Tingkatkan Akses Pendidikan MDVI/DB, Perkins Latih 150 Guru SLB

Kompas.com - Kamis, 11 Oktober 2018
Tingkatkan Akses Pendidikan MDVI/DB, Perkins Latih 150 Guru SLB DOK HUMAS Ditjen GTK KemendikbudPara peserta Diklat Layanan Pendidikan bagi Siswa dengan Hambatan Majemuk, MDVI/DB angkatan 1 dan 3

KOMPAS.com - Perkins Internasional bekerja sama dengan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Bandung menggelar diklat layanan pendidikan bagi siswa dengan hambatan majemuk, MDVI/DB.

MDVI/DB adalah kepanjangan dari Multi Disability with Visual Impairment/Deafblindness atau yang dikenal dengan ketunaan ganda. Orang yang menderita ini akan mengalami hambatan penglihatan yang disertai dengan hambatan lain.

PPPPTK TK dan PLB Bandung sendiri bertanggung jawab untuk meningkatkan akses layanan pendidikan melalui guru yang mengajar pada ketunaan ini. Tercatat ada 150 guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Indonesia yang mengikuti diklat layanan terebut.

Asal tahu saja, sejak tahun 2016, Perkins International yang berpusat di Boston Amerika Serikat adalah partner bekerja untuk mengupayakan peningkatan kompetensi guru SLB di Indonesia yang memiliki siswa MDVI.

Sebagai informasi, kerja sama dengan Perkins dilakukan melalui program pelatihan yang akan dilaksanakan dalam 4 tahap selama 4 tahun. Pelatihan ini pun telah berjalan mulai tahun 2017.

Perkins Internasional sendiri merupakan organisasi yang memiliki program melatih guru-guru SLB yang memiliki siswa MDVI di seluruh dunia.

Dalam rilis yang Kompas.com terima, Senin (1/10/2018), pada 2017 dan 2018 total ada 5 kelas dengan peserta 30 orang guru SLB setiap kelasnya yang mengikuti tahap pertama pelatihan tersebut.

BACA JUGAAustralia Bantu Indonesia Terapkan Pendidikan Inklusi TK Berkualitas

Setelah mengikuti pelatihan tahap pertama selama 10 hari, tim Perkins dan Widyaiswara PPPPTK TK dan PLB Bandung melakukan pendampingan, berupa monitoring, mentoring dan coaching selama minimal 6 bulan kepada mereka.

“Pendampingan ini penting agar peserta dapat menerapkan hasil diklat dengan baik dan membantu para guru dalam mengajar anak-anak MDVI/DB di kelas,” ungkap Weningsih, Spesialis Pendidikan Wilayah Asia Pasifik Perkins Internasional.

Lebih lanjut, Weningsih mengatakan bahwa setiap peserta dinilai secara terus menerus sebagai proses seleksi untuk naik ke tahap dua. Adapun pada tahap kedua akan diselenggarakan dalam dua gelombang yang berlangsung pada Oktober dan November 2018.

Sebenarnya kerja sama dengan Perkins Internasional tidak hanya sebatas melakukan pelatihan kepada guru. Ini terlihat dari usaha Perkins yang memberangkatkan dua orang dari PPPPTK TK dan PLB Widyaiswara ke Boston untuk belajar.

Dua orang tersebut adalah Lina Kurniati dan Dede Suprianto. Lina mengikuti diklat di Boston selama 3 minggu, sementara Widyaiswara menjalani Educational Leadership Program (ELP) di Kampus Perkins Schools for Blind di Boston selama 9 bulan. Perkins pun menanggung semua biaya keduanya.

Dengan mengikuti ELP itu, Dede bisa mendapatkan pengalaman belajar langsung, baik di dalam maupun di luar kelas. Dia juga menghadiri ceramah, konferensi, lokakarya, dan mengunjungi sekolah umum.

Dengan begitu, baik Dede dan peserta ELP lainnya bisa mengamati dan mengajar di ruang kelas Perkins. Mereka juga dapat membantu siswa yang tinggal di asrama dalam kegiatan sehari-harinya.

BACA JUGAProgram Kemitraan GTK Jadi "Kunci" Pemerataan Mutu Pendidikan

“Usai mengikuti itu, mereka diharapkan dapat berbagi pengetahuan baru dan melakukan perbaikan besar untuk layanan untuk anak-anak dan dewasa muda di seluruh dunia yang mengalami ketunaan ganda,” ujar Direktur Program Wilayah Asia/Pasifik Perkins Internasional Deborah Gleason.

“Peserta yang telah lulus dalam mengikuti ELP ini mendapat lisensi untuk mengajar di berbagai negara lainnya di seluruh dunia,” tambahnya.

EditorMikhael Gewati
Komentar
Terkini Lainnya
Diklat Pusat Keunggulan Targetkan Latih Guru dan Teknisi dari 184 SMK
Diklat Pusat Keunggulan Targetkan Latih Guru dan Teknisi dari 184 SMK
ditjen GTK kemdikbud
Lakukan Reformasi Birokrasi, PPPPTK Pertanian Menuju Bebas Korupsi
Lakukan Reformasi Birokrasi, PPPPTK Pertanian Menuju Bebas Korupsi
ditjen GTK kemdikbud
Tingkatkan Akses Pendidikan MDVI/DB, Perkins Latih 150 Guru SLB
Tingkatkan Akses Pendidikan MDVI/DB, Perkins Latih 150 Guru SLB
ditjen GTK kemdikbud
Australia Bantu Indonesia Terapkan Pendidikan Inklusi TK Berkualitas
Australia Bantu Indonesia Terapkan Pendidikan Inklusi TK Berkualitas
ditjen GTK kemdikbud
Program Kemitraan GTK Jadi
Program Kemitraan GTK Jadi "Kunci" Pemerataan Mutu Pendidikan
ditjen GTK kemdikbud
Menuju Indonesia Emas 2045, Kemendikbud Latih Guru Daerah Terpencil
Menuju Indonesia Emas 2045, Kemendikbud Latih Guru Daerah Terpencil
ditjen GTK kemdikbud
Ini Pentingnya Guru Mengapresiasi Karya Murid
Ini Pentingnya Guru Mengapresiasi Karya Murid
ditjen GTK kemdikbud
 4 Tantangan bagi Guru Masa Kini
4 Tantangan bagi Guru Masa Kini
ditjen GTK kemdikbud
Era Digital, Peran Guru Tidak Tergantikan oleh Robot
Era Digital, Peran Guru Tidak Tergantikan oleh Robot
ditjen GTK kemdikbud
Mendikbud Ungkap 3 Ciri Guru Profesional
Mendikbud Ungkap 3 Ciri Guru Profesional
ditjen GTK kemdikbud
Ribuan Guru SD Berebut Ikut Diklat Pelatihan APMS
Ribuan Guru SD Berebut Ikut Diklat Pelatihan APMS
ditjen GTK kemdikbud
Luncurkan Buku, Kemendikbud Sajikan Solusi Dasar Permasalahan Guru
Luncurkan Buku, Kemendikbud Sajikan Solusi Dasar Permasalahan Guru
ditjen GTK kemdikbud
Guru Honorer Jadi Garda Depan Kualitas Pendidikan di Daerah Terluar
Guru Honorer Jadi Garda Depan Kualitas Pendidikan di Daerah Terluar
ditjen GTK kemdikbud
Tenaga Kependidikan Indonesia Magang ke Melbourne
Tenaga Kependidikan Indonesia Magang ke Melbourne
ditjen GTK kemdikbud
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar, Kemendikbud Luncurkan
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar, Kemendikbud Luncurkan "PINTAR"
ditjen GTK kemdikbud