Mendikdasmen Resmikan 76 Revitalisasi Sekolah di Aceh, Pulihkan Layanan Pendidikan Pascabencana

Kompas.com - 02/02/2026, 08:27 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan sekolah hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang terpusat di SD Negeri 12 Bintang, Kabupaten Aceh Tengah dan SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

Peresmian tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memulihkan layanan pendidikan pascabencana serta memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan layak.

Selain itu, peresmian itu juga menjadi bagian dari upaya nasional dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi satuan pendidikan terdampak bencana, yang ditargetkan tuntas secara bertahap di tahun 2026.

Di SD Negeri 12 Bintang, Mendikdasmen meresmikan secara simbolis 53 satuan pendidikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.

Program ini dilaksanakan untuk memulihkan infrastruktur pendidikan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda wilayah dataran tinggi Gayo.

“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan,” ujar Mendikdasmen, di Aceh Tengah, Kamis (29/1/2026), dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Pastikan Sekolah Rusak Berat di Aceh Utara Dibangun Baru Tahun Ini

Dalam kunjungan kerjanya, Mendikdasmen meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak bencana, termasuk satuan pendidikan yang masih melaksanakan pembelajaran di ruang darurat.

Pemerintah menegaskan akan merelokasi sekolah yang berada di zona rawan bencana serta mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan baru.

Terkait kondisi SMP Negeri 22, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang rusak berat dan sudah berapa kali tertimpa longsor, Mendikdasmen menyampaikan bahwa bangunan sekolah tersebut sudah tidak memungkinkan untuk digunakan.

Ia mengatakan, pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merelokasi sekolah ke lokasi baru yang telah disiapkan.

“Insyaallah, sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru pada tahun 2026,” ujarnya.

Sementara itu, untuk SD Negeri 12 Bintang, yang terkena longsor di bagian belakang bangunan, Kemendikdasmen akan memberikan bantuan tambahan berupa pembangunan ruang kelas baru.

Sehari sebelumnya pada Rabu (28/1/2026), Mendikdasmen juga meresmikan 23 satuan pendidikan yang terpusat di SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

Sekolah tersebut menjadi bagian dari program rehabilitasi satuan pendidikan terdampak bencana yang dilaksanakan sesuai standar keselamatan bangunan dan kebutuhan pembelajaran.

Pemerintah berharap upaya revitalisasi ini dapat memperkuat pemerataan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas, sekaligus memastikan pemulihan pendidikan pascabencana berjalan berkelanjutan khususnya di daerah terdampak.

Hingga saat ini, dari hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025, jumlah sekolah yang telah rampung 100 persen dibangun dan direhabilitasi sebanyak 36 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah. Seluruhnya siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sejalan dengan penguatan infrastruktur fisik, Mendikdasmen mendorong modernisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi.

Sekolah-sekolah yang telah menerima Papan Interaktif Digital (PID) akan diperkuat dengan dukungan konektivitas internet, termasuk layanan internet berbasis satelit, untuk mengatasi kendala geografis di wilayah pegunungan dan daerah terpencil.

Abdul Mu'ti juga menyebut akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan pendukung, termasuk pembangunan ruang guru dan rumah dinas guru, guna menjaga keberlanjutan layanan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.

Revitalisasi Satuan Pendidikan hadirkan harapan baru bagi warga sekolah

Dampak revitalisasi tersebut dirasakan sangat berarti bagi satuan pendidikan. Seperti yang diungkapkan Kepala Sekolah SLB Negeri Silih Nara Angkup, Takengon, Yusbida, dan Kepala SMAN 1 Timang Gajah, Bener Meriah, Marhamah.

Menurut pengakuan keduanya, sebelum ada program revitalisasi, sekolah mereka menghadapi keterbatasan dan kerusakan sarana prasarana yang berdampak langsung pada proses pembelajaran.

Melalui program revitalisasi, kedua sekolah itu kini memiliki ruang belajar dan fasilitas penunjang yang lebih layak, aman, dan fungsional. Hal ini diakui keduanya membuat proses pembelajaran lebih optimal dan peserta didik dapat belajar lebih nyaman.

Baca juga: Atap Gedung SMPN 1 Sambong Blora Berusia 42 Tahun Rubuh, Staf Ahli Mendikdasmen: Saya Minta Perbaiki

Yusbida menjelaskan bahwa sekolahnya mengalami kekurangan ruang kelas serta fasilitas pendukung.

“Saya berharap, program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak,” tutur Yusbida.

Sementara itu, Marhamah mengungkapkan bahwa kondisi rumah ibadah sekolah dan laboratorium IPA yang rusak sehingga tidak dapat dimanfaatkan.

“Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian dan dukungan pemerintah (merehabilitasi sekolah) karena manfaatnya dirasakan nyata,” ucapnya penuh haru.

Terkini Lainnya
PHTC Revitalisasi Sekolah Dorong Peningkatan Infrastruktur Pendidikan dan Ekonomi Lokal

PHTC Revitalisasi Sekolah Dorong Peningkatan Infrastruktur Pendidikan dan Ekonomi Lokal

Kemendikdasmen
TKA 2025 Dapat Dukungan Luas, Kemendikdasmen Optimistis Tes Berjalan Lancar

TKA 2025 Dapat Dukungan Luas, Kemendikdasmen Optimistis Tes Berjalan Lancar

Kemendikdasmen
Refleksi Arah Pendidikan Indonesia, Kemendikdasmen Luncurkan Buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua”

Refleksi Arah Pendidikan Indonesia, Kemendikdasmen Luncurkan Buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua”

Kemendikdasmen
Setahun Perjalanan, Kemendikdasmen Catat Capaian Nyata Pendidikan Bermutu untuk Semua

Setahun Perjalanan, Kemendikdasmen Catat Capaian Nyata Pendidikan Bermutu untuk Semua

Kemendikdasmen
Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD, Mendikdasmen: Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD, Mendikdasmen: Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Kemendikdasmen
Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen Hadirkan Program Prioritas bagi Guru hingga Siswa

Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen Hadirkan Program Prioritas bagi Guru hingga Siswa

Kemendikdasmen
Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman dan Menggembirakan, Kemendikdasmen Luncurkan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah

Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman dan Menggembirakan, Kemendikdasmen Luncurkan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah

Kemendikdasmen
Kawal SPMB di Daerah, Kemendikdasmen Perkuat Koordinasi dengan Pemda

Kawal SPMB di Daerah, Kemendikdasmen Perkuat Koordinasi dengan Pemda

Kemendikdasmen
Menginspirasi, Guru Sejarah di Flores Timur Gunakan Sampah Sebagai Media Belajar 

Menginspirasi, Guru Sejarah di Flores Timur Gunakan Sampah Sebagai Media Belajar 

Kemendikdasmen
Satu Dekade Pembangunan Pendidikan, Semakin Berdampak dan Bermanfaat

Satu Dekade Pembangunan Pendidikan, Semakin Berdampak dan Bermanfaat

Kemendikdasmen
Wujudkan Indonesia Bahagia, Ini 7 Misi Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025-2045 

Wujudkan Indonesia Bahagia, Ini 7 Misi Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025-2045 

Kemendikdasmen
Kemendikbud Ristek Dukung Inovasi Nucleopad, Alat yang Bisa Identifikasi Penyakit dalam 15 Menit

Kemendikbud Ristek Dukung Inovasi Nucleopad, Alat yang Bisa Identifikasi Penyakit dalam 15 Menit

Kemendikdasmen
Demi Kemandirian Bangsa, Kemendikbud Ristek Melalui Kadeireka Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik

Demi Kemandirian Bangsa, Kemendikbud Ristek Melalui Kadeireka Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik

Kemendikdasmen
Komitmen Kemendikbudristek dalam Transformasi Digital Pendidikan

Komitmen Kemendikbudristek dalam Transformasi Digital Pendidikan

Kemendikdasmen
Tingkatkan Pendidikan Berkualitas di Indonesia, Kemendikbudristek Jamin Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Tingkatkan Pendidikan Berkualitas di Indonesia, Kemendikbudristek Jamin Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Kemendikdasmen
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com