KOMPAS.com - Penanganan tanggap darurat pascabencana bencana banjir dan longsor di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang dilakukan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menunjukkan progres signifikan.
Hal ini terlihat dari upaya normalisasi Sungai Aek Doras, di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) yang telah menunjukkan progres signifikan dan mulai diarahkan menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon).
Sementara itu, normalisasi Sungai Tukka di Tapteng masih terkendala adanya sedimentasi di alur sungai. Tim dari Ditjen SDA Kementerian PU masih terus berjibaku melakukan pengorekan sedimen untuk mengembalikan fungsi sungai di tahap tanggap darurat.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Ditjen SDA Kementerian PU dalam siaran persnya, Jumat (19/3/2026), menjelaskan bahwa normalisasi Sungai Aek Doras telah dilakukan sepanjang kurang lebih dua kilometer (km), mulai dari bagian hulu hingga muara sungai.
Baca juga: Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati
Langkah ini bertujuan untuk membentuk kembali alur sungai yang sempat tertutup material banjir seperti lumpur, kayu, dan berbagai debris lainnya.
Saat ini, Sungai Aek Doras sudah kembali terbentuk seperti sediakala. Debris atau material sisa banjir juga tidak kembali lagi ke alur sungai.
Hingga kini, progres penanganan normalisasi di Sungai Tukka diperkirakan telah mencapai sekitar 50 persen. Meski demikian, tim di lapangan terus melakukan upaya penanganan darurat untuk memastikan fungsi sungai tetap berjalan.
Dalam tahap tanggap darurat ini, penanganan juga dilakukan dengan memperbaiki tanggul sungai secara sementara atau temporary guna meminimalkan potensi dampak bencana lanjutan.
Selanjutnya, penanganan dilakukan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang bertujuan membangun infrastruktur sungai yang lebih permanen dan kuat.
Baca juga: Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati
Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya, Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum PU akan membangun konstruksi yang lebih permanen dan lebih kuat. Tujuannya agar sungai-sungai tersebut lebih kokoh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilakukan dengan koordinasi bersama pemerintah daerah setempat agar perencanaan dan pelaksanaannya sesuai dengan kondisi di lapangan.
Khusus untuk Sungai Aek Doras, kondisi saat ini sudah memungkinkan untuk mulai memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo dalam kunjungannya di kawasan Tukka, Tapanuli Tengah, memastikan bahwa progres pekerjaan bisa segera dirasakan masyarakat.
“Saya ke Tukka lagi untuk kesekian kalinya untuk memastikan arahan yang terakhir sudah dikerjakan atau belum, alhamdulillah sudah dikerjakan,” kata Dody.
Ia menjelaskan, pembangunan tanggul di lokasi tersebut sudah mulai terlihat meskipun belum sepenuhnya rampung.
“Kalau bapak-bapak ibu-ibu bisa lihat, tanggul sudah terbangun dengan rapi walaupun masih satu km dari total 9 km, kemudian tanggul sebelah kanan di Aek Sigalagala juga sudah mulai terbangun,” ujarnya.
Baca juga: Sahur di Hunian Korban Bencana, Menteri PU Cek 252 Rumah di Tapanuli Selatan
Namun demikian, Dody menegaskan bahwa kondisi infrastruktur yang ada saat ini masih bersifat sementara dan belum sepenuhnya mampu menahan potensi banjir besar.
“Tapi memang semua itu masih darurat,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta agar pembangunan dam atau bendungan pengendali dipercepat, terutama di titik-titik yang dinilai rawan.
“Karena kalau banjir atau hujan deras lagi 4-5 jam, saya kok nggak yakin ini bisa tahan,” ungkap Dody.
Oleh karena itu, ia kembali menegaskan pentingnya percepatan pembangunan dam guna mengantisipasi risiko bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Selain pembangunan dam, pemerintah juga akan melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh di sejumlah wilayah di Sumatera.
“Dari hulu ke hilir kita kerjakan normalisasi di semua sungai besar yang ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh,” jelasnya.
Baca juga: Menteri PU Pastikan Fasilitas Huntara di Tapanuli Selatan Siap Sebelum Lebaran
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang kerap melanda kawasan tersebut, terutama saat curah hujan tinggi.
“Kita upayakan secepat-cepatnya agar masyarakat sekitar itu tidak kebanjiran lagi,” kata Dody.
Ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah melindungi masyarakat dari dampak banjir, dalam kondisi cuaca ekstrem sekalipun.
“Jadi poin utamanya adalah bagaimana masyarakat sekitar itu tidak kebanjiran lagi, meskipun hujan dua atau tiga jam atau bahkan lebih dari itu,” ujarnya.
Dody juga menyampaikan bahwa percepatan penanganan ini merupakan arahan langsung dari presiden.
“Sesuai arahan dari Pak Presiden Prabowo Subianto, lewat Pak Seskab juga dan Pak Menko Infra, masyarakat yang terdampak jangan deritanya berlama-lama, harus segera kita jawab secepatnya,” tegasnya.
Baca juga: Menhan Usul ke Prabowo agar Normalisasi Sungai Aceh Lewat Jalur Laut
Ke depan, pembangunan dam akan menjadi prioritas utama sebelum dilanjutkan dengan pembangunan tanggul permanen.
“Mungkin kita akan percepat pembangunan dam di atas. Saya hitung benar itu, damnya harus sanggup menahan tekanan batu, tidak hanya masalah tanah, tapi ada batu, ada kayu,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa proyek tersebut berada di kawasan kehutanan sehingga memerlukan izin khusus dari Kementerian Kehutanan.
Sebagai langkah bertahap, pembangunan akan difokuskan pada penyelesaian dam terlebih dahulu sebelum masuk ke pembangunan tanggul permanen.
“Nanti satu dam selesai, baru kita bicara tanggul secara permanen,” ucap Dody.
Menteri PU juga melakukan kunjungan ke Aek Doras, di Kota Sibolga dan meninjau normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan pascabanjir.
Baca juga: Sungai Aceh Tamiang Melebar Usai Banjir, Jembatan Darurat Tak Bisa Dibangun
Pengerjaan normalisasi dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Sungai Aek Doras, Sibolga, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
Pascabanjir yang sempat meresahkan, warga kini mengaku lebih tenang dengan adanya perbaikan di aliran sungai tersebut.