahkan, karena tidak mungkin saya pulang pakai becak ini," kata Sultan berkelakar.

Pengunjung yang hadir pun tertawa. Tatyana tampak terlambat tertawa karena harus menunggu penerjemah. Suasana dingin sore itu beranjak menjadi hangat.

"Saya ke sini pake becak ini, Madam," kata Sultan, kembali terjadi rentetan tawa.

Tatyana pun ikut tertawa ceria.

"Maukah nanti Madam pulang ke museum bawa becak ini?" kembali Sultan bercanda tanpa ampun.

"Bagaimana caranya saya harus naik becak ini ke museum?" tanya Tatyana balik.

 

Kali ini, Sultan yang giliran tertawa. 

Baca juga: Belajar Memproteksi Kota Heritage, Sri Sultan HB X Kunjungi Tatarstan

Canda tawa tak berhenti di situ. Seorang warga Yogyakarta memberi informasi bahwa becak tersebut sudah memiliki plat nomor, tanda bahwa becak tersebut boleh beroperasi secara resmi di kota Yogyakarta.

"Nah, ini sudah ada plat nomornya, sudah resmi. Semoga nanti di jalan tidak diberhentikan di jalan, ya, Madam," canda Sultan.

Haru bercampur riang ditingkahi tawa begitu hangat menyelimuti aura di depan booth Provinsi DIY sore itu. Bagi Tatyana, ini adalah sore yang indah.

"Dulu saya sering memberi kuliah umum tentang jalan-jalan di Jawa. Sekarang saya sedang menaiki becak. Terima kasih," kata Tatyana.

"Semoga bermanfaat ya, Madam," kata Sultan sekali lagi.

DIY Delegasi Terbesar di Festival Indonesia

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan becak kepada Penasihat Museum Ketimuran Rusia di Moskow, saat berlangsungnya Festival Indonesia di Moskow, Jumat (2/8 /2019)AMR Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan becak kepada Penasihat Museum Ketimuran Rusia di Moskow, saat berlangsungnya Festival Indonesia di Moskow, Jumat (2/8 /2019)
Booth Yogyakarta merupakan booth yang paling menonjol di Festival Indonesia di Moskow. Yogyakarta juga menjadi delegasi terbesar kali ini, melibatkan hingga 100 orang yang terdiri dari perwakilan pemerintah, pengusaha, seniman, dan akademisi.

Festival telah dibuka pada 1 Agustus dan akan berakhir 4 Agustus.

Ribuan orang warga Rusia sudah berbondong-bondon mendatangi Festival Indonesia Ke-4 pada sejak Jumat (2/8/2019) siang, sebelum acara dibuka resmi. Jumlah peserta dari Indonesia mencapai 1.000 orang yang berasal dari 177 booth pameran.

Event ini digelar di taman Krasnaya Presnya di jantung kota Moskow, Rusia. Peserta festival berasal dari usaha kecil dan menengah Indonesia, termasuk perusahaan-perusahaan besar Indonesia yang sudah ekspor.

Festival Indonesia resmi dibuka pada Jumat sore pukul 18.00 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB.

Baca juga: Saat Sri Sultan HB X Menolak Diberi Kayu Jati Ukuran Besar

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi, mengatakan, festival ini merupakan ajang promosi perdagangan, investasi, pariwisata, dan seni budaya terpadu.

"Festival ini mempromosikan dua negara, Indonesia di Rusia dan Rusia di Indonesia," katanya.

Dampak positif hubungan baik dengan Rusia bisa dilihat dari jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia yang semakin meningkat.

"Tahun 2016 ada 68.000 wisatawan, tahun 2018 naik menjadi 125.000 wisatawan Rusia," kata Wahid.

Sebaliknya, kunjungan wisatawan Indonesia ke Rusia juga terus meningkat.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan becak kepada Penasihat Museum Ketimuran Rusia di Moskow, saat berlangsungnya Festival Indonesia di Moskow, Jumat (2/8 /2019)AMR Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan becak kepada Penasihat Museum Ketimuran Rusia di Moskow, saat berlangsungnya Festival Indonesia di Moskow, Jumat (2/8 /2019)
"Data dari kementerian pariwisata Rusia yang didapat KBRI menyebutkan, tahun 2016 ada 5.000 wisatawan, tahun 2018 meningkat menjadi 31.000 wisatawan Indonesia ke Rusia," kata Wahid.

Festival Indonesia merupakan rangkaian memperingati kemerdekaan Indonesia ke-74. Selain memamerkan berbagai produk andalan berbagai daerah di Indonesia, festival juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya

Taman Krasnaya Presnya seluas 16,5 ha ini didirikan tahun 1932. Taman ini merupakan monumen sejarah dan arsitektur, serta monumen seni lanskap abad XVIII-XIX.

Baca juga: Ini Pesan Sultan HB X untuk Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga

Tema festival kali ini adalah “Visit Wonderful Indonesia: Enjoy Your Tropical Paradise”. Ditargetkan Festival Indonesia ini akan dikunjungi oleh sekitar 140.000 orang warga Rusia.

Penyelenggaraan Festival Indonesia didukung oleh Kementerian Pariwisata Indonesia, Pemerintah Kota Moskow, Taman Krasnaya Presnya, dan sejumlah lembaga pemerintah, termasuk swasta dari Indonesia dan Rusia.

PenulisAmir Sodikin
EditorAna Shofiana Syatiri
Terkini Lainnya
Wapres JK: Pendirian LDKPI Jadi Perwujudan
Wapres JK: Pendirian LDKPI Jadi Perwujudan "Diplomasi Tangan di Atas"
Kementerian Luar Negeri
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB
Kementerian Luar Negeri
Universitas Al-Azhar Mesir akan Buka Prodi Bahasa Indonesia
Universitas Al-Azhar Mesir akan Buka Prodi Bahasa Indonesia
Kementerian Luar Negeri
Di New York, Wapres JK Tekankan Pentingnya Kerja Sama Multilateral
Di New York, Wapres JK Tekankan Pentingnya Kerja Sama Multilateral
Kementerian Luar Negeri
Di Pertemuan PBB, Wapres JK Paparkan Peran Penting Kemitraan Pemerintah dan Swasta
Di Pertemuan PBB, Wapres JK Paparkan Peran Penting Kemitraan Pemerintah dan Swasta
Kementerian Luar Negeri
Di Sidang PBB, Menlu Retno Ceritakan Sukses Indonesia Berdayakan Perempuan
Di Sidang PBB, Menlu Retno Ceritakan Sukses Indonesia Berdayakan Perempuan
Kementerian Luar Negeri
Di New York, Menlu Retno Curahkan Pandangannya Soal ASEAN-Indo Pasifik
Di New York, Menlu Retno Curahkan Pandangannya Soal ASEAN-Indo Pasifik
Kementerian Luar Negeri
Bertemu DK PBB, Menlu Retno Sampaikan Tiga Poin Pemberantasan Terorisme
Bertemu DK PBB, Menlu Retno Sampaikan Tiga Poin Pemberantasan Terorisme
Kementerian Luar Negeri
Aktif di Media Sosial, Kemenlu Sabet Penghargaan
Aktif di Media Sosial, Kemenlu Sabet Penghargaan
Kementerian Luar Negeri
Di Forum PBB, Wapres JK Tawarkan 2 Solusi Atasi Penurunan Harga Kopi
Di Forum PBB, Wapres JK Tawarkan 2 Solusi Atasi Penurunan Harga Kopi
Kementerian Luar Negeri
Bertemu Menlu Australia dan Timor Leste, Menlu Retno Bahas Pembukaan Jalur Laut Darwin-Kupang-Dili
Bertemu Menlu Australia dan Timor Leste, Menlu Retno Bahas Pembukaan Jalur Laut Darwin-Kupang-Dili
Kementerian Luar Negeri
Pimpin SDG Summit di PBB, Wapres JK Ceritakan Prioritas Pembangunan Indonesia
Pimpin SDG Summit di PBB, Wapres JK Ceritakan Prioritas Pembangunan Indonesia
Kementerian Luar Negeri
Di Sidang PBB Menlu Retno Bahas 3 Isu
Di Sidang PBB Menlu Retno Bahas 3 Isu
Kementerian Luar Negeri
Soal Krisis Kemanusiaan di Rakhine State, Menlu RI Minta Masyarakat Internasional Ambil Langkah Darurat
Soal Krisis Kemanusiaan di Rakhine State, Menlu RI Minta Masyarakat Internasional Ambil Langkah Darurat
Kementerian Luar Negeri
Pimpin Kelompok Kerja OKI, Menlu Retno Ingin Hentikan Islamofobia
Pimpin Kelompok Kerja OKI, Menlu Retno Ingin Hentikan Islamofobia
Kementerian Luar Negeri