KOMPAS.com - Tepat pukul 09.00 WIB, Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi yang didampingi Direktur Sumber Daya Pertahanan pada Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Hengki Yuda Setiawan memasuki Lapangan Kuwera, Pusdikku DitkuAD, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/10/2025).
Di komplek dan pendidikan militer, Viva hadir untuk mengikuti Upacara Pembukaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Matra Darat Tahun Ajaran (TA) 2025.
Sebanyak 300 pemuda dan pemudi yang berasal dari berbagai kawasan transmigrasi, termasuk calon transmigran, dipersiapkan menjadi komponen cadangan ( komcad).
Dalam pengarahan, Viva mengatakan, orang yang bisa mengikuti latsarmil adalah orang-orang pilihan.
"Banyak yang ingin menjadi komcad, tetapi seleksi yang ada memilah mana yang bisa diterima dan tidak. Untuk itu kalian harus bangga menjadi bagian dari latsarmil ini," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (8/10/2025).
Adapun Latsarmil terselenggara berkat kerja sama antara Kementerian Transmigrasi ( Kementrans) dan Kemenhan.
Viva menilai, latsarmil merupakan salah satu upaya untuk membentuk jiwa manusia Indonesia yang tangguh dan bekerja keras.
"Kalian dilatih untuk menjadi komcad yang berjiwa ksatria," tegasnya.
Pembentukan komcad disebut sebagai bentuk kontribusi Kementrans dalam ikut menjaga pertahanan Indonesia.
Selepas lulus latsarmil, kata Viva, mereka harus siap sedia bila dipanggil negara dalam penanggulangan bahaya dan bencana.
" Komcad bagian dari strategi pembangunan pertahanan dan saudara-saudara menjadi bagian dari ini," tambahnya.
Baca juga: Kementrans Siapkan Skema Pendanaan Khusus untuk Transmigran Magang ke Jepang
Pria asal Lamongan, Jawa Timur itu menambahkan, pembentukan komcad dari kalangan transmigran juga merupakan bagian amanat Presiden Prabowo Subianto ketika menjadikan transmigrasi sebagai kementerian tersendiri.
Salah satu amanat presiden adalah transmigrasi bukan hanya sekadar memindahkan penduduk, tetapi juga ikut menjaga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di lahan-lahan kosong, terutama di wilayah perbatasan.
"Bila lahan-lahan kosong ditempati oleh masyarakat, di sana akan mencegah terjadinya aneksasi dan infiltrasi bangsa lain," tutur Viva.
Dia menambahkan, para komcad yang terdiri dari berbagai latar belakang agama, suku, dan bahasa itu akan dikembalikan ke kawasan transmigrasi setelah latsarmil.
Sebab, kata Viva, setelah digembleng secara ketat dan disiplin, mereka akan menjadi manusia yang bisa diandalkan.
Baca juga: Pasarkan Cokelat dan Kopi, Kementrans Incar Investor Jepang
Untuk itu, Viva berharap, setelah tiba di daerahnya, mereka harus bekerja keras untuk mengolah lahan-lahan perkebunan dan pertanian yang ada.
"Selain memiliki jiwa nasionalis, saudara-saudara harus berbuat nyata," tegasnya.
Lebih lanjut, Viva mengatakan, kerja keras dan keseriusan para transmigran apalagi setelah menjadi komcad akan meningkatkan produktivitas kawasan transmigrasi.
Menurutnya, ketelatenan para transmigran dalam meniti hidup di sana telah menciptakan kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sebagai anak-anak transmigran, mereka harus melanjutkan kehidupan orangtua untuk menjadi lebih produktif.
Tak hanya itu, kerja keras dari transmigran dalam mengelola lahan pertanian membuat kawasan transmigrasi menjadi sentra tanaman pangan sehingga mendukung keinginan pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Viva mengucapkan terima kasih kepada Pusdikku DitkuAD yang dengan serius dan sungguh-sungguh menggembleng para komcad.
“Kami titip 300 putra-putri transmigran untuk dilatih dan ditempa agar terbentuk karakter dan jiwa yang kuat, disiplin, cinta Tanah Air, dan berjiwa patriot," tegasnya.
Salah satu peserta latsarmil dari Kalimantan Tengah, Supriyadi mengatakan, setelah mengikuti pendidikan, dirinya akan kembali ke daerah asal untuk menjalankan program Kementrans sebagai transmigrasi lokal.
Baca juga: Kementrans Kembalikan Rp 777 Miliar ke Negara, Ini Alasannya
"Diberi rumah dan 2 hektar tanah yang siap dikelola," ujarnya. Supriyadi pun mengaku senang mengikuti pelatihan itu.