Pemulihan Sawah Pascabencana Dipercepat, Lebih dari 2.000 Hektar Pulih dalam Dua Pekan

Kompas.com - 19/05/2026, 17:47 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus dipercepat.

Dalam waktu kurang dari dua pekan, lebih dari 2.000 hektar (ha) sawah berhasil direhabilitasi agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat untuk bertani.

Berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi ( Satgas PRR) per 18 Mei 2026, sebanyak 6.109 ha sawah telah direhabilitasi dari total target 42.702 ha lahan terdampak di tiga provinsi tersebut.

Sebelumnya, pada 7 Mei 2026, luas sawah yang berhasil dipulihkan masih berada di angka 4.098 ha.

Baca juga: Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Tunjukkan Progres, Ribuan Hektar Mulai Ditanami

Peningkatan rehabilitasi lebih dari 2.000 ha dalam waktu singkat itu diikuti dengan mulai pulihnya aktivitas pertanian masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Sawah yang sebelumnya tertutup lumpur dan rusak akibat banjir kini perlahan kembali diolah dan ditanami petani untuk menyambut musim tanam berikutnya.

Proses pemulihan tidak hanya difokuskan pada pembersihan lahan, tetapi juga perbaikan irigasi dan optimalisasi area pertanian agar sawah yang telah dipulihkan dapat kembali produktif secara berkelanjutan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat memulihkan sumber penghidupan pascabencana.

Baca juga: Masa Tanggap Darurat Terlewati, Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan

Sumbar menjadi wilayah dengan progres rehabilitasi tertinggi. Sebanyak 3.359 ha dari total 3.902 ha sawah terdampak telah berhasil dipulihkan.

Sementara itu, rehabilitasi di Aceh telah menjangkau 1.532 ha dari total 31.464 ha sawah terdampak. Adapun Sumut mencatat 1.219 ha dari total 7.336 ha sawah berhasil direhabilitasi.

Percepatan pemulihan sektor pertanian tersebut turut didukung anggaran revitalisasi pertanian dan pembangunan infrastruktur irigasi senilai Rp 877,126 miliar di tiga wilayah terdampak.

Bantuan itu digunakan untuk rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan, serta pembangunan jaringan irigasi guna mendukung pemulihan pertanian masyarakat.

Baca juga: Rehabilitasi Sawah Pascabanjir Sumatera Didorong Jadi Strategi Pangan RI

Aceh menjadi wilayah dengan dukungan anggaran terbesar, yakni Rp 371,57 miliar, disusul Sumut Rp 287,72 miliar dan Sumbar Rp 217,82 miliar. Dana tersebut disalurkan untuk mempercepat pemulihan lahan dan infrastruktur pertanian terdampak bencana.

Ketua Satgas (Kasatgas) PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pemulihan sawah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Ini hal urgen. Karena itu, ada anggaran dari kementerian dan lembaga. Misalnya, Menteri Pertanian (menyalurkan) hampir Rp 900 miliar untuk irigasi pertanian, benih, dan lain-lain,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Tito di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa.

Baca juga: Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Terkini Lainnya
Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen

Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen

Kemendagri
Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif

Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif

Kemendagri
Tingkatkan Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Tingkatkan Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Kemendagri
Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Kemendagri
Pastikan Tepat Sasaran, Mendagri bersama Menteri PKP Tinjau Penerima Bantuan Bedah Rumah di Bantul

Pastikan Tepat Sasaran, Mendagri bersama Menteri PKP Tinjau Penerima Bantuan Bedah Rumah di Bantul

Kemendagri
Stabilitas Kunci Kelancaran Pembangunan, Mendagri Kembali Ingatkan Forkopimda Jaga Soliditas

Stabilitas Kunci Kelancaran Pembangunan, Mendagri Kembali Ingatkan Forkopimda Jaga Soliditas

Kemendagri
Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD

Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD

Kemendagri
Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Ini Daftar Pemda Sulawesi Peraih Insentif Fiskal dari Kemendagri

Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Ini Daftar Pemda Sulawesi Peraih Insentif Fiskal dari Kemendagri

Kemendagri
Sulut Sukses Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting, Kemendagri Berikan Insentif Fiskal Rp 3 Miliar

Sulut Sukses Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting, Kemendagri Berikan Insentif Fiskal Rp 3 Miliar

Kemendagri
Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting, 3 Kota Ini Raih Penghargaan dari Kemendagri

Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting, 3 Kota Ini Raih Penghargaan dari Kemendagri

Kemendagri
Kemendagri Apresiasi 3 Kabupaten Terbaik Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

Kemendagri Apresiasi 3 Kabupaten Terbaik Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

Kemendagri
Kemendagri Anugerahi Sulteng Terbaik II Pengendalian Inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri Anugerahi Sulteng Terbaik II Pengendalian Inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri
BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek

BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek

Kemendagri
Bangkitkan UMKM Terdampak, Satgas PRR Dorong Penguatan Akses Pembiayaan

Bangkitkan UMKM Terdampak, Satgas PRR Dorong Penguatan Akses Pembiayaan

Kemendagri
Gorontalo Jadi Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi 

Gorontalo Jadi Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi 

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com