Latsarmil bagi Transmigran, Wamentrans Viva Yoga: Kontribusi Kementrans Ikut Jaga dan Peduli Pertahanan Bangsa

Kompas.com - 08/10/2025, 10:33 WIB
I Jalaludin S,
Dwinh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tepat pukul 09.00 WIB, Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi yang didampingi Direktur Sumber Daya Pertahanan pada Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Hengki Yuda Setiawan memasuki Lapangan Kuwera, Pusdikku DitkuAD, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/10/2025).

Di komplek dan pendidikan militer, Viva hadir untuk mengikuti Upacara Pembukaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Matra Darat Tahun Ajaran (TA) 2025. 

Sebanyak 300 pemuda dan pemudi yang berasal dari berbagai kawasan transmigrasi, termasuk calon transmigran, dipersiapkan menjadi komponen cadangan ( komcad).

Dalam pengarahan, Viva mengatakan, orang yang bisa mengikuti latsarmil adalah orang-orang pilihan. 

"Banyak yang ingin menjadi komcad, tetapi seleksi yang ada memilah mana yang bisa diterima dan tidak. Untuk itu kalian harus bangga menjadi bagian dari latsarmil ini," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (8/10/2025).

Baca juga: Investor Jepang Sambut Baik Tawaran Kementrans, Tertarik Investasi di Kawasan Transmigrasi di Luar Pulau Jawa

Adapun Latsarmil terselenggara berkat kerja sama antara Kementerian Transmigrasi ( Kementrans) dan Kemenhan.

Viva menilai, latsarmil merupakan salah satu upaya untuk membentuk jiwa manusia Indonesia yang tangguh dan bekerja keras. 

"Kalian dilatih untuk menjadi komcad yang berjiwa ksatria," tegasnya.

Pembentukan komcad disebut sebagai bentuk kontribusi Kementrans dalam ikut menjaga pertahanan Indonesia. 

Selepas lulus latsarmil, kata Viva, mereka harus siap sedia bila dipanggil negara dalam penanggulangan bahaya dan bencana.

" Komcad bagian dari strategi pembangunan pertahanan  dan saudara-saudara menjadi bagian dari ini," tambahnya.

Baca juga: Kementrans Siapkan Skema Pendanaan Khusus untuk Transmigran Magang ke Jepang

Pria asal Lamongan, Jawa Timur itu menambahkan, pembentukan komcad dari kalangan transmigran juga merupakan bagian amanat Presiden Prabowo Subianto ketika menjadikan transmigrasi sebagai kementerian tersendiri. 

Salah satu amanat presiden adalah transmigrasi bukan hanya sekadar memindahkan penduduk, tetapi juga ikut menjaga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di lahan-lahan kosong, terutama di wilayah perbatasan. 

"Bila lahan-lahan kosong ditempati oleh masyarakat, di sana akan mencegah terjadinya aneksasi dan infiltrasi bangsa lain," tutur Viva.

Dia menambahkan, para komcad yang terdiri dari berbagai latar belakang agama, suku, dan bahasa itu akan dikembalikan ke kawasan transmigrasi setelah latsarmil.

Sebab, kata Viva, setelah digembleng secara ketat dan disiplin, mereka akan menjadi manusia yang bisa diandalkan. 
Baca juga: Pasarkan Cokelat dan Kopi, Kementrans Incar Investor Jepang

Untuk itu, Viva berharap, setelah tiba di daerahnya, mereka harus bekerja keras untuk mengolah lahan-lahan perkebunan dan pertanian yang ada. 

"Selain memiliki jiwa nasionalis, saudara-saudara harus berbuat nyata," tegasnya.

Lebih lanjut, Viva mengatakan, kerja keras dan keseriusan para transmigran apalagi setelah menjadi komcad akan meningkatkan produktivitas kawasan transmigrasi. 

Menurutnya, ketelatenan para transmigran dalam meniti hidup di sana telah menciptakan kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. 

Sebagai anak-anak transmigran, mereka harus melanjutkan kehidupan orangtua untuk menjadi lebih produktif.

Baca juga: Cegah Kebocoran Anggaran, Menteri Iftitah Minta Itjen Kementrans Lakukan Pengawasan Sejak Program Berjalan

Tak hanya itu, kerja keras dari transmigran dalam mengelola lahan pertanian membuat kawasan transmigrasi menjadi sentra tanaman pangan sehingga mendukung keinginan pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Viva mengucapkan terima kasih kepada Pusdikku DitkuAD yang dengan serius dan sungguh-sungguh menggembleng para komcad. 

“Kami titip 300 putra-putri transmigran untuk dilatih dan ditempa agar terbentuk karakter dan jiwa yang kuat, disiplin, cinta Tanah Air, dan berjiwa patriot," tegasnya.

Salah satu peserta latsarmil dari Kalimantan Tengah, Supriyadi mengatakan, setelah mengikuti pendidikan, dirinya akan kembali ke daerah asal untuk menjalankan program Kementrans sebagai transmigrasi lokal. 

Baca juga: Kementrans Kembalikan Rp 777 Miliar ke Negara, Ini Alasannya

"Diberi rumah dan 2 hektar tanah yang siap dikelola," ujarnya. Supriyadi pun mengaku senang mengikuti pelatihan itu.

Terkini Lainnya
Kementrans Gandeng Investor China Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal lewat Komoditas Unggulan

Kementrans Gandeng Investor China Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal lewat Komoditas Unggulan

Kemendes
Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Kemendes
1 Tahun Kabinet Merah Putih, Kementrans Gelar Open House 24 Jam Tampung Aspirasi Publik

1 Tahun Kabinet Merah Putih, Kementrans Gelar Open House 24 Jam Tampung Aspirasi Publik

Kemendes
Kementrans Siap Bantu Selesaikan Tumpang Tindih Kawasan Transmigrasi dengan Kawasan Hutan di Bener Meriah, Aceh

Kementrans Siap Bantu Selesaikan Tumpang Tindih Kawasan Transmigrasi dengan Kawasan Hutan di Bener Meriah, Aceh

Kemendes
Indonesia Siap Adaptasi Model Pembangunan Kawasan Transmigrasi di China yang Jadi Pusat Industri dan Energi

Indonesia Siap Adaptasi Model Pembangunan Kawasan Transmigrasi di China yang Jadi Pusat Industri dan Energi

Kemendes
Latsarmil bagi Transmigran, Wamentrans Viva Yoga: Kontribusi Kementrans Ikut Jaga dan Peduli Pertahanan Bangsa

Latsarmil bagi Transmigran, Wamentrans Viva Yoga: Kontribusi Kementrans Ikut Jaga dan Peduli Pertahanan Bangsa

Kemendes
Cegah Kebocoran Anggaran, Menteri Iftitah Minta Itjen Kementrans Lakukan Pengawasan Sejak Program Berjalan

Cegah Kebocoran Anggaran, Menteri Iftitah Minta Itjen Kementrans Lakukan Pengawasan Sejak Program Berjalan

Kemendes
Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Kemendes
Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Kemendes
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kemendes
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Kemendes
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Kemendes
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Kemendes
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Kemendes
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com