Mendikbud Ungkap 3 Ciri Guru Profesional

Haris Prahara
Kompas.com - Selasa, 2 Oktober 2018
Mendikbud Ungkap 3 Ciri Guru ProfesionalKOMPAS.com/HARIS PRAHARAMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat memberi sambutan pada Lokakarya Nasional dalam Rangka Hari Guru Sedunia 2018, Selasa (2/10/2018), di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.


JAKARTA, KOMPAS.com
- Seorang guru atau tenaga pendidik merupakan profesi dengan tanggung jawab besar. Mereka menjadi tulang punggung keberlangsungan generasi penerus bangsa.

Berkaca dari hal itu, menjadi penting untuk terus mendongkrak kompetensi mereka. Dengan kompetensi tinggi yang dimiliki guru, diharapkan kompetensi peserta didik kian terasah.

Demikian diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Muhadjir Effendy saat memberi sambutan pada Lokakarya Nasional dalam Rangka Hari Guru Sedunia 2018, Selasa (2/10/2018), di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Menurut Muhadjir, guru merupakan akar rumput dalam pendidikan.

"Tidak akan ada pendidikan menghijau, kalau tidak ada guru. Pendidikan tak akan subur kalau gurunya tak subur," ujar Muhadjir beranalogi.

Ia lantas menyebutkan tiga ciri seorang guru profesional, yang mana mereka selayaknya memenuhi aspek kompetensi inti (expertise), tanggung jawab sosial (social responsibility), serta kesejawatan (esprit de corps).

"Ketiga aspek itu selaras dengan apa yang diungkapkan akademisi ternama Samuel Huntington," ucapnya.

BACA JUGALuncurkan Buku, Kemendikbud Sajikan Solusi Dasar Permasalahan Guru

Untuk memenuhi aspek kompetensi mumpuni, lanjut Muhadjir, guru mesti dilatih seprofesional mungkin.

Sementara itu, guna memenuhi unsur tanggung jawab sosial, kehadiran guru seyogianya memberi dampak bagi siswa maupun masyarakat.

"Terakhir, guru sebagai pekerja profesional mestinya bergabung dengan sesama rekan profesinya, agar dapat saling mengasah kecakapan. Seperti dokter, yang mana mereka turut memiliki asosiasi tersendiri," kata Muhadjir.

Sekadar informasi, pergelaran lokakarya guru tersebut diselenggarakan untuk memperingati hari guru sedunia yang jatuh setiap 5 Oktober.

Menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Supriano, ajang itu diyakini mampu meyakinkan para guru bahwa mereka berperan penting untuk generasi muda.

PenulisHaris Prahara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya