Lampaui Target, Program Motis DJKA Angkut 12.419 Motor Pemudik

Kompas.com - 01/04/2026, 15:54 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian ( DJKA) Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) kembali menyelenggarakan program Motor Gratis (Motis) pada Lebaran 2026. 

Program tersebut bertujuan menekan angka pemudik roda dua atau motor di jalan raya dan mengalihkannya ke moda transportasi kereta api yang lebih aman dan nyaman.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Arif Anwar bersyukur program Motis disambut antusias oleh masyarakat dan berjalan dengan lancar. 

“Dari total kuota yang kami sediakan sebanyak 11.900 unit motor, realisasi angkutan mencapai 12.419 unit atau sebesar 104,36 persen dari target. Realisasi tersebut belum termasuk angkutan contraflow yang mencapai 1.304 unit motor yang tetap kami layani meski tidak masuk ke dalam target realisasi,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (31/3/2026). 

Arif mengatakan, capaian itu mencerminkan tingginya animo dan kepercayaan masyarakat terhadap program Motis sebagai solusi mudik yang aman, nyaman, dan efisien. 

“Ke depan, kami berharap kuota program Motis dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya dapat semakin luas dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga: DJKA Perluas Program Motis Lebaran 2026 hingga Jalur Selatan Jawa

Untuk diketahui, program Motis 2026 melayani tiga lintas utama, yakni Lintas Utara (Jakarta Gudang-Cepu), Lintas Tengah (Jakarta Gudang-Lempuyangan), dan Lintas Selatan (Jakarta Gudang-Madiun). 

Dengan jadwal keberangkatan pengangkutan motor yang teratur, masyarakat mendapatkan kepastian waktu dan layanan prima. Contohnya, Kereta Api (KA) Motis Selatan yang berangkat subuh pukul 04.50 dari Jakarta Gudang.

Tidak hanya soal angka, DJKA berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan, mulai dari masa pendaftaran (1-29 Maret 2026) hingga penyerahan unit motor di stasiun tujuan.

Arif mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan Motis 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan.  

Dia memaparkan, evaluasi mencakup seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi program, proses pendaftaran baik secara online maupun offline, pelayanan di posko, verifikasi data, proses pengemasan, pengangkutan dengan kereta api, hingga penyerahan motor di lokasi tujuan. 

Baca juga: Program Motis Lebaran 2026 Ditarget Angkut 11.900 Motor dan 28.190 Penumpang

“Masukan dari masyarakat menjadi perhatian utama kami untuk memastikan penyelenggaraan Motis ke depan semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan pengguna,” terangnya.

Arif menegaskan, keberhasilan program Motis 2026 tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, operator, mitra pendukung, dan seluruh pemangku kepentingan.

Tak hanya itu, kepatuhan masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam mengikuti program Motis, termasuk dalam mengikuti prosedur, juga menyukseskan rencana operasi.

“Sinergi yang terbangun menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Motis tahun ini, dan kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya.

Adapun kesuksesan program Motis pada 2026 merupakan kelanjutan dari tren positif kepercayaan masyarakat yang telah terbangun selama lebih dari satu dekade. 

Baca juga: Demi Tekan Ongkos Mudik, Hanifah Rela Bolak-balik ke Stasiun Tangerang Daftar Motis

Data historis menunjukkan pertumbuhan volume angkutan motis yang signifikan, dimulai dari hanya 827 unit pada 2013, kemudian melonjak pesat hingga mencapai puncaknya di angka 19.141 unit pada 2019 sebelum masa pandemi. 

Meskipun sempat terhenti pada 2021 akibat Covid-19, program Motis segera bangkit dan secara konsisten melayani ribuan pemudik setiap tahunnya, seperti pada realisasi tahun 2024 yang mencapai 13.132 unit. 

Peningkatan realisasi pada 2026 menembus angka 12.419 unit atau 104,36 persen dari target awal 11.900 unit. 

Program Motis pun mempertegas komitmen DJKA Kemenhub yang menghadirkan solusi mudik yang aman dan dinantikan masyarakat.

Baca juga: Motor dan Peserta Program Motis 2026 di Bekasi Bakal Diangkut dalam Satu Kereta

Terkini Lainnya
Lampaui Target, Program Motis DJKA Angkut 12.419 Motor Pemudik

Lampaui Target, Program Motis DJKA Angkut 12.419 Motor Pemudik

Kemenhub
Angkutan Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Korban Meninggal Dunia Turun 31,19 Persen

Angkutan Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Korban Meninggal Dunia Turun 31,19 Persen

Kemenhub
Urai Kepadatan Arus Balik Lebaran, Menhub Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikampek

Urai Kepadatan Arus Balik Lebaran, Menhub Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikampek

Kemenhub
Masih Ada Truk Melintas Saat Larangan Berlaku, Menhub Minta Pengusaha Patuh

Masih Ada Truk Melintas Saat Larangan Berlaku, Menhub Minta Pengusaha Patuh

Kemenhub
Kemenhub: Truk Sumbu Tiga ke Atas Wajib Patuhi Pembatasan Operasional Selama Angkutan Lebaran

Kemenhub: Truk Sumbu Tiga ke Atas Wajib Patuhi Pembatasan Operasional Selama Angkutan Lebaran

Kemenhub
Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Siapkan 4 Pelabuhan Penyeberangan Jawa–Sumatera

Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Siapkan 4 Pelabuhan Penyeberangan Jawa–Sumatera

Kemenhub
Jelang Nataru 2025/2026, Menhub Tinjau Kesiapan Simpul Transportasi di Jateng

Jelang Nataru 2025/2026, Menhub Tinjau Kesiapan Simpul Transportasi di Jateng

Kemenhub
Kemenhub Buka 33.000 Kuota Mudik Gratis Nataru, Menhub Dudy Imbau Warga Segera Daftar

Kemenhub Buka 33.000 Kuota Mudik Gratis Nataru, Menhub Dudy Imbau Warga Segera Daftar

Kemenhub
Menhub: 35.000 Armada Transportasi Siap Layani Masyarakat pada Nataru 2025/2026

Menhub: 35.000 Armada Transportasi Siap Layani Masyarakat pada Nataru 2025/2026

Kemenhub
Avsec Bandara IWIP Amankan

Avsec Bandara IWIP Amankan "Dangerous Goods" di Penerbangan Weda-Manado

Kemenhub
Kemenhub: Puncak Arus Mudik Nataru 24 Desember 2025, Jumlah Pemudik Capai 17,18 Juta Orang

Kemenhub: Puncak Arus Mudik Nataru 24 Desember 2025, Jumlah Pemudik Capai 17,18 Juta Orang

Kemenhub
Menhub Sebut 119,5 Juta Orang Berpotensi Lakukan Perjalanan pada Libur Nataru 2025/2026

Menhub Sebut 119,5 Juta Orang Berpotensi Lakukan Perjalanan pada Libur Nataru 2025/2026

Kemenhub
Stasiun Tanah Abang Baru Resmi Beroperasi, Mampu Layani 380 Ribu Penumpang per Hari Setara Kapasitas Lebih dari 1.000 Pesawat Boeing 737

Stasiun Tanah Abang Baru Resmi Beroperasi, Mampu Layani 380 Ribu Penumpang per Hari Setara Kapasitas Lebih dari 1.000 Pesawat Boeing 737

Kemenhub
Bukan Sekadar Aturan, Kemenhub Targetkan Perubahan Perilaku lewat Program Zero ODOL

Bukan Sekadar Aturan, Kemenhub Targetkan Perubahan Perilaku lewat Program Zero ODOL

Kemenhub
8 Lokomotif Seberat 684 Ton Lintasi Rel Layang Simpang Joglo, Solo, Ini Hasilnya

8 Lokomotif Seberat 684 Ton Lintasi Rel Layang Simpang Joglo, Solo, Ini Hasilnya

Kemenhub
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com