Dinormalisasi Ditjen SDA Kementerian PU, Sungai Aek Doras di Sibolga Siap Masuk Tahap Rehabilitas dan Rekonstruksi

Kompas.com - 20/03/2026, 12:06 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com -  Penanganan tanggap darurat pascabencana bencana banjir dan longsor di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang dilakukan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menunjukkan progres signifikan.

Hal ini terlihat dari upaya normalisasi Sungai Aek Doras, di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) yang telah menunjukkan progres signifikan dan mulai diarahkan menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon).

Sementara itu, normalisasi Sungai Tukka di Tapteng masih terkendala adanya sedimentasi di alur sungai. Tim dari Ditjen SDA Kementerian PU masih terus berjibaku melakukan pengorekan sedimen untuk mengembalikan fungsi sungai di tahap tanggap darurat. 

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Ditjen SDA Kementerian PU dalam siaran persnya, Jumat (19/3/2026), menjelaskan bahwa normalisasi Sungai Aek Doras telah dilakukan sepanjang kurang lebih dua kilometer (km), mulai dari bagian hulu hingga muara sungai.

Baca juga: Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Langkah ini bertujuan untuk membentuk kembali alur sungai yang sempat tertutup material banjir seperti lumpur, kayu, dan berbagai debris lainnya.

Saat ini, Sungai Aek Doras sudah kembali terbentuk seperti sediakala. Debris atau material sisa banjir juga tidak kembali lagi ke alur sungai.

Hingga kini, progres penanganan normalisasi di Sungai Tukka diperkirakan telah mencapai sekitar 50 persen. Meski demikian, tim di lapangan terus melakukan upaya penanganan darurat untuk memastikan fungsi sungai tetap berjalan.

Dalam tahap tanggap darurat ini, penanganan juga dilakukan dengan memperbaiki tanggul sungai secara sementara atau temporary guna meminimalkan potensi dampak bencana lanjutan.

Selanjutnya, penanganan dilakukan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang bertujuan membangun infrastruktur sungai yang lebih permanen dan kuat.

Baca juga: Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Puluhan Huntara di Aceh Utara, Sudah Mulai Ditempati

Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya, Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum PU akan membangun konstruksi yang lebih permanen dan lebih kuat. Tujuannya agar sungai-sungai tersebut lebih kokoh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilakukan dengan koordinasi bersama pemerintah daerah setempat agar perencanaan dan pelaksanaannya sesuai dengan kondisi di lapangan.

Khusus untuk Sungai Aek Doras, kondisi saat ini sudah memungkinkan untuk mulai memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menteri PU berkunjung ke Tukka, Tapanuli Tengah

Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo dalam kunjungannya di kawasan Tukka, Tapanuli Tengah, memastikan bahwa progres pekerjaan  bisa segera dirasakan masyarakat.

“Saya ke Tukka lagi untuk kesekian kalinya untuk memastikan arahan yang terakhir sudah dikerjakan atau belum, alhamdulillah sudah dikerjakan,” kata Dody.

Ia menjelaskan, pembangunan tanggul di lokasi tersebut sudah mulai terlihat meskipun belum sepenuhnya rampung.

“Kalau bapak-bapak ibu-ibu bisa lihat, tanggul sudah terbangun dengan rapi walaupun masih satu km dari total 9 km, kemudian tanggul sebelah kanan di Aek Sigalagala juga sudah mulai terbangun,” ujarnya.

Baca juga: Sahur di Hunian Korban Bencana, Menteri PU Cek 252 Rumah di Tapanuli Selatan

Namun demikian, Dody menegaskan bahwa kondisi infrastruktur yang ada saat ini masih bersifat sementara dan belum sepenuhnya mampu menahan potensi banjir besar.

“Tapi memang semua itu masih darurat,” tegasnya.

Untuk itu, ia meminta agar pembangunan dam atau bendungan pengendali dipercepat, terutama di titik-titik yang dinilai rawan.

“Karena kalau banjir atau hujan deras lagi 4-5 jam, saya kok nggak yakin ini bisa tahan,” ungkap Dody.

Oleh karena itu, ia kembali menegaskan pentingnya percepatan pembangunan dam guna mengantisipasi risiko bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Selain pembangunan dam, pemerintah juga akan melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh di sejumlah wilayah di Sumatera.

“Dari hulu ke hilir kita kerjakan normalisasi di semua sungai besar yang ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh,” jelasnya.

Baca juga: Menteri PU Pastikan Fasilitas Huntara di Tapanuli Selatan Siap Sebelum Lebaran

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang kerap melanda kawasan tersebut, terutama saat curah hujan tinggi.

“Kita upayakan secepat-cepatnya agar masyarakat sekitar itu tidak kebanjiran lagi,” kata Dody.

Ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah melindungi masyarakat dari dampak banjir, dalam kondisi cuaca ekstrem sekalipun.

“Jadi poin utamanya adalah bagaimana masyarakat sekitar itu tidak kebanjiran lagi, meskipun hujan dua atau tiga jam atau bahkan lebih dari itu,” ujarnya.

Dody juga menyampaikan bahwa percepatan penanganan ini merupakan arahan langsung dari presiden.

“Sesuai arahan dari Pak Presiden Prabowo Subianto, lewat Pak Seskab juga dan Pak Menko Infra, masyarakat yang terdampak jangan deritanya berlama-lama, harus segera kita jawab secepatnya,” tegasnya.

Baca juga: Menhan Usul ke Prabowo agar Normalisasi Sungai Aceh Lewat Jalur Laut

Ke depan, pembangunan dam akan menjadi prioritas utama sebelum dilanjutkan dengan pembangunan tanggul permanen.

“Mungkin kita akan percepat pembangunan dam di atas. Saya hitung benar itu, damnya harus sanggup menahan tekanan batu, tidak hanya masalah tanah, tapi ada batu, ada kayu,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa proyek tersebut berada di kawasan kehutanan sehingga memerlukan izin khusus dari Kementerian Kehutanan.

Sebagai langkah bertahap, pembangunan akan difokuskan pada penyelesaian dam terlebih dahulu sebelum masuk ke pembangunan tanggul permanen.

“Nanti satu dam selesai, baru kita bicara tanggul secara permanen,” ucap Dody.

Menteri PU juga melakukan kunjungan ke Aek Doras, di Kota Sibolga dan meninjau normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan pascabanjir. 

Baca juga: Sungai Aceh Tamiang Melebar Usai Banjir, Jembatan Darurat Tak Bisa Dibangun

Pengerjaan normalisasi dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Sungai Aek Doras, Sibolga, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. 

Pascabanjir yang sempat meresahkan, warga kini mengaku lebih tenang dengan adanya perbaikan di aliran sungai tersebut.

Terkini Lainnya
Dinormalisasi Ditjen SDA Kementerian PU, Sungai Aek Doras di Sibolga Siap Masuk Tahap Rehabilitas dan Rekonstruksi

Dinormalisasi Ditjen SDA Kementerian PU, Sungai Aek Doras di Sibolga Siap Masuk Tahap Rehabilitas dan Rekonstruksi

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Atasi Krisis Air di Pulau Kecil, Dewan SDA Nasional Rumuskan Strategi Pengelolaan SDA Berkelanjutan

Atasi Krisis Air di Pulau Kecil, Dewan SDA Nasional Rumuskan Strategi Pengelolaan SDA Berkelanjutan

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Dukung Ketahanan Air, Pemerintah Targetkan Penyelesaian 259 Bendungan pada 2026

Dukung Ketahanan Air, Pemerintah Targetkan Penyelesaian 259 Bendungan pada 2026

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Sidang Pleno Dewan SDA Nasional 2024 Hasilkan Rekomendasi Penting untuk Pengelolaan Air

Sidang Pleno Dewan SDA Nasional 2024 Hasilkan Rekomendasi Penting untuk Pengelolaan Air

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Manfaatkan Teknologi Pintu Air, Kementerian PUPR Siapkan  Solusi Banjir di Kalimantan Selatan

Manfaatkan Teknologi Pintu Air, Kementerian PUPR Siapkan Solusi Banjir di Kalimantan Selatan

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Ditjen SDA Ingatkan Pentingnya IWRM untuk Kelola SDA di Pulau-pulau Kecil

Ditjen SDA Ingatkan Pentingnya IWRM untuk Kelola SDA di Pulau-pulau Kecil

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Penuhi Air Baku di Pulau Kecil, Kementerian PUPR Siapkan Solusi Inovatif

Penuhi Air Baku di Pulau Kecil, Kementerian PUPR Siapkan Solusi Inovatif

Ditjen SDA Kementerian PUPR
World Water Forum 2024 Hasilkan Deklarasi Menteri, Menteri Basuki Paparkan 3 Poin Utama

World Water Forum 2024 Hasilkan Deklarasi Menteri, Menteri Basuki Paparkan 3 Poin Utama

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Indonesia Dukung Pembentukan Global Water Fund di World Water Forum Ke-10

Indonesia Dukung Pembentukan Global Water Fund di World Water Forum Ke-10

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Dilangsungkan di Bali, World Water Forum Ke-10 Dipuji Jadi Penyelenggaraan Terbaik Sepanjang Masa

Dilangsungkan di Bali, World Water Forum Ke-10 Dipuji Jadi Penyelenggaraan Terbaik Sepanjang Masa

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Digelar di Bali Selama 8 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan World Water Forum 2024

Digelar di Bali Selama 8 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan World Water Forum 2024

Ditjen SDA Kementerian PUPR
World Water Forum, 27 Tahun Perjalanan Menjawab Persoalan Air Dunia

World Water Forum, 27 Tahun Perjalanan Menjawab Persoalan Air Dunia

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Sektor Swasta dan Publik Berperan Besar Sukseskan World Water Forum Ke-10 di Bali

Sektor Swasta dan Publik Berperan Besar Sukseskan World Water Forum Ke-10 di Bali

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Di Puncak Hari Air Dunia Ke-32, Menteri Basuki Ajak Semua Pihak Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan Air

Di Puncak Hari Air Dunia Ke-32, Menteri Basuki Ajak Semua Pihak Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan Air

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Irigasi Rentang Targetkan Peningkatan Indeks Pertanaman hingga 280 Persen

Irigasi Rentang Targetkan Peningkatan Indeks Pertanaman hingga 280 Persen

Ditjen SDA Kementerian PUPR
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com