Kemendikbud Gelar Lomba Karya Inovasi Pembelajaran (INOBEL) 2017

Kompas.com - 09/09/2017, 10:08 WIB
Kurniasih Budi

Penulis

KOMPAS.com - Direktorat Jenderal  Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menggelar lomba Karya Inovasi Pembelajaran (Inobel) guru SD dan SMP 2017.

Perlombaan tingkat nasional yang digelar 4-8 September 2017 itu diselenggarakan di Hotel Mercure Bali Harvestland Kuta. Peserta lomba terdiri atas 102 guru SD dan 100 guru SMP yang telah lolos seleksi tahap III.

Tujuan lomba yakni meningkatkan motivasi, dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme guru. Para guru dituntunt berinovasi untuk memecahkan masalah proses pembelajaran. Dengan demikian guru mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.

Perlombaan ini berlangsung dalam 3 tahap diantaranya, seleksi tahap I yang merupakan seleksi administrasi secara daring, seleksi tahap II yaitu seleksi naskah yang terdiri dari penilaian konten dan plagiarisme (Sitasi dan Similarity).

Para guru memamerkan hasil karyanya dalam lomba INOBEL 2017 di Kuta, Bali pada 4-8 September 2017. Perlombaan INOBEL 2017 diselenggarakan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud. Para guru memamerkan hasil karyanya dalam lomba INOBEL 2017 di Kuta, Bali pada 4-8 September 2017. Perlombaan INOBEL 2017 diselenggarakan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud.

Peserta yang lulus pada seleksi tahap I dan tahap II diikutsertakan dalam workshop Inovasi Pembelajaran. Peserta workshop adalah 300 guru SD dan 300 guru SMP yang terpilih pada tahap I dan II, yang kemudian diminta untuk memperbaiki naskah yang akan dinilai pada Tahap III. Seleksi naskah tahap III yang merupakan tahap penentuan finalis lomba.

Guru SD yang mengikuti lomba sebanyak 102 peserta. Mereka mengikuti lomba dengan berbagai kategori yakni, guru kelas yang melakukan inovasi pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) sebanyak 34 peserta; guru kelas yang melakukan inovasi  pembelajaran  Ilmu Pengetahuan Sosial, PKn dan Bahasa Indonesia (IPSPB) sebanyak 34 peserta; guru mata pelajaran yang melakukan inovasi pembelajaran Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan, Pendidikan Agama, dan Muatan Lokal (SORAM) sebanyak 34 peserta.

Guru SMP yang menjadi peserta lomba Inobel 2017 sebanyak 100 peserta. Mereka terbagi dalam kategori guru mata Pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) sebanyak 34 peserta; guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, PKn, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris (IPSPB) sebanyak 34 peserta; guru mata pelajaran Seni Budaya, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan, dan  Bimbingan Konseling (SORAK) sebanyak 32 peserta.

Seorang guru tengah mempresentasikan karyanya dalam perlombaan INOBEL 2017 di Kuta, Bali. Perlombaan INOBEL 2017 diselenggarakan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud di Kuta, Bali. Seorang guru tengah mempresentasikan karyanya dalam perlombaan INOBEL 2017 di Kuta, Bali. Perlombaan INOBEL 2017 diselenggarakan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud di Kuta, Bali.

Para finalis memamerkan hasil karyanya serta mempresentasikan di depan juri untuk dinilai. Dari keenam bidang lomba, dipilih 3 besar finalis sebagai pemenang.

Selain perlombaan tersebut, Prof. Abdorrakhman Ginting memberikan materi penguatan guru oleh  bertema "Profesionalisme Guru Menghadapi Persaingan Global."

Para pemenang perlombaan Inobel Tahun 2017 mendapatkan hadiah berupa laptop dan uang tunai. Juara 1 mendapatkan Rp 10 juta, juara 2 mendapatkan Rp 7,5 juta, juara 3 mendapatkan Rp 5 juta.

Sementara, para finalis lainnya mendapatkan uang Rp 3 juta. Selain itu, peringkat 10 besar memperoleh laptop, dan seluruh finalis juga mendapatkan piagam penghargaan dari Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Para guru yang memenangi kompetisi INOBEL 2017 yang diselenggarakan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudi pada 4-8 September 2017 di Kuta, Bali. Para guru yang memenangi kompetisi INOBEL 2017 yang diselenggarakan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudi pada 4-8 September 2017 di Kuta, Bali.

Para guru yang menjuarai lomba setiap kategori adalah:

SD MIPA:
1. Hendrik Hermawan, M.Pd
SD Negeri 1 Karangasem
Kabupaten Grobogan, Jateng
2. Rajab Effendi, S.Pd.I., S.Pd
SDIT Rabbi Radhiyya Curup
Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
3. Pudin, M.Pd
SD Negeri Cibiuk Kaler III
Kabupaten Garut, Jabar

SD IPSPB:
1. Budi Prihartini, S.Pd. SD
SDN 4 Bucu
Kabupaten Jepara, Jabar
2. Imam Turmudi, S.Pd.SD
SDN 1 Masaran
Kabupaten Trenggalek, Jatim
3. Nanang Heryanto, S.Pd.I, M.Pd
SD Negeri 2 Baregbeg
Kabupaten Ciamis, Jabar

SD SORAM:
1. Fajar Tri Laksono, M.Pd
SD Pembangunan Jaya 2
Kabupaten Sidoarjo, Jatim
2. Kiki Ratnaning Arimbi, S.Pd
SDN Banyuarang 1
Kabupaten Jombang, Jatim
3. Agung Vendi Setyawan, S.Pd. SD
SD Negeri Tamanan 2 Kalasan
Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta

SMP MIPA:
1. Eka Purjiyanta, S.Pd, M.Pd
SMP Negeri 2 Demak
Kabupaten Demak, Jateng
2. Rachma Indah Kurnia, M.Pd
SMP Negeri 2 Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro, Jatim
3. Sri Hartono, S.Pd
SMP Negeri 1 Manyaran
Kabupaten Wonogiri, Jateng

SMP IPSPB:
1. Mushlihatun Syarifah, S.Pd
SMP Negeri 8 Salatiga
Kota Salatiga, Jateng
2. Imatul Awaliyah, M.Pd
SMP Negeri 1 Gondang
Kabupaten Tulungagung, Jatim
3. Hilmin Dwi Astuti, M.Pd
SMP Negeri 1 Semanding
Kabupaten Tuban, Jatim

SMP SORAK:
1. Umi Rosidah, M.Pd.I
SMPN 2 Kepung
Kabupaten Kediri, Jatim
2. Ninik Setyawati, S.Pd.
SMPN 1 Pacitan
Kabupaten Pacitan, Jatim
3. Wijaya Kusumah, M.Pd
SMP Labschool Jakarta
Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta

Terkini Lainnya
Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Ditjen GTK Kemdikbud
Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Ditjen GTK Kemdikbud
Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Ditjen GTK Kemdikbud
Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Ditjen GTK Kemdikbud
Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Ditjen GTK Kemdikbud
Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Ditjen GTK Kemdikbud
Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Ditjen GTK Kemdikbud
Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Ditjen GTK Kemdikbud
Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Ditjen GTK Kemdikbud
Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Ditjen GTK Kemdikbud
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com