Harapan Baru Pendidikan di Aceh: 114 Sekolah Rusak Terdampak Bencana Segera Direvitalisasi

Kompas.com - 02/02/2026, 08:00 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus bergerak cepat memulihkan sekolah-sekolah terdampak bencana melalui percepatan pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Sebanyak 114 sekolah terdampak bencana di Aceh telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026, yang salah satu prioritasnya ditujukan bagi sekolah terdampak bencana.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh perwakilan seluruh sekolah terdampak bencana pada Kamis (29/1/2026) di Kota Banda Aceh.

Penandatanganan secara simbolik disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi PKPLK Kemendikdasmen Tatang Muttaqin, Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, serta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Aceh.

Tatang Muttaqin dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan PKS ini merupakan langkah konkret dalam rekonstruksi dan pemulihan pendidikan di Aceh.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen kuat memulihkan pendidikan di Aceh dan daerah terdampak bencana lainnya secara cepat, menyeluruh, serta berorientasi pada pemulihan peserta didik agar hak anak atas pendidikan tetap terjamin.

“Apa yang telah ditandatangani hari ini merupakan dokumen awal kebahagiaan bagi para siswa, orangtua, dan seluruh warga sekolah. Dokumen ini menjadi dasar untuk mengembalikan kondisi sekolah agar, insyaallah, lebih nyaman dan tentunya aman bagi seluruh warga sekolah,” ujar Tatang dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (2/2/2026).

Baca juga: 926 Sekolah di Kalsel Rusak akibat Banjir, Jadi Prioritas Revitalisasi

Ia berharap dokumen PKS tersebut dimanfaatkan secara sungguh-sungguh oleh para penerima bantuan sebagai rujukan dalam pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Program tersebut merupakan bagian dari program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sekaligus upaya merekonstruksi dan merehabilitasi pendidikan di Aceh.

“Setelah penandatanganan ini, dana bantuan diharapkan segera cair sehingga pelaksanaan program bisa langsung dieksekusi. Kami berharap pada awal tahun ajaran baru, anak-anak sudah dapat belajar kembali dengan nyaman dan aman di sekolah yang telah direvitalisasi,” kata Tatang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi PKPLK Kemendikdasmen Tatang Muttaqin.DOK. Kemendikdasmen Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi PKPLK Kemendikdasmen Tatang Muttaqin.

Sebagai informasi, dari total 114 sekolah yang akan direvitalisasi, seluruhnya berada di bawah pembinaan Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK dan terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Sekolah-sekolah tersebut terdiri atas 99 sekolah menengah kejuruan (SMK), 13 sekolah luar biasa (SLB), dan 2 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat.

Harapan baru

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Aceh Dahlawi menyampaikan bahwa penandatanganan PKS ini menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan di Aceh.

Ia mengungkapkan bahwa akibat bencana, hampir separuh SMK dan SLB di Aceh mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang beragam.

Baca juga: Kerusakan Hutan Perparah Risiko Penularan Virus Nipah, Ini Penjelasan Ahli

“Revitalisasi ini membawa harapan baru bagi pendidikan Aceh. Melalui program ini, kami berharap pendidikan di Aceh dapat segera pulih dan ke depannya setara dengan daerah lainnya,” ujar Dahlawi.

Kepala SMK Ummul Ayman 2 Kabupaten Pidie Jaya Faisal mengatakan, sekolahnya menjadi salah satu penerima program revitalisasi.

Akibat bencana, seluruh ruang kelas dan ruang praktik siswa mengalami kerusakan sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di ruang kelas darurat.

“Dengan adanya revitalisasi ini, kami berharap unit kelas baru dapat segera terbangun dan siswa bisa kembali belajar dalam kondisi yang lebih nyaman,” ujar Faisal.

Senada dengan Faisal, siswa kelas XI SMK Ummul Ayman 2 Alfrizi Maulana mengaku merindukan ruang belajar yang layak seperti sebelumnya.

Selain harus belajar di kelas darurat, kegiatan pembelajaran praktik juga terhenti karena seluruh area praktikum, termasuk kolam ikan dan bioflok, rusak akibat banjir.

“Semoga unit kelas baru bisa segera dibangun sehingga kami dapat kembali belajar di ruang kelas yang nyaman, lengkap dengan meja dan kursi,” kata Alfrizi.

Sementara itu, Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang Suprananta menyebut, penandatanganan PKS ini menjadi kabar gembira bagi 260 murid di sekolahnya yang ingin kembali belajar di lingkungan sekolah yang layak.

Baca juga: Patah Kaki di Lingkungan Sekolah, Disdik Samarinda: Terjadi Kekerasan yang Tidak Disengaja

“Sekolah kami memang sudah kembali aktif, tetapi masih menggunakan kelas darurat. Dengan adanya PKS ini, insyaallah bisa membangun kembali sekolah yang rusak parah akibat bencana,” ujar Suprananta.

Terkini Lainnya
PHTC Revitalisasi Sekolah Dorong Peningkatan Infrastruktur Pendidikan dan Ekonomi Lokal

PHTC Revitalisasi Sekolah Dorong Peningkatan Infrastruktur Pendidikan dan Ekonomi Lokal

Kemendikdasmen
TKA 2025 Dapat Dukungan Luas, Kemendikdasmen Optimistis Tes Berjalan Lancar

TKA 2025 Dapat Dukungan Luas, Kemendikdasmen Optimistis Tes Berjalan Lancar

Kemendikdasmen
Refleksi Arah Pendidikan Indonesia, Kemendikdasmen Luncurkan Buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua”

Refleksi Arah Pendidikan Indonesia, Kemendikdasmen Luncurkan Buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua”

Kemendikdasmen
Setahun Perjalanan, Kemendikdasmen Catat Capaian Nyata Pendidikan Bermutu untuk Semua

Setahun Perjalanan, Kemendikdasmen Catat Capaian Nyata Pendidikan Bermutu untuk Semua

Kemendikdasmen
Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD, Mendikdasmen: Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD, Mendikdasmen: Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Kemendikdasmen
Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen Hadirkan Program Prioritas bagi Guru hingga Siswa

Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen Hadirkan Program Prioritas bagi Guru hingga Siswa

Kemendikdasmen
Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman dan Menggembirakan, Kemendikdasmen Luncurkan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah

Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman dan Menggembirakan, Kemendikdasmen Luncurkan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah

Kemendikdasmen
Kawal SPMB di Daerah, Kemendikdasmen Perkuat Koordinasi dengan Pemda

Kawal SPMB di Daerah, Kemendikdasmen Perkuat Koordinasi dengan Pemda

Kemendikdasmen
Menginspirasi, Guru Sejarah di Flores Timur Gunakan Sampah Sebagai Media Belajar 

Menginspirasi, Guru Sejarah di Flores Timur Gunakan Sampah Sebagai Media Belajar 

Kemendikdasmen
Satu Dekade Pembangunan Pendidikan, Semakin Berdampak dan Bermanfaat

Satu Dekade Pembangunan Pendidikan, Semakin Berdampak dan Bermanfaat

Kemendikdasmen
Wujudkan Indonesia Bahagia, Ini 7 Misi Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025-2045 

Wujudkan Indonesia Bahagia, Ini 7 Misi Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025-2045 

Kemendikdasmen
Kemendikbud Ristek Dukung Inovasi Nucleopad, Alat yang Bisa Identifikasi Penyakit dalam 15 Menit

Kemendikbud Ristek Dukung Inovasi Nucleopad, Alat yang Bisa Identifikasi Penyakit dalam 15 Menit

Kemendikdasmen
Demi Kemandirian Bangsa, Kemendikbud Ristek Melalui Kadeireka Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik

Demi Kemandirian Bangsa, Kemendikbud Ristek Melalui Kadeireka Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik

Kemendikdasmen
Komitmen Kemendikbudristek dalam Transformasi Digital Pendidikan

Komitmen Kemendikbudristek dalam Transformasi Digital Pendidikan

Kemendikdasmen
Tingkatkan Pendidikan Berkualitas di Indonesia, Kemendikbudristek Jamin Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Tingkatkan Pendidikan Berkualitas di Indonesia, Kemendikbudristek Jamin Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Kemendikdasmen
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com