Ini Strategi Toko Tani Meluaskan Jangkauan Pasar

Josephus Primus
Kompas.com - Rabu, 12 Juli 2017
Ini Strategi Toko Tani Meluaskan Jangkauan PasarPramdia Arhando JuliantoMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meresmikan Toko Tani Indonesia Pasar Minggu Jakarta, Rabu (15/6/2016).


JAKARTA, KOMPAS.com - Toko Tani Indonesia (TTI) diyakini bakal makin meng-Indonesia usai penandatanganan kerja sama Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) dengan dua pihak yakni Persatuan Purnawirawan Kepolisian Republik Indonesia (PP Polri) serta PT Pertani (Persero), hari ini, Rabu (12/7/2017) di Jakarta.

Direktur Jenderal Hortikultura Spudnik Sujono yang juga Pelaksana Tugas Kepala BKP mengatakan, keberadaan TTI merupakan upaya memperpendek rantai pasok distribusi pangan dari petani ke konsumen. TTI menjamin konsumen dapat memperoleh bahan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. "Dengan MoU ini tentunya jangkauan TTI semakin luas dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang terjangkau" ungkap Spudnik.

Dalam pelaksanaannya nanti, PP Polri bakal mengembangkan jaringan gerai TTI melalui Koperasi Tetap Setia Bhayangkara PP Polri. Menurut Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, Riwantoro, jangkauan penjualan bahan pokok yang selama ini difokuskan di Jabodetabek akan semakin luas dan berkembang penyebarannya dengan kerja sama itu. Hal yang sama ihwal pengembangan itu juga menjadi tugas PT Pertani.

Menurut catatan Kompas.com pada 13 Februari 2017, jumlah TTI ada 65 unit. (Baca: Harga Pangan Terus Bergejolak, Kementan Tingkatkan Jumlah Toko Tani)

Sementara itu, komoditas pangan yang di pasok ke 65 TTI terdiri dari beras sebanyak delapan ton dengan harga jual Rp 8.000 per kilogram (kg), gula pasir sebanyak 2,6 ton dengan harga Rp 12.500 per kg, serta bawang merah sebanyak 650 kg dengan harga Rp 27.000 per kg.

Selanjutnya, ada pasokan cabai merah kriting 625 kg dengan harga Rp 7.500 per 0,25 kg, minyak goreng sebanyak 252 liter dengan harga Rp 12.000 per liter, dan daging sapi sebanyak 500 kg dengan harga Rp 80.000 per kg.

Selain itu juga, TTI menjual daging kerbau seharga Rp 65.000 per kg dan bawang putih Rp 8.500 per 0,25 kg.

PenulisJosephus Primus
EditorKurniasih Budi
Komentar
Terkini Lainnya
Ada yang Mencari Tahu Keberhasilan Swasembada Pangan Indonesia
Ada yang Mencari Tahu Keberhasilan Swasembada Pangan Indonesia
Kementan
Bawang Merah Brebes Tembus Pasar Thailand
Bawang Merah Brebes Tembus Pasar Thailand
Kementan
Upah Buruh Tani Meningkat, Kesejahteraan Petani Terdongkrak
Upah Buruh Tani Meningkat, Kesejahteraan Petani Terdongkrak
Kementan
Andi Amran Kobarkan Nasionalisme Lewat Kampanye Makan Buah Lokal
Andi Amran Kobarkan Nasionalisme Lewat Kampanye Makan Buah Lokal
Kementan
Penghargaan untuk Para
Penghargaan untuk Para "Pahlawan Pertanian"
Kementan
Penyelundupan Burung Cendrawasih Digagalkan di Bandara Kualanamu
Penyelundupan Burung Cendrawasih Digagalkan di Bandara Kualanamu
Kementan
Pemerintah Gerak Cepat Hadapi Serangan Wereng Coklat
Pemerintah Gerak Cepat Hadapi Serangan Wereng Coklat
Kementan
Begini Cara Pemerintah Wujudkan Indonesia Menjadi Lumbang Pangan Dunia
Begini Cara Pemerintah Wujudkan Indonesia Menjadi Lumbang Pangan Dunia
Kementan
Modernisasi Pertanian Bakal Tekan Biaya Produksi Pangan
Modernisasi Pertanian Bakal Tekan Biaya Produksi Pangan
Kementan
Ini Empat Parameter Pengelolaan Beras
Ini Empat Parameter Pengelolaan Beras
Kementan
Usai Lebaran, Kementerian Pertanian Raih Penghargaan
Usai Lebaran, Kementerian Pertanian Raih Penghargaan
Kementan
Pemerintah Lindungi Petani dan Konsumen dari Mafia Pangan
Pemerintah Lindungi Petani dan Konsumen dari Mafia Pangan
Kementan
MUI dan NU Bersinergi dengan Pemerintah untuk Sejahterakan Petani
MUI dan NU Bersinergi dengan Pemerintah untuk Sejahterakan Petani
Kementan
Mafia dan Kartel Pangan Ancam Stabilitas Harga
Mafia dan Kartel Pangan Ancam Stabilitas Harga
Kementan
Begini Patgulipat Beras Subsidi Disulap Jadi Beras Premium
Begini Patgulipat Beras Subsidi Disulap Jadi Beras Premium
Kementan